
anin sudah selesei memakai bajunya,
lalu memasangkan dengan tas yg ia kenakan,
sepatu yg tidak ber hak aama sekali.
lalu beranjak keluar dari kamarnya,
ia tak lupa membawa hp nya,
ini adalah hari ke2 suaminya tak di rumah,
anin mencoba menelfon suaminya,
beberapa menit
tuuut....tuuut....tuuut...terdengar nada tersambung...tapi suaminya tidak mengangkat,
di cobanya lagi,
tuuuut....tuuuuut....tuuuut....terdengar nada tersambung tapi tak di angkat lagi.
"oh tuhaaan...kenapa hatiku gundaaah...kenapa tuhan..."
kata anin dalam hatinya,
"ah sudahlah...aku pergi saja...siapa tahu nanti akan segar kembali fikiranku,
lalu anin keluar dari kamarnya,
menuruni anak tangga lalu berjalan menuju dimana sahabatnya berada.
"yuk net kita pergi sekarang..."
ucap anin pada neta.
neta yg tahu sahabatnya sudah selesei dan mengajaknya berangkat pun langsung beranjak bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan anin,
sembari berlalu menuju mobil anin yg sudah terparkir di depan.
pak totok sudah berdiri di sana.
"pak...tolong antar kami ya..."
ucap anin pada supir yg akan mengantar nya.
"baik nyonya...silahkan masuk..."
kata pak totok sambil membukakan pintu mobil untuk anin.
kini anin dan neta sudah masuk ke dalam mobil,pak totok pun bersiap melajukan mobil ke tempat yg di tuju mereka.
20 menit kemudian,
__ADS_1
mobil berhenti di mall besar,
tiba2 anin berkata pada temannya.
"net aku gak mau disini..."
ucap anin pada neta temannya.
"kenapa nin??"
tanya neta
"aku capek neta..."
kata anin pada neta.
"maafkan aku nin...aku lupa kamu sedang mengandung..."
ucap maaf neta.
"gak apa2 net...ayuk ke taman aja net...makan eskrim dan kripik kentang..."
ajak anin pada neta.
"pak...ayuk kita ke taman saja pak",
kata neta pada pak totok supirnya.
lalu pak totok melanjukan mobilnya lagi menuju taman yg di inginkan anin.
dan pepohonan yg banyak dan rindang,dwngan jalan setapak yg di modif sedemikian rupa cantiknya dengan tempat2 duduk di tepi2 an jalan setapak.
anin memilih untuk duduk di rerumputan,ia memasuki taman dan hampir duduk,
"nyonya tunggu...aaya carikan tikar dulu",
kata pak totok pada anin.
anin hanya terdiam dan mengangguk,
"pak...sekalian nitip cemilan dong...minum juga..."
kata neta yg lang langsung memberitahu apa saja yg harus pak totok beli,
"andai aku kesini denganmu kak...pasti aku tidak se kesepian ini,
disini ramai banyak orang...tapi masih merasa kesepian",
kata anin dalam hatinya.
tiba2 hp anin berbunyi.
anin cepat melihatnya,siapakah yg swdang menelfon nya,
__ADS_1
dilihatinya layar hp nya,
"kak rendi...."
anin melonjak gembira.
lalu ia mengangkat vidio call di hp nya.
"hai kak rend...kenapa baru kasi kabar si...kau suka menyiksaku ya...kenapa...gak di dekatku gak jauh dariku...kau suka sekali menyiksaku",
nrocos anin pada suaminya seakan ia ingin meluapkan kekesalannya.
rendi melihat istrinya yg kesal,ia tahu...ia tadi tidak mengangkat telephone istrinya hingga beberapa kali.
karena memang rendi sesang fokus pada apa yg di kerjakan.dan di tempat rendi pun...ia tidak sensirian.
"maaf...."
kata yg terucap dari bibir rendi.
"maafkan aku sayang...aku sudah buatmu hawatir ya...aku pantas dapat hukuman,"
nanti kau bisa menghukumku sesukamu",
ucap rendi untuk membuat senyum istrinya.
tapi anin malah terisak isak...ntah apa yg ia fikirkan...ia benar2 merindukan pelukan suaminya saat ini.
ingin sekali di topang dengan tangan kekar suaminya.
"aku merindukanmu kak rend...sangat rindu..."
di sela isakannya.
rendi yg melihat istrinya meneteskan air mata pun ikut berkaca2,
"siyyyaaalll kapan ini usai",
dengus rendi.
"aku ingin cepat memeluk istriku"
ucapnya lagi.
"baiklah cukup2 nangisnya...diliati neta tu..."
kata rendi mencoba mengalihkan perhatian istrinya.
anin lalu menoleh ke arah neta,
tapi neta mengalihkan pandangannya seolah ia tidak melihat anin terisak.
"baik lah...nikmati harimu sayang...jangn bersedih...oke...
__ADS_1
jaga kesehatan,jangan telat makan...dan minum vitamin yg teratur ya..."
pesan rendi pada istrinya.