![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Wang Zhao terkejut saat membaca isi gulungan yang ada di tangannya. Senyuman dan tatapan mata penuh rasa kekaguman terlihat di wajahnya.
"Pamanku benar-benar hebat. Dalam waktu cepat, dia berhasil mengumpulkan informasi sebanyak ini." Wang Zhao membaca setiap tulisan di gulungan yang ada di tangannya dan berdecak kagum.
"Aku sudah tahu bahwa Tuan Xiao adalah alkemis, tapi lumayan juga karena selain dia seorang cucu kaisar, penempa pedang, dia juga memiliki relasi dengan banyak orang hebat. Hmm.. Kalau kuingat lagi, memang pantas Tuan Xiao terlihat sangat angkuh."
"Waah, apa ini? Dia terlibat dalam dua perang besar dan menyelamatkan benua timur, kini disebut sebagai Sang Bintang Pelindung?" Wang Zhao menengadah menatap langit-langit kamarnya, terlihat memikirkan sesuatu.
"Di sini juga ditulis tentang Wyvern dan kemunculan Pusaka Langit saat perang itu. Kemudian kebangkitan mayat hidup yang merupakan kultivator dari masa lalu. Paman Wang Hu Zhuang benar-benar berkomitmen dalam tugas yang kuberikan padanya,"
Wang Zhao berkedip dan seulas senyum terlihat di wajahnya, "Aah... Ini dia. Hubungan dengan Shuai Niao. Nama ini... Aku sudah lama tidak mendengarnya. Jika Tuan Xiao mempunyai hubungan dengan orang ini, maka dia pasti Xiao Shuxiang yang itu."
Wang Zhao tertawa, "Astaga... Waah... Jadi itu Xiao Shuxiang Sang Bintang Penghancur? Dia benar-benar berbeda dari yang Mu Zan katakan padaku. Ha ha, menarik sekali."
"Sang Bintang Penghancur yang sangat terkenal kejam dan juga brutal. Sosok yang dibenci oleh ketiga aliran justru disebut sebagai penyelamat Benua Timur. Anehnya, tidak ada informasi tentang identitas Tuan Xiao yang merupakan Sang Bintang Penghancur ini. Bukankah itu berarti..."
Wang Zhao menggeleng, dia berdecak dan berkata. "Selesai mandi otakku benar-benar menjadi encer. Aku bahkan sudah memikirkan banyak rencana untuk melumpuhkan Tuan Xiao. Tangan ini... Tentu saja tidak perlu sampai bergerak sendiri melakukannya,"
"Hmm... Mu Zan tidak bersama Xiao Shuxiang dan Xiao Shuxiang ini sendiri mempunyai usia yang begitu muda, tidak seperti sebelumnya. Aku bahkan terlambat mengenalinya. Hubungannya dengan para kultivator aliran putih juga nampak baik. Mungkinkah..."
Warna mata Wang Zhao berubah gelap sepenuhnya dan gulungan yang dia letakkan di meja pun langsung diselimuti asap merah. Tulisan pada benda itu dengan cepat berubah ukiran dan dengan sebuah gambar segel.
Tangan Wang Zhao terulur dan mengusap tulisan pada gulungan di hadapannya. "Tulisan Mu Zan ini adalah tentang Jurus Kebangkitan Kembali yang dibuat Xiao Shuxiang. Aku pernah mencoba menggunakan jurus ini dengan sedikit perubahan, alhasil aku terlahir kembali di Sekte Lembah Iblis. Jadi mungkin saja Xiao Shuxiang juga melakukan hal yang sama,"
"Baiklah, sulit mengatasi orang seperti ini. Aku memang butuh melakukan beberapa pengujian padanya," warna mata Wang Zhao kembali seperti semula dan bersamaan dengan itu---benda di hadapannya pun berubah menjadi butiran cahaya sebelum akhirnya menghilang.
__ADS_1
*
*
Liu Wei Lin terlihat mendengarkan penjelasan dari Tetua Jing Yufeng. Dia melambaikan kipas merah miliknya dan memperhatikan para murid Istana Seribu Pedang yang terlihat sangat serius. Dia pun menutup kipas miliknya dan kemudian merapikan posisi duduknya.
Liu Wei Lin hanya bisa menjaga citra tenang selama beberapa saat sebelum dia kembali melambaikan kipas miliknya. Dia pun lantas menyenggol Wang Zhao yang duduk di sampingnya dan berujar pelan, "Apa kau tidak pegal terus duduk seperti itu?"
"Diamlah,"
"Hah, sekarang kau jadi murid yang disiplin?" nada suara Liu Wei Lin terdengar menyindir.
Wang Zhao menoleh sekilas sebelum kembali memandang ke depan. Dia pun berujar pelan, "Jika kau terus bersikap seperti itu... Kau tidak akan bisa mendapatkan pencapaian dalam hidupmu. Perhatikan apa yang diajarkan oleh Tetua Jing Yufeng. Mungkin saja kau bisa sedikit meniru sifatnya,"
"Memang ada apa dengan sifatku? Aku ini sangat baik, luar biasa baik, 'Tuan Baik Liu', bahkan kau tidak akan bisa menemukan orang yang sebaik diriku."
