KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
281 - Penyembunyian (6)


__ADS_3

Ling Qing Zhu menelan ludah, dia hampir mendekati jarak tiga meter dari sosok di hadapannya saat seorang wanita berjalan dan langsung menembus tubuhnya.


Ling Qing Zhu tersentak dan menyadari bahwa dia dalam kondisi yang tidak bisa dilihat oleh Xiao Shuxiang atau pun orang lain. Perasaan ini agak melegakan, jadi dia memutuskan untuk mengambil beberapa langkah lagi.


Xiao Shuxiang yang berusia 32 Tahun itu nampak duduk di sebuah bangku dan sedang menenggak arak. Ekspresinya tenang, tidak tersentuh.


"Hei, Xiao Shuxiang. Coba kau lihat, kehadiran kita seakan tidak di perhatikan oleh orang-orang," Mu Zan meminum arak di cawan keramik miliknya dan kemudian mengambil beberapa kacang.


Mu Zan berkata, "Biasanya saat tahu kita datang ... Mereka akan langsung melarikan diri."


"Hmph, itu karena kau masih belum terkenal."


"Sepertinya tidak begitu," Mu Zan tersenyum dan menatap ke arah Xiao Shuxiang. Dia pun berujar, "Orang-orang ini hanya tahu nama saja. Mereka baru akan sadar saat benar-benar melihat siapa Mu Zan dan Xiao Shuxiang itu,"


"........... Mn, kurasa kau benar."


Mu Zan menyeringai. Dia pun kembali menuangkan arak ke cawan miliknya dan pandangannya lantas mengarah pada salah seorang pelanggan kedai.


"Hei, Xiao'Er. Ayo bermain," Mu Zan buka suara. Nadanya terdengar agak licik.


Xiao Shuxiang menoleh, ekspresi wajah dan tatapan matanya tidak berubah. Dia pun menarik napas dan berkata, "Kau jangan yang aneh-aneh."


"Ayolah, hanya bermain sebentar." Mu Zan tersenyum, "Kita bertaruh. Siapa pun yang kalah ... Dia harus mengikuti setiap ucapan yang menang. Bagaimana?"


Xiao Shuxiang memain-mainkan arak di tangannya, menimbang ucapan Mu Zan sebelum berkata. "Jika aku menang, kau harus menyebutku 'Yang Mulia' dan memberikanku uang."


Mu Zan tertawa, "Tentu saja. Aku bahkan akan memberimu yang lebih dari uang. Tapi jika aku yang menang, kau harus memanggilku 'Tuan Mu Zan' dan memakai pakaian wanita."


"Sialan. Kita lihat siapa yang memakai pakaian wanita pada akhirnya. Kau ingin bertaruh apa?"


Mu Zan menenggak kembali araknya dan memberi isyarat mata pada pemuda di sampingnya. "Kau lihat wanita itu? Dia sedang mengandung. Ayo kita bertaruh. Menurutmu bayinya laki-laki atau perempuan?"


Ling Qing Zhu berdiri tidak jauh dari Xiao Shuxiang dan mendengar percakapan kedua pria ini. Dia menatap wanita yang menjadi bahan taruhan kedua orang ini dan mengerutkan kening. Bagaimana bisa dua sosok ini melakukan taruhan yang tidak masuk akal.


"Konyol," Xiao Shuxiang mendengus. "Apa kau tidak bisa memikirkan taruhan yang lain? Bayi itu bahkan belum lahir, mana tahu laki-laki atau perempuan."


"Tsk, Xiao Shuxiang. Ini hanya permainan, kau ini membosankan sekali.."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian menggeleng pelan. Dia memperhatikan wanita yang terlihat berbicara dengan beberapa temannya dan kemudian mulai buka suara.


Xiao Shuxiang berujar pelan, "Kurasa ... Bayinya perempuan."


Mu Zan tersentak dan seketika menjadi bersemangat. "Baiklah, karena kau sudah memilih maka aku juga. Bayinya laki-laki,"


Ling Qing Zhu bernapas pelan. Pria yang mempunyai rambut berwarna merah ini sangat aneh. Dia baru akan memikirkan sebuah pendapat saat tiba-tiba pria berambut merah tersebut memanggil wanita yang menjadi bahan taruhan mereka.

__ADS_1


"Mu Zan, apa yang kau lakukan?" Xiao Shuxiang tersentak. Pertanyaannya juga sama seperti yang dipikirkan oleh Ling Qing Zhu saat ini.


