KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
145 - Ngarai Xiling


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana?!" Tetua Zhang Shan sudah tidak enak saat mendengar suara yang berasal dari dalam layar giok. Sementara di sisi lain, beberapa tetua memanggil-manggil murid tersebut tetapi tidak ada jawaban lagi.


Xie Yanran, sosok anak perempuan dan merupakan tetua dari Sekte Lautan Awan mulai buka suara. "Portal cahayanya berubah warna, apa itu memang hal yang wajar?"


Tetua Wang Jing Li, sosok pria berotot dan merupakan Shizun dari Yan Tianhen ikut buka suara. Dia menatap Tetua Wang Haoran dan bertanya, "Apa yang kalian rencanakan sebenarnya?! Konferensi macam apa yang kau adakan ini?!"


Tetua Qin Yun dari Sekte Bunga Surga juga menatap Tetua Besar dari Menara Bintang Suci, "Tetua Wang Haoran. Anda yang sudah menyiapkan acara ini dan seharusnya tidak ada masalah. Anda dan Tetua Chen ..... Kuharap tidak ada niatan tersembunyi dari kejadian ini,"


"Tolong tenang dulu, ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan." Tetua Jiao Feng berusaha melerai ketegangan di antara para tetua. Hanya saja keributan juga terjadi di antara tetua dari sekte kecil dan menengah.


Yang menjadi pengatur utama dari segala keperluan yang dibutuhkan dalam Konferensi Aliansi Abadi ini adalah Istana Seribu Pedang dengan Menara Bintang Suci. Sementara sekte lainnya meminta beberapa murid mereka untuk membantu menjadi pengawas dan menjaga ketertiban acara ini.


Tetua Besar Huan Gui Fei dari Sekte Bunga Surga berkata, "Bukankah semua yang berkaitan dengan konferensi ini telah melalui pengawasan yang ketat. Jadi bagaimana bisa hal semacam ini dapat terjadi?"


"Apa tidak bisa mengeluarkan para murid yang ada di dalam Ngarai Xiling?" Tetua Qin Yun bertanya pada Tetua Besar Istana Seribu Pedang.


Tetua Chen Duan Shan memanggil satu orang muridnya untuk mendekat dan jawaban pemuda itu membuat perasaan para tetua semakin tidak nyaman.


"Maaf, Tetua. Portal Cahaya tidak bisa mengeluarkan para peserta. Siapa pun yang ada di dalam sana tidak dapat keluar, sebaliknya orang yang ada di luar dapat masuk. Kami sudah memeriksanya dan ini yang bisa saya katakan,"


Tetua Wang Jing Li melangkah dan lalu membentak, "Apa maksudmu?! Mereka yang di dalam portal cahaya itu tidak bisa kembali kemari sementara yang di luar dapat masuk? Jangan bercanda dan cepat buka paksa portalnya!"


"Tetua, saya minta maaf. Saudara Su yang mengawasi di dalam Ngarai Xiling memberi tahu tentang kejadian aneh dengan para Demonic Beast. Belum lagi..." murid itu menelan ludah dan berkata, "Para peserta entah bagaimana saling menyerang dengan niatan membunuh satu sama lain. Takutnya jika portal cahaya dibuka secara paksa, itu akan rusak dan benar-benar akan memerangkap semuanya."


Wajah murid itu nampak pucat ketika lanjut bicara. "Jika pun dapat keluar, kami khawatir bila mereka menyerang murid-murid yang ada di sini. Kemungkinan besarnya pun, Demonic .... Demonic Beast di dalam ngarai akan ikut keluar."


Mendengar pernyataan itu seperti benturan keras bagi para tetua. Tetua Wang Jing Li menahan napas dan seakan tidak bisa lagi berkata apa-apa.


"Kita harus lakukan sesuatu," Xie Yanran berujar dengan suara yang terdengar dingin. "Aku merasa bahwa kejadian hari ini mempunyai campur tangan seseorang yang berniat membunuh para generasi terbaik Sekte Lautan Awan."


"Tetua Xie, apa maksudmu?" Tetua Shen Shilin menatap anak perempuan di sampingnya, "Anda ingin mengatakan bahwa ini adalah siasat Menara Bintang Suci kami dan Istana Seribu Pedang untuk melenyapkan murid yang menjadi pilar sekte kalian?"


