![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Beberapa bangunan di Sekte Pedang Langit terlihat sudah mengalami perubahan. Ini pun juga termasuk Pagoda Tingkat Sembilan di mana Lan Guan Zhi biasa berada.
Xiao Shuxiang menarik napas dalam-dalam dan kemudian bergegas memasuki bangunan Pagoda Tingkat Sembilan. Kedatangannya itu jelas membuat murid Sekte Pedang Langit yang ada menjadi tersentak.
Ada yang memanggil Xiao Shuxiang, tetapi pemuda berpakaian serba putih itu terus berjalan tanpa mengatakan apa-apa. Sifat Xiao Shuxiang yang tidak biasa ini langsung membuat para murid tersebut merasa bahwa ada yang salah.
Xiao Shuxiang menaiki tangga dan menuju ke lantai dua. Dia kini berdiri di depan ruangan yang menjadi kamar teman baiknya. Dia pun berusaha membuka pintu, namun terkejut karena pintu di hadapannya seakan terkunci dari dalam.
"Lan Zhi..! Lan Zhi, ini aku." Xiao Shuxiang memanggil teman baiknya dan mengetuk pintu beberapa kali. Dia ingin menendang pintu ini dengan kasar, tetapi khawatir jika temannya justru semakin marah padanya.
"A-Yuan, kau harus mendengarkanku. Itu tidak seperti yang kau lihat," Xiao Shuxiang berusaha menjelaskan, dia berkata. "Para kultivator itu mengincar gulungannya, bahkan mereka ingin membunuhku. Aku tidak punya pilihan selain-"
"Kau memilikinya,"
Xiao Shuxiang tersentak. Dia mendengar suara tanpa nada teman baiknya dari balik pintu. Dia pun kembali memanggil Lan Guan Zhi, "A-Yuan jangan seperti ini. Ayo buka pintunya,"
"Kau bisa lari dengan memakai cermin pemindah. Atau kau dapat menggunakan pil buatanmu dan melumpuhkan mereka. Tapi kau tidak melakukan itu karena..."
!!!
Xiao Shuxiang terkejut saat pintu di depannya tiba-tiba digeser. Dia langsung berhadapan dengan pandangan Lan Guan Zhi yang sama sekali berbeda dari yang selama ini dia saksikan.
"A-Yuan..."
"Aku tidak pernah memintamu berubah. Aku hanya ingin agar kau bisa menghargai hidup orang lain," Lan Guan Zhi berujar pelan. "Xiao Shuxiang... Nyawa manusia tidak sesampah itu sampai bisa dilenyapkan semaumu."
"................."
"Salahku. Karena berharap Hati Giok Hitam dapat diperbaiki,"
__ADS_1
!!!
Ucapan itu seperti batu besar yang disambar petir bagi Xiao Shuxiang. Pintu di depannya kembali tertutup dan detakan jantung Xiao Shuxiang lebih cepat dari yang pernah dia rasakan sebelumnya.
"Lan Zhi, buka pintunya. Lan'Er kau jangan membenciku. A-Yuan jangan menyerah padaku. Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang memukul pelan pintu di hadapannya dan berusaha membujuk teman baiknya.
"Lan'Er..! Aku salah. Aku tahu aku yang salah. Jangan menyerah padaku Lan Zhi, kau tidak boleh menyerah padaku. Jika kau menyerah, maka aku... Aku," Xiao Shuxiang berat saat menelan ludah. Dia menurunkan pandangan dan suaranya pun memelan saat dia berkata, "Jika kau menyerah, maka aku... Tidak akan bisa kembali."
Xiao Shuxiang tidak mendengar suara dari balik pintu di hadapannya, suasana yang sunyi ini tidak sama seperti kekacauan di hatinya sekarang. Dia bahkan dengan berat hati mulai melangkah mundur dan kemudian berjalan pergi.
Patriarch Lan Xu Jian baru saja akan menemui adiknya karena mendengar dari seorang murid sekte bahwa Lan Guan Zhi sudah pulang. Tapi melihat Xiao Shuxiang yang nampak lesu jadi membuatnya yakin bahwa kepulangan adiknya yang mendadak ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap baik.
"Xiao'Er," Patriarch Lan Xu Jian baru menyapa Xiao Shuxiang, namun jangankan membalas sapaannya---pemuda ini justru berjalan pergi dengan wajah yang terlihat begitu kalut.