Mu Zan berkata, "Kita harus memastikan jawaban yang benar, kan?"


Mu Zan menaikkan tangan dan dengan ramah memanggil, "Nyonya! Apa anda bisa kemari?"


Wanita yang berpakaian putih dengan corak bunga itu melihat seorang pria yang memanggilnya. Dia pun berjalan mendekat dan dengan ramah menyapa.


"Tuan ini ... Anda memanggil saya?"


Nyonya itu tersenyum manis ke arah Mu Zan sebelum melirik sosok yang duduk di samping pria ini dan merasa gugup.


Awalnya dia agak takut sebab aura pria yang berpakaian serba hitam itu sangat mencekam, tetapi senyum ramah dari pria berambut merah ini membuatnya merasa tenang.


Mu Zan berkata, "Nyonya. Aku minta maaf sebelumnya. Kami sedang bosan dan melakukan permainan kecil saat ini. Aku dan temanku sedang bertaruh tentang apa kau mengandung anak laki-laki atau perempuan. Apa kau bisa memberi tahu kami?"


"Ah ..." Nyonya yang cantik itu tersentak, tetapi kemudian merasa agak malu. Dia pun dengan ramah berkata, "Aku juga tidak tahu. Tapi tabib mengatakan bahwa ini adalah laki-laki,"


"Oh ..." Mu Zan mengangguk pelan dan kemudian bertanya, "Nyonya sudah mengandung berapa bulan?"


Xiao Shuxiang berwajah gelap. Dia pun menoleh ke arah Mu Zan dan kemudian buka suara. "Tidak baik menanyakan itu,"


"Ah, tidak apa-apa." Nyonya yang cantik itu melambaikan tangan. Pipinya nampak memerah sebab tidak menyangka suara pemuda yang menawan ini terdengar sangat indah di telinganya.


Dia pun berdeham dan dengan malu-malu berkata, "Ini sudah masuk bulan ketujuh..."


Ling Qing Zhu berkedip. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa rekan dari Wali Pelindungnya ini begitu murah senyum dan baik. Sifat pria bernama Mu Zan ini berbeda sekali dari Xiao Shuxiang.


Mu Zan mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan Nyonya ini. Dia pun mempersilahkan Nyonya tersebut untuk kembali bersama teman-temannya lagi.


Ling Qing Zhu melihat wanita itu tersenyum, mengangguk pelan sebelum kembali berjalan. Tidak ada yang janggal dari kondisi ini, tetapi dia mendengar suara helaan napas rekan Xiao Shuxiang.


"Haah ... Tujuh bulan," Mu Zan kembali meminum arak miliknya. Dia pun berkata, "Berarti untuk memastikan siapa di antara kita yang jawabannya benar harus menunggu dua bulan lagi. Kau tidak keberatan menunggu kan, Xiao'Er?"


Xiao Shuxiang menuangkan arak di cawan miliknya. Dia baru saja akan menjawab ketika Mu Zan kembali buka suara.


"Aku tahu kau ini suka menunggu, tapi aku orang yang tidak sabaran. Jadi bagaimana jika kita pastikan sekarang, Mn?" Mu Zan tersenyum tipis dan mulai memanggil kembali Nyonya yang cantik itu.


"Mu Zan, aku memperingatkanmu-"


Ucapan Xiao Shuxiang belum selesai ketika Mu Zan melesat dan langsung menyerang perut dari wanita itu hingga mengejutkan semua orang. Ling Qing Zhu kaget dengan keadaan yang begitu cepat berubah menjadi mengerikan ini.


Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya dan kemudian berdiri. Dia melihat Mu Zan yang tanpa ragu membelah perut wanita cantik itu sambil memperlihatkan seringaian khas-nya.


Ada seseorang yang berteriak dan lantas menyerukan nama 'Xiao Shuxiang'. Di saat yang bersamaan, Xiao Shuxiang mendengarnya dan menoleh. Semua orang kaget bukan main dan berteriak sambil berlari secepat yang mereka bisa.

__ADS_1


Kekacauan ini membuat Ling Qing Zhu mengedarkan pandangannya dengan ekspresi yang sulit diartikan. Dia melihat jelas bahwa Xiao Shuxiang sama sekali tidak melakukan apa-apa, tetapi entah kenapa orang-orang terus berlari sambil meneriakkan nama Wali Pelindungnya itu. Padahal yang melakukan tindakan kejahatan dan tidak manusiawi ini adalah pria yang bernama Mu Zan.