"Hmph," Xie Yanran mendengus, "Aku tidak mengatakan itu. Tapi Tetua Shen sendiri yang berkata demikian, jadi apa yang bisa kulakukan."


"Kau--"


"Sudahlah..." Tetua Meng Hao Niang menyela ketika keadaan antara Shen Shilin dan Xie Yanran hampir memanas.

__ADS_1


Tetua Meng Hao Niang masih dengan wajah mabuknya. Dia berkata, "Jika kalian terus berdebat seperti ini .... Para murid di dalam sana mungkin sudah kehilangan nyawanya."


Xiao Shuxiang berkedip dan berkata. "Tetua Meng, apa kau tidak bisa menaruh kendi labu--mu dulu? Semua orang panik dan kau justru masih minum-minum, apa bagusnya itu?"


"Berandalan Kecil, ssst. Kau jangan pedulikan aku, mengerti?"


"Hmph," Xiao Shuxiang menggeleng pelan.


Tetua Chen Duan Shan mengembuskan napas dan kemudian berkata, "Aku akan memasuki Ngarai Xiling dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana. Prioritas utama saat ini adalah menolong para peserta dan mencari cara untuk mengeluarkan mereka dari ngarai dengan selamat. Aku akan berterima kasih jika para tetua ada yang bersedia ikut denganku,"


"Tidak perlu mengatakan itu, aku juga akan pergi." Tetua Wang Haoran bersuara tegas. Dia merasa bertanggung-jawab atas kondisi yang menimpa para peserta konferensi.


"Aku juga ikut," Tetua Huan Gui Fei buka suara. "Aku tidak bisa tinggal diam melihat kondisi yang membahayakan para muridku,"


Para tetua lainnya juga ikut mengangguk setuju, mereka jelas tidak bisa diam saja. Mereka harus menyelamatkan murid-murid yang terperangkap dalam Ngarai Xiling. Ini tiba bisa ditunda-tunda lagi.


Ling Qing Zhu juga ikut mengangguk pelan, dia merupakan perwakilan dari Tetua Liu Lang dari Sekte Lautan Awan dan dirinya ikut mempunyai tanggung-jawab untuk mengkhawatirkan murid yang dia bawa. Murid Liu Lang yang tak lain adalah Liu Wei Lin.


"Tunggu," Xiao Shuxiang meraih tangan Ling Qing Zhu dan membuat gadis itu menatapnya.


"Shuxiang?" Ling Qing Zhu bersuara tenang.


"Shuxiang...."


"Itu benar," Tetua Chu Sheng Nan yang merupakan wanita berpakaian merah dengan cadar yang menutupi wajahnya mulai bersuara. Dia adalah Tetua dari Gunung Puncak Xiyue dan merupakan Shizun nona Yun Qiao Yue.


Tetua Chu Sheng Nan berujar tenang, "Tidak baik bila semua tetua dari keempat sekte besar pergi. Harus ada yang tinggal dan mengawasi tempat ini. Bagaimana pendapat Anda, Tetua Chen?"


"Mn, itu benar." Tetua Chen Duan Shan mengangguk pelan, "Tetua Besar Huan Gui Fei, Tetua Besar Wang Haoran, Tetua Wang Jing Li, Tetua Chu Sheng Nan, Tetua Meng Hao Niang dan Tetua Xie Yanran akan ikut denganku. Sementara tetua lainnya akan tetap di sini, bagaimana menurut kalian?"


"Aku keberatan..Tetua Meng tidak boleh ikut," Xiao Shuxiang menolak dan ini membuat para tetua terkejut. Sontak saja, mereka memandangi pemuda itu.


"Hei, Berandalan Kecil." Tetua Meng Hao Niang menatap Xiao Shuxiang, "Kenapa kau seperti sangat memusuhiku, hah? Ada masalah apa kau denganku?"


"Aku tidak begitu," Xiao Shuxiang nampak begitu polos tak berdosa saat berkata, "Aku sama sekali tidak memusuhi Tetua Meng. Justru aku sangat menyukaimu, karenanya kau tidak boleh pergi. Kau harus mendengarkan aku kali ini, Tetua."


Ling Qing Zhu, "..............."

__ADS_1


"Aku tidak mau disukai oleh anak bau kencur sepertimu, tidak mau." Tetua Meng Hao Niang kembali menenggak arak pada kendi labunya. Dia membuat Tetua Chen Duan Shan merasa sedikit menyesal karena menyebut nama wanita ini.


