![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERHATIAN
EPISODE MENGANDUNG SEDIKIT ADEGAN BROMANCE. HARAP BIJAKLAH DALAM MEMBACA^^ Terima kasih,
*
*
*
Yi Wen tidak henti-hentinya dikejutkan oleh sikap Ling Qing Zhu. Apalagi, gadis ini sudah mulai berani membalas setiap ucapannya. Dia baru akan bicara saat mendengar suara Ling Qing Zhu lagi.
"Nona Wen saudara dari Shuxiang. Dia tidak akan menikahi saudaranya. Kalian tidak bisa bersama,"
"Nona Ling," Yi Wen melakukan pembelaan. "Kami hanya saudara seperguruan, tidak terikat darah. Apa kau sudah lupa itu?"
"........... Aku ingat. Tapi Shuxiang hanya menyukaiku,"
Yi Wen mendengarnya. Dia benar-benar bisa memastikan bahwa telinganya tidak mengalami gangguan. Gadis cantik di sampingnya ini baru saja memberikan penegasan bahwa Saudara Xiao-nya tidak akan menyukai gadis mana pun selain Ling Qing Zhu.
Yi Wen tidak mau menyerah, dia dengan serius berkata. "Saudara Xiao-ku adalah laki-laki, Nona Ling. Jika perhatian yang ditunjukkannya kepadamu justru kau abaikan, maka dia tidak mungkin akan tetap tinggal bersamamu."
"..............."
Ling Qing Zhu memperhatikan Yi Wen, namun tidak mengatakan apa-apa. Dia yakin Wali Pelindungnya bukan orang yang seperti itu.
Jika Xiao Shuxiang ingin meninggalkan dirinya, maka itu sudah lama dilakukan. Ling Qing Zhu tidak pernah memaksa Xiao Shuxiang untuk menjalin hubungan dengannya, begitu pun sebaliknya.
"..............."
Saat Ling Qing Zhu sedang memikirkan tentang apa yang dia sukai dari sosok Wali Pelindungnya, di saat yang sama pemuda yang sedang berlatih pedang itu menatap ke arahnya.
Ling Qing Zhu tertegun melihat senyum yang dipelihatkan oleh Wali Pelindungnya, itu terlihat sangat indah dan penuh pesona. Pemuda itu mungkin tidak tahu betapa memikatnya dia saat sedang tersenyum.
Tetua Wang Jing Li sendiri menegur Xiao Shuxiang karena pemuda itu kembali melakukan beberapa kesalahan pada gerakan berpedangnya.
Tetua Wang Jing Li kemudian meminta murid-murid yang lain untuk melanjutkan jadwal belajar mereka. Yang tinggal kini hanya Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, Yi Wen, Bocah Pengemis Gila dan tiga orang murid perempuan termasuk Zhao Lu Si.
"Kendurkan tanganmu sedikit," Tetua Wang Jing Li memberi arahan pada Xiao Shuxiang, dia berkata. "Tumpukan berat badanmu pada tumit, perhatikan posisi pinggulmu. Kau ini, angkat bokongmu..!"
"Jangan ditepuk!" Xiao Shuxiang spontan menjerit, dia kaget karena bokongnya mendapat tamparan yang sebenarnya tidak sakit, tetapi begitu memalukan.
"Kau ini lembek sekali, seperti perawan saja. Cepat mulai kembali...!"
"Astaga, Tetua menyebalkan ini..." Xiao Shuxiang menatap Tetua Wang Jing Li dan kemudian mengembuskan napas. "Jika saja aku tidak membutuhkanmu, maka tindakan semacam ini mana mungkin bisa kutolerir."
Xiao Shuxiang menahannya dan kembali melakukan gerakan berpedang. Dirinya benar-benar harus bersabar di bawah bimbingan Tetua Wang Jing Li. Ini semua demi dirinya sendiri.
"Tetap lanjutkan seperti itu," Tetua Wang Jing Li berujar yang kemudia dianggukan oleh Xiao Shuxiang. Dia pun berjalan ke tempat di mana Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi dan yang lainnya berada.
Xiao Shuxiang adalah amatir dalam seni berpedang. Dia bahkan tidak tahu bahwa Seni Berpedang mempunyai tingkatannya sendiri-sendiri. Yang pemuda itu ketahui hanyalah mengayunkan senjatanya hingga sekuat aliran sungai yang deras.
"..............." Tetua Wang Jing Li terlihat menyilangkan kedua tangannya sambil memperhatikan gerakan Xiao Shuxiang.