Patriarch Lan Xu Jian berkedip. Dia membuka kipas putih miliknya dan menarik napas, "Entah masalah apa yang sedang terjadi pada kedua orang ini,"
Patriarch Lan menggeleng. Dia berjalan dan lantas mengetuk pintu kamar adiknya tersebut. Suaranya pelan saat berkata, "LanLan. Ini aku,"
"Xiongzhang?" Lan Guan Zhi berkedip. Dia sedikit mengedarkan pandangan seakan mencari seseorang, namun tidak melihat siapa pun selain Patriarch Lan di sini.
Lan Xu Jian dipersilahkan untuk masuk. Dia pun lantas mulai duduk dengan tenang dan kemudian memperhatikan ekspresi pemuda di hadapannya. Walau terlihat biasa-biasa saja, tapi dia tahu bahwa Lan Guan Zhi sedang memiliki masalah.
"Apa yang membawa Xiongzhang kemari?" Lan Guan Zhi berujar tenang. Nada suaranya seperti biasa.
Lan Xu Jian menarik napas dan kemudian berujar pelan, "Aku sebelumnya bertemu Xiao'Er di luar dan dia terlihat tidak baik. Apa ada masalah di antara kalian berdua?"
Lan Guan Zhi tersentak. Dia memperhatikan Lan Xu Jian sejenak sebelum pandangannya sedikit menurun. Dia seakan sulit untuk bicara dan membahas hal ini, apalagi sekarang yang lebih penting untuknya adalah menenangkan diri terlebih dahulu.
"LanLan, jika ada hal yang mengganggumu... Kau bisa langsung mengatakannya padaku. Aku akan berusaha untuk membantu. Kau jangan selalu melakukan semuanya sendiri, mengerti?"
__ADS_1
"Xiongzhang..."
*
*
Xiao Shuxiang berjalan keluar dari Sekte Pedang Langit. Dia kembali bertemu gadis yang pernah secara tidak sengaja terlibat dengannya, tetapi dia sama sekali tidak mengatakan apa-apa.
Tindakan Xiao Shuxiang yang seperti itu membuat gadis cantik berpakaian merah muda tersebut nampak kesal. Dia dan kedua pengasuhnya pun berusaha mengejar Xiao Shuxiang yang berjalan keluar melewati gerbang sekte.
"Pemuda tidak tahu malu, berhenti kau. Kita perlu bicara..!" gadis cantik berpakaian merah muda itu terkejut saat melangkah keluar sekte menyusul Xiao Shuxiang---dia pun menyaksikan sebuah cermin setinggi orang dewasa muncul di udara dengan sangat mengejutkan.
Hal mengejutkan lainnya adalah Xiao Shuxiang yang melangkah memasuki cermin tersebut. Gadis cantik dengan kedua pengasuhnya itu bahkan sampai syok karena hal yang mereka saksikan.
Xiao Shuxiang sebenarnya pergi ke Dunia Demon dengan memakai Cermin Pemindah. Dia tiba di wilayah Gunung Kaisar Hitam, tempat di mana paman Wu Yu-nya tinggal dan menjadi penguasa.
Dunia Demon tidak banyak mengalami perubahan dan karena itulah saat Xiao Shuxiang melangkah setelah sekian lama kemari---dia merasa sangat merindukan suasana di tempat ini.
Para penjaga istana tempat Wu Yu tinggal terlihat terkejut bukan main dengan kedatangan Xiao Shuxiang yang sangat tidak terduga. Mereka langsung menjadi heboh dan berusaha sebaik mungkin menjamu Xiao Shuxiang di samping mengabarkan tentang kedatangan pemuda ini kepada Wu Yu.
"Tuan Muda duduklah dulu. Anggap seperti rumah sendiri, saya akan segera kembali."
"Buat diri Tuan Muda Xiao nyaman, jangan ragu meminta sesuatu."
"...................." Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun selain membalas dengan sebuah gumaman pelan. Para penjaga istana ini seakan begitu heboh dengan kedatangannya yang begitu mengejutkan.
Wu Yu, pemilik dari wilayah Gunung Kaisar Hitam sekaligus paman angkat dari Xiao Shuxiang itu saat ini sedang berlatih di hutan buah persik miliknya. Dia begitu serius berlatih ketika beberapa Demonic Beast datang dengan membawa kabar bahwa Xiao Shuxiang datang.
Tentu saja ini kabar yang mengejutkan, pasalnya sudah sekian lama Xiao Shuxiang tidak berkunjung. Dia sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan ini, Wu Yu justru senang karena keponakan angkatnya masih ingat tentang tempat ini.
__ADS_1
******