"Tetua Meng, jujur saja aku sangat menyukaimu. Tapi kejadian hari ini membuatku merasa bahwa aku tidak mau kau meninggalkan tempat ini." Xiao Shuxiang begitu serius mengatakannya.


Pemuda menawan itu pun melanjutkan, "Ada kemungkinan orang yang ada di balik ini semua sedang menunggu para tetua dari sekte besar memasuki portal cahaya. Orang itu bisa saja menargetkan para murid di tempat ini dan kemampuan alkemismu Tetua Meng lebih dibutuhkan di sini. Lagipula di dalam Ngarai Xiling masih ada Mo Huai dan kupikir cukup banyak juga murid yang mempunyai kemampuan alkemis."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Tempat ini jauh lebih banyak orang dan hanya Tetua Meng yang bisa menangani jika keadaan semakin serius. Ini juga berlaku untukmu, Kucing Putih. Jelasnya kalian tidak boleh ikut,"


Tetua Meng Hao Niang baru akan protes saat Xiao Shuxiang mulai mengajak para tetua pergi dan tanpa peringatan----sosok menawan itu langsung melesat masuk ke dalam portal cahaya.


Ling Qing Zhu tersentak ketika Wali Pelindungnya pergi begitu saja, apalagi sekarang Tetua Chen Duan Shan setuju dengan ucapan Xiao Shuxiang dan lalu meminta sebagian besar tetua untuk tetap tinggal.


Tetua Chen Duan Shan pun lantas mulai melesat memasuki portal cahaya, lima tetua lainnya menyusul dari belakang dan mereka tiba di Ngarai Xiling dengan lokasi yang berbeda-beda.


Xiao Shuxiang tiba di sebuah hutan yang cukup lebat dan dirinya menapak dengan lembut pada sebuah dahan pepohonan. Suara dari benturan senjata terdengar mengalun dan seakan menjadi sambutan akan kehadirannya.


".......... Apa-apaan ini?" Xiao Shuxiang tertegun saat melihat ada beberapa kultivator yang bertarung sengit satu sama lain dan penuh nafsu membunuh. Dia berkedip karena merasa bahwa bertarung antar sesama peserta adalah sebuah pelanggaran.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat ada dua kultivator yang tumbang dan kehilangan nyawanya. Hanya saja dibandingkan bergerak untuk melerai pertarungan sengit itu----dia justru mendengus dan kemudian berjongkok.


Xiao Shuxiang tersenyum, "Hah. Kenapa ini jadi terasa menarik untuk dilihat? Mereka benar-benar saling menghabisi,"


Binar pada mata Xiao Shuxiang begitu jelas, apalagi dia terlihat menunjukkan ketertarikan pada sesuatu yang jelas-jelas tidak boleh dibiarkan begitu saja.


Kultivator dari berbagai sekte itu bertarung karena melihat lawan yang mereka hadapi adalah Demonic Beast, bukan manusia. Mereka seakan terpengaruh dalam ilusi yang dibuat oleh Yi Shisi hingga para kultivator itu tanpa ragu saling menyerang satu sama lain.


"Luar biasa, memang sudah seharusnya pertandingan seperti ini..." Xiao Shuxiang berdecak kagum, "Melihat mereka membuat darahku mendidih. Rasanya aku ingin ikut bergabung,"


Senyuman tidak pernah memudar di wajah Xiao Shuxiang, bahkan napas pemuda itu semakin memberat saat semakin kuatnya debaran dalam dadanya.


"Aku .... Juga ingin melakukannya. Rasanya benar-benar tidak tertahankan," napas Xiao Shuxiang memburu. Tangan kanannya yang mencakar batang pohon sampai terluka dan mengeluarkan darah segar. Dia sungguh sudah menahan diri terlalu lama dan sangat ingin melakukan hal yang menyenangkan.


Dalam penglihatan Xiao Shuxiang pun rasanya----organ dalam para kultivator itu meronta-ronta ingin dibebaskan. Mereka seakan memanggilnya untuk menarik mereka keluar dan memperlihatkannya pada dunia.


Berbahaya! Xiao Shuxiang mulai tidak bisa menahan dirinya lagi. Penglihatannya sudah jauh dari kata waras. Jika sampai dia tidak mampu mengendalikan diri atau seseorang tidak menyadarkannya, maka sesuatu yang buruk pasti akan terjadi.

__ADS_1


******


__ADS_2