Dalam dunia para pendekar, apalagi bagi mereka yang belajar di bawah bimbingan seorang guru----ada tiga tahap dalam penguasaan Seni Berpedang.
Pertama adalah tahap Energi Pedang, di mana seseorang dapat menggunakan Qi untuk memegang pedangnya. Orang itu tidak perlu menyentuh senjatanya secara langsung memakai tangan, dia hanya perlu menggunakan Qi untuk mengontrol gerak pedangnya.
Kedua merupakan tahap Pemahaman Pedang, di mana seseorang akan punya keterampilan lebih mendalam jika bisa sampai pada tingkatan ini. Ketiga dan yang terakhir adalah tahap Jiwa Pedang yang bila menguasai tingkatan ini-----seseorang akan menuju pada ranah seni berpedang yang tidak terduga.
__ADS_1
Tentu saja, sulit bagi seseorang untuk bisa mencapai ketiga tahapan tersebut. Bahkan ada orang yang membutuhkan waktu hampir seumur hidupnya hanya untuk mencapai tahap Energi Pedang.
"..............." Tetua Wang Jing Li melirik ke arah Lan Guan Zhi yang disadari oleh pemuda berpita dahi itu. Dirinya pun memberi isyarat mata dan dianggukkan oleh pemuda tampan tersebut.
Xiao Shuxiang yang sedang fokus berlatih sendiri tidak menyadari siasat Tetua Wang Jing Li. Xiao Shuxiang baru tahu saat sebuah serangan datang dari arah belakang, namun dengan gerakan cepat dia menahannya.
Yīng xióng berbenturan keras dengan pedang seorang pemuda yang tidak lain adalah milik Lan Guan Zhi. Pakaian putih yang mereka kenakan nampak berkibar dan secara bersamaan pun tercipta angin kejut yang cukup kuat.
Bocah Pengemis Gila, Yi Wen, Zhao Lu Si dan murid perempuan Sekte Lautan Awan yang menyaksikan hal itu nampak terkejut. Mereka tanpa sadar membuka mulut dan sampai terperanjak saat melihat Xiao Shuxiang yang sebelumnya berlatih sendiri kini mulai bertukar serangan dengan Lan Guan Zhi.
Ling Qing Zhu menyaksikan bagaimana pedang Lan Guan Zhi sengaja terlepas dari tangan dan melesat menyerang Xiao Shuxiang. Pemuda yang merupakan teman baik dari Wali Pelindungnya itu ternyata sudah menguasai tahap Energi Pedang dengan sangat baik.
Xiao Shuxiang menggunakan Yīng xióng untuk menangkis serangan pedang yang melayang itu. Dia berada dalam posisi bertahan, sebelum mulai menghentak kakinya dan ikut melepaskan Yīng xióng.
?!
Tetua Wang Jing Li tersentak. Pedang Xiao Shuxiang melayang dan saling berbenturan dengan pedang milik Lan Guan Zhi. Dia berkedip karena ternyata Xiao Shuxiang juga menguasai tahap Energi Pedang.
"........... Dia mulai menarik," Tetua Wang Jing Li bergumam. Dia kini bisa melihat nilai di dalam diri Xiao Shuxiang. Pemuda itu sekarang tidak lagi menjadi Bocah Payah di matanya.
Xiao Shuxiang bertukar serangan dengan sengit, begitu pun dengan keadaan dari senjatanya sekarang. Bahkan, angin kejut yang tercipta telah memisahkan daun-daun dari tangkainya dan melayang mengikuti arah angin.
Lan Guan Zhi bertukar pukulan dengan teman baiknya. Dia dan Xiao Shuxiang memakai tendangan, bahkan dedaunan yang mengelilingi mereka pun juga ikut menjadi senjata.
"........... Lan'Er, kau semakin hebat saja." Xiao Shuxiang tersenyum, dia memuji teman baiknya ketika kepalan tangannya ditahan oleh tangan besar Lan Guan Zhi.
"Mn, perhatikan langkahmu."
"Bertukar serangan denganmu rasanya mengingat kenangan masa lalu. Tapi seperti waktu itu .... Aku tidak akan main-main," suara Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menjadi dingin dan dia mempercepat serangannya.
Bocah Pengemis Gila yang melihat itu sampai menahan napas. Dia menelan ludah dan dengan ekspresi pucat mulai berujar pada Yi Wen, "Kupikir .... Mereka berdua adalah teman baik. Kenapa yang terlihat justru keduanya seakan .... Ehm berusaha saling membunuh satu sama lain?"
