
anin menghela nafas dalam,lalu ia pun ikut berbaring di sisi suaminya,tangannya memeluk tubuh rendi yang membelakanginya,
"loh...kok ikutan tidur lagi sih sayang?"tanya rendi dengan nada kaget nya,di ikuti sentakan yang langsung merubah posisi tidurnya menjadi terduduk dan matanya dengan tajam menatap istrinya yang ikutan berbaring dan pura pura tidur,
"sayang...ayo bangun...oke kita makan siang ayo...nanti si kecil kita laper lo kalau kamu nya seperti itu,"
dengus kesal rendi karena anin hanya diam saja.
anin membuka matanya tangannya meraih jemari suaminya,dan lagi lagi...
"huuuuooook.....huuuuooookk...."
seketika ia membekap mulutnya dan sontak terbangun dari tidurannya,secepatnya ia lari menuju kamar mandi,sedikit berlari dan secepatnya membuka knop pintu kamar mandi,tidak lupa ia menutup pintu nya dan mengunci pintu nya,di depan kaca di atas wastafel,mual mual nya berhenti,wajah nya menatap kaca di depannya,ia tidak menggubris suaminya yang teriak teriak dari pintu luar kamar mandi,anin membasahi wajahnya lagi mengusap usap.
"aneh sekali...setiap aku mencium bau keringat kak rendi kenapa aku jadi mual mual nggak jelas,"ucap nya sambil mengingat ingat bahwa ia baru saja merebahkan tubuh nya di atas bekas suaminya tidur,
"tuhan...bukankah orang hamil harus nya ingin selalu dekat dengan suaminya?kenapa aku malah mual saat berdekatan dengannya?apa lagi saat mencium keringatnya?"dengus tidak percaya anin pada apa yang ia alami bertolak belakang dari ngidamnya saat hamil nindi.
__ADS_1
anin membuka pintu kamar mandi,ia melihat suaminya menyenderkan punggungnya di tembok sambil tangannya bersedekap di dada,dan sontak rendi berhambur mendekat saat ia lihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi.
"sayang gimana?kamu tidak apa apa bukan?kamu baik baik saja bukan?"tanya rendi dengan cemasnya.sambil kedua tangannya menepuk nepuk pundak anin.
anin hanya tersenyum dan menggeleng,tanda ia baik baik saja,dan tangannya meraih tangan suaminya.menggenggamnya erat.
"pah...aku baik baik saja...jangan khawatir...bukankah ini sudah biasa untuk wanita hamil sayang?"
ucap anin agar membuat tenang hati suaminya.
"baiklah sayang...mari kita makan siang bersama,maafkan aku ya...jika aku cepat bangun tadi saat pertama kamu bangunkan,nggak mungkin kan mual mual kamu kambuh lagi,"ucap maaf rendi sambil membimbing istrinya untuk keluar dari dalam kamar dan turun menuju meja makan.
"mah...pah...lama banget sih...nindi udah mengakar dari tadi loh nungguinnya...papa mama ngapain aja sih?"
nerocos nindi yang nggak karuan.
"nindi...kamu anak cewek sayang...omongannya kenapa kaya kreta tanpa stasiun sih...nggak ada hentinya,"
__ADS_1
ucap mama anin yang membuat nindi mengkerutkan bibirnya ke dalam dan terlintas senyum kecut disana.
rendi menarik kursi untuk istrinya,lalu anin pun mengerti dan kemudian duduk di sana,setelah itu rendi pun berlalu ikut duduk di kursi utama meja makan,ketiganya nengambil makanan mereka,anin pun terlihat mengambil makanan untuk suaminya.
dan seketika...
"huuuuooookkk.....huuuooook...."suara keduanya bebarengan saat menatap piring di depan mereka berisi ikan laut,
nindi kebingungan menatap keduanya bergantian,ia terbengong bengong,bahkan sebelum nindi sempat bertanya pada papa atau mama nya,keduanya sudah berlari menuju wastafel dekat meja makan dan dapur mereka.
anin dan rendi berdesakan berebut menempati depan wastafel itu karena dorongan mual yang menjadi.
anin lebih mengalah...ia memilih mundur selangkah,dan membiarkan rendi menikmati mual mual nya di sana.
sedangkan nindi hanya mengekori menatap heran keduanya yang seperti janjian untuk mual mual nya.
"mungkinkah kak rendi salah makan?hari ini dia seperti keracunan,tidur kelamaan,dan mual mual nggak jelas,"
__ADS_1
ucap anin dalam hatinya,sambil tangannya tak henti henti memijit tengkuk suaminya yang seperti menikmati mual mualnya,padahal nggak ada yang di keluarkan,namun rendi betah di depan wastafel itu.