"Pst! Wang Zhao..!"
Baru saja Wang Zhao akan fokus, kali ini dia justru dipanggil oleh murid Istana Seribu Pedang yang tak lain adalah Li Huanshou. Dia pun terpaksa menoleh.
Li Huanshou bergeser sedikit dan kemudian berujar pelan, "Kudengar Saudara Xiao pulang karena menyusul Tuan Muda Lan yang marah padanya. Apa kau tahu... Kenapa mereka bisa bertengkar?"
Wang Zhao menoleh. Dalam hati di tersenyum karena mendapatkan waktu yang tepat. Dia pun menurunkan pandangan dan berpura-pura menghela napas, seakan kecewa.
Wang Zhao menggeleng, "Sebenarnya... Ini terjadi saat insiden di Sekte Lembah Iblis,"
__ADS_1
Wang Zhao berujar pelan, tetapi memastikan bahwa suaranya tetap terdengar oleh murid Istana Seribu Pedang yang ada di dekatnya. Dia berkata, "Tuan Xiao sebenarnya berhasil mengumpulkan lembar dari Kitab Pembunuh Matahari. Tuan Xiao mungkin ingin menyimpan dan mengamankan kitab itu, tetapi Tuan Muda Lan mungkin menganggap hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Kupikir karena kesalahpahaman yang terjadi hingga ini mempengaruhi hubungan Tuan Muda Lan dengan Tuan Muda Xiao,"
Saat Wang Zhao mengatakan bahwa Xiao Shuxiang mendapatkan Kitab Pembunuh Matahari yang lengkap---Li Huanshou dan juga beberapa murid Istana Seribu Pedang di dekatnya terkejut. Mereka jelas tidak menyangka bahwa kitab yang begitu dicari kini sudah lengkap dan berada di tangan Xiao Shuxiang.
Liu Wei Lin juga sangat terkejut. Dia memukul pelan lengan Wang Zhao dengan kipas merah miliknya dan bertanya, "Apa kau serius bahwa Kitab Pembunuh Matahari ada pada belahan jiwaku?"
"Terserah jika kau tidak percaya, tapi aku mengatakan yang sebenarnya. Lagipula... Aku sendiri yang melihatnya, bahkan mendengar Tuan Xiao dan Tuan Muda Lan bertengkar."
Tentu saja ada dari kata-kata Wang Zhao yang berbohong, tetapi karena dia dikenal sebagai pemuda yang baik dan polos---semua orang pun mempercayai ucapannya.
Wang Zhao tidak terlalu banyak menjelaskan karena dengan begini pun---dia sudah bisa melihat ada beberapa orang yang nampak mulai tertarik merebut Kitab Pembunuh Matahari.
Wang Zhao pun lantas mengangkat tangannya dan berujar dengan sopan, "Tetua Jing..! Apa saya boleh menanyakan sesuatu?"
Jing Yufeng melihat Wang Zhao yang duduk di barisan kedelapan. Dia pun dengan tenang berkata, "Apa yang ingin kau tanyakan?"
Wang Zhao menurunkan tangannya dan lalu berterima kasih. Dia pun berujar, "Ini tentang Alam Kultivasi Atas dan Kultivasi Bawah. Aku ingin tahu apa yang membuat kedua tempat ini berbeda sebab aku melihat Mo Huai dan Tuan Xiao yang merupakan kultivator, tetapi praktik mereka sangat rendah."
Tetua Jin YUfeng dengan tenang menjelaskan, "Perbedaan antara kedua hal ini sebenarnya terletak pada tingkat kepadatan energi spiritual yang berada di alam sekitarnya. Di tempat ini, energi spiritual lebih pekat dan murni. Berbeda dengan Alam Kultivasi Bawah yang energi spiritualnya tipis,"
"Apa..." Wang Zhao terlihat ragu-ragu bertanya, dia pun berkata. "A-Apa menurut Tetua Jing... Kultivator dari tempat ini akan menang melawan kultivator dari Alam Kultivasi Bawah?"
"Tidak bisa diprediksi. Semua tetap berasal dari kemampuan masing-masing," Tetua Jing Yufeng berkata, "Tetapi akan jauh lebih baik jika seseorang bisa mengendalikan diri dan menggunakan kekuatannya untuk menciptakan perdamaian,"
Wang Zhao tersenyum dan mengangguk pelan. Dalam hati, dia membatin. "Kekuatan untuk menciptakan perdamaian? Aku rasa... Itu akan sulit terjadi, Tetua Jing. Apalagi sekarang... Aku melihat ada di antara muridmu yang lebih tergiur merebut Kitab Pembunuh Matahari daripada yang lain,"
__ADS_1
******