"Ah, sial. Bayinya ternyata perempuan." Mu Zan berdecak kesal dan kemudian mencengkeram kuat leher bayi di dalam perut wanita yang sudah dia koyak secara paksa.


"Xiao'Er, kau menang." ekspresi Mu Zan terlihat kecewa, rasanya seakan-akan dia sangat ingin memenangkan taruhan ini.


"Haaah ... Aku harus menghibur diriku," Mu Zan berdiri dan kemudian berjalan pergi. "Ayo mencari gadis di desa lain,"


Xiao Shuxiang menatap punggung Mu Zan yang semakin menjauh. Tidak ada orang lagi di tempat ini. Semuanya pergi dan kondisi di sekitarnya begitu kacau. Dia masih berdiri, sama sekali belum melakukan gerakan apa pun.


Ling Qing Zhu tidak sadar menahan napas. Dia sudah salah mengira tentang sosok bernama Mu Zan ini. Dia jelas saja terkejut, padahal sebelumnya pria itu sangat baik dan bahkan begitu mudah meminta maaf.


Ling Qing Zhu tersentak ketika melihat Xiao Shuxiang berjalan mendekati wanita yang masih hidup itu, namun memang dalam kondisi yang sudah sangat kritis.


Jantung Ling Qing Zhu berpacu dengan kencang. Dia menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang dengan hati-hati mulai memasukkan kembali usus wanita itu dan perlahan menyelipkan tangannya di belakang leher wanita tersebut.


Xiao Shuxiang mengangkatnya pelan dan kemudian menunduk untuk buka suara, tepat di samping telinga wanita cantik itu. Nada suaranya begitu jernih, seperti tetesan air.


"Xiao Shuxiang. Kau bisa mengutuk nama ini, jangan mengampuninya. Jangan pernah diampuni,"


!!!


Ling Qing Zhu tidak tahu mengapa Xiao Shuxiang bisa mengatakan hal seperti itu. Dia berdiri di belakang pria tersebut dan membayangkan bahwa di depannya adalah punggung seorang anak kecil yang berdoa untuk kelincinya.


"Shuxiang ..."


Ling Qing Zhu mengulurkan tangan. Dia tidak takut lagi. Dirinya ingin menyentuh pria yang tidak pernah mengharapkan apa-apa dari orang lain ini. Dia ingin bicara, berkata bahwa Xiao Shuxiang tidak perlu menyembunyikan apa pun lagi.


Di saat tangan itu menyentuh punggung Xiao Shuxiang, pandangan Ling Qing Zhu seketika menjadi gelap dan kemudian terdengar dentuman disertai sentakan yang membuatnya terkejut bukan main.


Pandangan Ling Qing Zhu seketika menjadi terang kembali dan hal pertama yang dilihatnya adalah atap kayu dengan suara-suara yang tidak asing.


"Dia bangun..!"


"Nona Ling? Kau baik-baik saja?!"


Napas Ling Qing Zhu tersengal-sengal. Dia terduduk dan lalu mengedarkan pandangan. Tempatnya berada sekarang adalah salah satu ruangan yang ada di kediaman Tetua Chen Duan Shan.


Ling Qing Zhu melihat Zhi Shu yang terduduk sambil menyentuh tangannya. Raut wajah gadis ini mengandung rasa khawatir yang telah berubah menjadi rasa lega terhadapnya. Dia juga melihat Tetua Chen Duan Shan dan Hu Li yang berekspresi serupa.


"Haaah ... Aku tidak kuat," Yi Wen terlihat menghela napas berat, keringat sudah membasahi tubuhnya dan pandangan matanya terkadang mengabur.


Yi Wen menggeleng pelan dan lalu menatap ke arah Ling Qing Zhu. Dia pun berkata, "Kau sangat beruntung karena aku bisa menarikmu kembali. Jika tidak, kau pasti akan tertarik masuk ke dalam bentang alam jiwa Saudara Xiao yang paling mengerikan,"


"Yi Wen ..." Ling Qing Zhu menatap gadis berambut sepanjang leher ini dan lantas menoleh. Dia menatap Xiao Shuxiang yang masih berbaring tanpa bergerak sama sekali dan tersentak ketika melihat Lan Guan Zhi juga belum sadarkan diri.

__ADS_1


******


__ADS_2