Yi Wen, "Aku juga tidak menyangka akan melihat pemandangan semacam ini. Aku sendiri merasa bahwa Saudara Xiao-ku dan Tuan Muda Lan saling memendam kebencian satu sama lain,"
Suara bagai ledakan besar terdengar bersamaan dengan ucapan Bocah Pengemis Gila. Suara tersebut dihasilkan dari benturan tangan Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi yang memakai energi spiritual yang kuat.
"..............." Xiao Shuxiang merasa bahwa tangannya mati rasa, tetapi ekspresi wajahnya tidak berubah. Dia pun kembali melakukan serangan dan kali ini melesat untuk meraih Yīng xióng.
Lan Guan Zhi juga ikut meraih pedang miliknya dan pertarungan dengan senjata mulai berlangsung. Angin kejut dan suara benturan pedang mereka membuat siapa pun yang menonton menjadi gugup.
"Perhatikan langkahmu, Xiao Shuxiang!" Tetua Wang Jing Li memberi arahan dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.
"Tetua Wang, kau jangan berteriak begitu! Kau mengganggu konsentrasiku--!" Xiao Shuxiang menghindari serangan Lan Guan Zhi yang begitu gesit.
Tetua Wang Jing Li mengerutkan kening dan kembali bersuara, "Bukan seperti itu. Praktekkan gerakan berpedang yang kau pelajari barusan..!"
Tetua Wang Jing Li berkata, "Jika kau memakai teknik berpedangmu yang biasa, pelatihan ini sama sekali tidak ada artinya."
"Tsk," Xiao Shuxiang terganggu dengan Tetua Wang Jing Li meski pria itu berniat baik. Masalahnya, Lan Guan Zhi terus saja menyerangnya tanpa membiarkan dia mengatur posisi yang baik.
"Konsentrasilah..!" Tetua Wang Jing Li kembali berseru, "Usahakan mencari celah untuk mengubah posisimu. Kau harus pahami bahwa lawanmu tidak akan memberimu waktu,"
"Aku tahu ...." Xiao Shuxiang menghindari serangan Lan Guan Zhi, "Aku bisa saja menghadapinya dengan cara yang biasa kulakukan. Tetapi jika menerapkan teknik berpedang yang baru kupelajari .... Ini benar-benar sulit,"
Xiao Shuxiang merutuk di dalam hati, namun berusaha untuk berkonsentrasi. Sungguh, setiap gerakannya benar-benar kacau karena harus sesuai dengan apa yang dia pelajari tadi.
Tentu saja. Sebagai seseorang yang hanya menyerang secara sembarangan, Xiao Shuxiang akan sangat kesulitan jika dia harus mengatur gerakannya menjadi lebih rapi. Itu akan terlihat begitu sangat berantakan pada awalnya.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi terus melakukan serangan pada teman baiknya. Dia agak tersentak saat Xiao Shuxiang mulai bisa mendapatkan posisi yang baik.
__ADS_1
"..............." Lan Guan Zhi tidak hanya membantu Xiao Shuxiang. Dia juga berlatih.
Mengetahui bahwa teman baiknya mampu mengambil celah di antara gerakan serangannya, maka itu berarti dia masih memiliki kekurangan. Tapi dibandingkan itu semua, dia kagum sebab Xiao Shuxiang masih mampu bertahan dari serangannya meski mempunyai praktik kultivasi yang begitu rendah.
Pelajaran dari setiap pengalaman hidup teman baiknya memang tidak pernah mengecewakan. Xiao Shuxiang memang mempunyai kekurangan pada teknik dasar berpedang, tetapi kekuatan dari serangannya bagai aliran deras sebuah sungai.
Bocah Pengemis Gila menelan ludah dan menyenggol Yi Wen, dia pun berkata. "Apa kau percaya .... Bahwa orang yang berteman baik akan bisa saling membunuh?"
Yi Wen menatap pria di sampingnya dan kemudian menjawab, "Saudara sendiri yang jelas-jelas sedarah bisa saling menghabisi satu sama lain, apalagi jika hanya hubungan yang sebatas 'teman baik.' Meskipun aku sangat tidak rela jika Saudara Xiao-ku dan Tuan Muda Lan saling menyakiti, tapi ...."
"..............." Ling Qing Zhu mendengar penuturan Yi Wen dan dirinya pun berujar tanpa nada, "........... Itu tidak akan terjadi."
Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila mendengarnya, begitu pun dengan Zhao Lu Si dan tiga murid perempuan Sekte Lautan Awan. Mereka menatap Ling Qing Zhu dan memperhatikan gadis cantik, berambut putih tersebut.
