KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
277 - Ling Qing Zhu (9)


__ADS_3

Apa yang terjadi pada Hu Li, termasuk lamarannya pada Zhi Shu tidak mungkin bisa dibayangkan oleh Ling Qing Zhu. Dia jelas akan sangat terkejut saat terbangun nanti.


Hanya saja dibandingkan dengan itu, Ling Qing Zhu saat ini tidak berada pada posisi yang bisa memikirkan hal lain. Di dalam bentang alam jiwa Xiao Shuxiang sekarang, dia jelas terlihat berat untuk melangkah.


Dia menyaksikan bagaimana kehidupan Xiao Shuxiang berjalan dan merasakan sakit di hatinya. Namun tidak mungkin baginya berhenti hanya karena tidak kuat melihat kesulitan hidup sosok dari Wali Pelindungnya ini.


Ling Qing Zhu harus mencari cara untuk membawa jiwa Xiao Shuxiang kembali. Hanya saja, bahkan suaranya tidak terdengar----jadi bagaimana dia bisa melakukannya?


Ketika memikirkan ini, Ling Qing Zhu telah dihadapkan pada kejadian di mana Xiao Shuxiang kecil telah pulang ke Sekte Serigala Iblis dan benar-benar berubah.


Ada kejadian di mana salah seorang murid Sekte Serigala Iblis yang secara terang-terangan mencari masalah dengan Xiao Shuxiang. Anak laki-laki itu sengaja menumpahkan tinta pada hasil tulisan tangan Xiao Shuxiang dan meminta maaf dengan tatapan yang merendahkan.


Hasil dari kejadian itu adalah, Xiao Shuxiang yang masih berusia 7 Tahun tersebut memutar kuas di tangannya dan menarik tangan anak tersebut dalam gerakan yang cepat.


Tanpa ragu, Xiao Shuxiang menusukkan ujung tumpul dari kuas miliknya tepat mengenai punggung tangan anak laki-laki itu. Kejadiannya berlangsung cepat, mengejutkan, tidak disangka hingga sulit dihindari.


Ling Qing Zhu membeku, melihat sosok Xiao Shuxiang kecil yang kini telah bisa mengancam orang dengan praktik yang lebih lemah darinya dan menggunakan nama ayah sendiri untuk membuat dirinya dihormati.


Itu adalah punggung anak laki-laki yang kecil.


Bahkan wajah polos bak tanpa dosa.


Terlihat rapuh, namun sebenarnya kuat.


Terlihat indah, namun berduri.


Itu baik, tetapi terbungkus rasa keras kepala hingga membuatnya terlihat jahat.


Hanya saat hujan.


Hanya ketika hujan turun dan melihat Xiao Shuxiang menengadah membuat Ling Qing Zhu tahu bahwa anak laki-laki ini menumpahkan kesedihannya.


Begitu keras kepala. Bahkan tanpa suara. Beberapa hal membuatnya ingat dengan diri sendiri bahwa dia pun mempunyai kebiasaan bersembunyi dibalik hujan.


Rasanya ... Mungkin inilah kenapa langit sangat adil dengan menurunkan hujan. Langit tahu bahwa ada orang-orang yang tidak bisa memperlihatkan kesedihan apa pun di hadapan orang lain. Langit mengetahui ada orang yang meminjam hujan sebagai tempat untuk bersandar.


Ling Qing Zhu mengikuti langkah kecil itu. Xiao Shuxiang sekarang sedang pergi untuk menemui ibunya.


Ling Qing Zhu berpikir bahwa anak laki-laki ini akan bisa melihat kasih sayang lagi, tapi tidak disangka dia mengharapkan obat dari seseorang yang hanya bisa memberikan racun.

__ADS_1


Xiao Shuxiang datang menemui ibunya untuk melepas rindu dan hanya berakhir dengan tangan kanan yang sengaja diberi luka. Apalagi, dia bahkan disuruh untuk meminum herbal beracun dan dijadikan sebagai kelinci percobaan.


Tidak manusiawi. Tidak memiliki hati. Ibu yang buruk. Iblis macam apa yang menjadi ibu dari Wali Pelindungnya ini?! Ling Qing Zhu tidak tahu lagi. Dia sangat kesal dan benar-benar marah.


Ling Qing Zhu memejamkan mata hanya untuk menekan emosinya. Ketika dia membuka mata, lokasinya berpindah dan dirinya telah berada di luar sebuah bangunan yang terbakar.


Tidak tahu apa ini, tetapi Ling Qing Zhu tersentak saat mendengar suara seruan dari Xiao Shuxiang. Anak laki-laki itu memanggil nama ayah dan ibunya.


Petir seperti menyambar di kepala Ling Qing Zhu ketika dia melihat sosok dari Xiao Shuxiang yang dalam kepanikan langsung mengambil pedang dan lalu memegangnya dengan kedua tangan.


Tanpa peringatan, Ling Qing Zhu terkejut bukan main saat Xiao Shuxiang menebas leher ayah dan ibunya sendiri kemudian melemparnya keluar dari api.


Ling Qing Zhu tidak bisa untuk tidak merasa ngilu dan gemetar di sekujur tubuhnya. Apalagi dia sampai menahan napas ketika menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang mengusap pipi dari kepala ayahnya dan memanggil-manggilnya.


"Ayah? Ibu?"


Ling Qing Zhu merasakan sakit di hatinya. Apa yang baru saja dia lihat ini? Bagaimana bisa Xiao Shuxiang berbuat sesuatu yang bahkan anak seusianya tidak mungkin membayangkan hal tersebut.


Seperti apa pun kedua orang tua, tidak seharusnya Xiao Shuxiang melakukan ini. Ling Qing Zhu mencoba melangkah, tapi setiap kali dia berjalan----napasnya kian sesak dan membuatnya kesulitan.


"Bukankah Ayah hebat? Kenapa Ayah tidak bangun?! Ayah..!"


"Ibu ...! Ibu, bangun..! Ibu ...!"


Ling Qing Zhu menekan dadanya. Ini adalah kejadian yang mengerikan, tidak terbayangkan.


"Tsk, aku jadi tidak yakin kalian benar-benar orang tuaku."


Ling Qing Zhu terkejut mendengar suara yang dingin itu. Rasanya seperti dia telah mendengar sambaran petir untuk kedua kalinya. Dia menyaksikan Xiao Shuxiang menatap tajam ke arah kepala di tangannya dan nampak sangat kesal.


Anak laki-laki itu lantas melempar benda di tangannya hingga menggelinding dan baru berhenti saat benda itu mengenai batang pepohonan.


Ling Qing Zhu bahkan belum sempat berkedip ketika anak laki-laki itu kembali memanggil nama ayah dan ibunya. Anak itu bahkan berlari, mengambil kepala yang dia jatuhkan dan mulai mengusap wajah yang dingin itu dengan sangat lembut.


"Ayah baik-baik saja, kan? Ayah tidak mati, kan? Aku ... Aku sudah melakukan kesalahan. Ayah bangunlah dan hukum aku,"


Ling Qing Zhu tanpa sadar meneteskan air mata. Jika orang lain melihat apa yang dia saksikan, maka orang itu pasti sudah mengira Xiao Shuxiang tidak waras. Mungkin juga ada orang yang akan berpikir bahwa anak laki-laki ini pasti sakit mental hingga berani bertindak begitu jauh.


Mengabaikan berbagai kemungkinan itu, pemikiran ini akan membuat sebuah pandangan sedikit berubah.

__ADS_1


Ling Qing Zhu melihat ada orang lain yang mempunyai lubang di hati. Ada subjek yang sedang terluka dan telah dilukai oleh orang-orang yang harusnya melindungi serta menjadi tumpuannya bersandar.


Jika ini Ling Qing Zhu dan bila ada orang yang bertanya padanya tentang apakah ini sakit atau tidak----dia pasti dengan keras kepala akan menyembunyikannya dan berkata bahwa dia baik-baik saja.


Selanjutnya, meski wajahnya memiliki ketenangan yang luar biasa----dia masih mempunyai kakak yang sangat peka dan akan langsung tahu apa yang berusaha dia sembunyikan.


Namun Xiao Shuxiang berbeda. Sosok ini hanya akan diam, tidak punya teman untuk diajak bicara dan tidak ada siapa pun yang mau mendengarkan ceritanya.


Anak laki-laki yang dia lihat itu hanya mampu menengadah, menahan semuanya di dalam hati dan menunggu langit menurunkan hujan untuk membantunya.


Ling Qing Zhu memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam. Dadanya terasa sakit dan rasanya seperti ada sembilu yang mengiris hatinya.


Ketika dia berusaha bernapas, Ling Qing Zhu mendengar suara deras air dan lalu mulai membuka mata. Lokasinya mulai berpindah lagi dan ini adalah hutan dengan kolam air terjun.


Andai saja perubahan situasi ini juga berpengaruh pada hatinya, mungkin itu akan lebih baik dan dia tidak merasakan sakit yang lebih dalam.


"..............." Ling Qing Zhu perlahan mulai melangkah, saat tiba-tiba terdengar suara dari langkah kakinya sendiri.


Dia tersentak karena kali ini kakinya bisa menyentuh rerumputan dan dedaunan kering hingga menghasilkan suara. Di saat yang bersamaan, sebuah seruan terdengar dan mengejutkannya.


"Siapa di sana?"


Itu adalah suara Xiao Shuxiang yang berusia 7 Tahun. Anak laki-laki itu baru saja akan membersihkan diri di dalam kolam air terjun ketika merasakan ada seseorang yang mengawasinya.


"Jangan bersembunyi..! Aku tahu kau di sana. Sebaiknya keluar sekarang juga,"


"..............." Ling Qing Zhu mendengarnya dan mengerutkan kening. Dia berpikir bahwa apakah mungkin Xiao Shuxiang melihatnya?


Tidak ada siapa pun yang keluar hingga membuat Ling Qing Zhu merasa harus mencoba mencari tahu sendiri. Bila dia terlihat, maka itu akan baik karena dia jadi bisa membujuk jiwa Xiao Shuxiang untuk pulang.


Perlahan, Ling Qing Zhu mengambil satu langkah. Tangannya terulur menyentuh batang pohon dan dia sekarang bisa merasakan betapa kasar kulit pohon ini. Padahal sebelumnya, dia seperti hantu yang tubuhnya bisa menembus apa saja.


"Si-Siapa kau?" Xiao Shuxiang kecil terkejut. Dia tidak pernah melihat sosok asing ini.


Ling Qing Zhu berkedip, tatapan mata Xiao Shuxiang mengarah padanya dan itu sudah membuktikan bahwa tubuhnya kini bisa terlihat. Apalagi ekspresi anak laki-laki ini nampak sangat jelas.


Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia pun mulai berjalan sedikit lebih dekat. Raut wajahnya yang tertutup cadar tidak berubah, tetapi sorot matanya mengartikan sesuatu yang lain.


******

__ADS_1


__ADS_2