Yi Wen berkedip, "Apa maksudmu..?"
"..............." Ling Qing Zhu tidak menjawab dan sebagai balasan, dia hanya menatap ke depan seakan-akan memberi isyarat agar Yi Wen mengikuti pandangannya.
Lan Guan Zhi melihat ada sedikit celah pada pergerakan Xiao Shuxiang dan memberikan tendangan yang rupanya masih bisa ditangkis oleh senjata teman baiknya itu.
Hanya saja karena tendangan Lan Guan Zhi terlalu kuat dan posisi kaki Xiao Shuxiang sendiri yang tidak baik, dia pun terdorong mundur hingga terjatuh.
Di saat yang bersamaan, Lan Guan Zhi kaget dan bergegas menghampiri Xiao Shuxiang. Dia bahkan melempar pedang miliknya ke sembarang tempat.
"Saudara Xiao...!" Yi Wen berseru. Dia pun sama kagetnya, bahkan Bocah Pengemis Gila juga ikut menyerukan nama Xiao Shuxiang.
Ling Qing Zhu dan Zhao Lu Si, serta tiga murid perempuan Sekte Lautan Awan yang ada di tempat itu pun ikut berseru. Mereka segera menghampiri pemuda tampan tersebut.
"Shuxiang, kau baik-baik saja?" Lan Guan Zhi merangkul lengan teman baiknya. Dia mempunyai kekhawatiran dalam tatapan matanya, apalagi raut wajah temannya begitu pucat.
Xiao Shuxiang sedikit menekan dadanya. Dia memang menahan serangan Lan Guan Zhi dengan Yīng xióng, tetapi tidak disangka tendang tersebut begitu kuat hingga tangannya yang memegang Yīng xióng harus menubruk dadanya sendiri.
"Shuxiang,"
"Tidak masalah, Lan Zhi. Aku--" Xiao Shuxiang terbatuk. Dia sebenarnya tidak akan terluka dan bisa membalik keadaan jika dirinya tidak melakukan apa yang Tetua Wang Jing Li arahkan.
Xiao Shuxiang mencoba mengatur napasnya, hanya saja dia masih terbatuk. "Luar biasa, menjadi orang baik benar-benar sulit. Padahal jika ingin menjadi penjahat----aku hanya butuh membunuh satu orang dan semua kejahatan akan dilimpahkan kepadaku,"
"Apa sangat sakit?" Lan Guan Zhi cemas karena teman baiknya terus terbatuk. Dia memang tidak memperlihatkan itu dari raut wajahnya, tetapi tatapan matanya nampak sangat jelas.
"Saudara Xiao~ kau baik-baik saja?! Kau tidak apa-apa, kan?!" Yi Wen cemas dan baru akan menyentuh tangan Saudara Xiao-nya saat sesuatu tiba-tiba terjadi.
Xiao Shuxiang yang baru akan menjawab pertanyaan Yi Wen mendadak terkejut saat Lan Guan Zhi mulai mengangkat tubuhnya. Dia digendong!
"Lan Zhi..?! A-apa yang kau lakukan?!" Xiao Shuxiang panik, namun tidak butuh waktu lama sampai dia kembali meringis karena sakit pada dadanya.
"Kita akan mengobatimu," Lan Guan Zhi sama sekali tidak masalah untuk berbuat baik pada temannya. Lagipula ini pun karena tindakannya, dia seharusnya memang bertanggung-jawab.
"Lan Zhi, tapi kau tidak perlu seperti ini." Xiao Shuxiang baru saja memberontak, tetapi tidak bisa. Dia benar-benar sedang digendong saat ini.
"Tu-tunggu Lan'Er. Kau turunkan saja aku. Aku sungguh bisa berjalan sendiri," Xiao Shuxiang jelas saja panik. Ini melukai harga dirinya, apalagi keadaannya yang sekarang justru disaksikan oleh beberapa orang termasuk Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang menggoyangkan kakinya dan terus membujuk agar dirinya diturunkan. Dia meminta tolong pada Ling Qing Zhu, "Kucing Putih. To-tolong bantu aku--"
"Pegang yang erat. Jangan banyak gerak atau kau akan jatuh," Lan Guan Zhi menyela dan berjalan menghampiri Tetua Wang Jing Li sambil menggendong Xiao Shuxiang.
"Tu-tunggu dulu. Kau tidak bisa melakukan ini..! Turunkan aku..! Aku berat, serius."
"Tidak sama sekali,"
__ADS_1
"Lan Zhi..!"
******