Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
julukan


__ADS_3

sesaat nindi menatap ke arah laki laki itu,nindi tidak mengingat namanya,ia hanya mengingat wajah laki laki yang pernah ia beri makanan miliknya,


"iya....kau laki itu kan?aku yakin....meski saat itu rambutmu tidak se rapi saat ini sih,"ucap nindi lagi yang hanya di lirik laki laki di sampingnya itu.


"atas dasar apa kau berasumsi aku laki laki kelaparan yang waktu itu kau temui?"tanya laki laki yang tidak terima atas julukan yang nindi lontarkan untuknya barusan.


"karena waktu itu kau bilang bahwa kau ingin makan makanan rumahan milikku,makanya aku berikan...dan lagi terlihat kau bigitu lahapnya menyantap makanan yang aku berikan."ucap nindi dengan sangat sangat santainya.


"ehmmmm...."dehem rendi dari belakang yang mengagetkan nindi dan membuat aditya menoleh ke arahnya.


"ada apa sayang?"tanya rendi sambil menghampiri puterinya itu.


"ini....."tanya rendi yang belum sampai namum sudah di sahut oleh aditya.


"saya aditya wibawa,"ucap laki laki yang berada di samping nindi dengan tangan mengulur menyalami rendi,rendi pun menyambut hangat uluran tangan itu.


"sepertinya aku pernah dengar nama itu,tapi dimana ya?"


tanya rendi dalam hatinya yang masih belum puas karena belum ketemu jawaban yang ia inginkan.

__ADS_1


"kalian saling kenal?"tanya rendi lagi dengan tatapan menyelidik nya.


"kenal apanya pah...nindi nggak kenal tuh...lagian ya nindi nggak pingin kenal juga,"ucap nindi lagi dengan dengusan dan beranjak berjalan pergi meninggalkan dua laki laki di sana.


"maaf...maafkan puteri saya...dia terlalu di manja makannya dengan orang lain seperti itu,"


ucap rendi sambil senyumnya mengembang di bibirnya.


"tidak apa apa pak rendi wijaya.."ucap aditya yang sudah mengetahui siapa rendi sebenarnya,


lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan rendi yang terbengong mematung di sana.padahal ia belum memperkenalkan dirinya,tapi laki laki yang bernama aditya itu sudah mengetahui namanya.


"sayang....kemana aja sih kok lama sekali?"tanya anin tiba tiba saat melihat suaminya kembali dengan kening berkerut nya.namun rendi hanya membalas pertanyaan anin dengan senyumannya.lalu ia duduk di samping istri dan puterinya,


"sayang...kamu kenal darlimana laki laki tadi itu?"


tanya rendi yang terlihat menyelidik.


"itu...saat..."ucap nindi yang belum usai namun daging yang mereka pesan sudah sampai,sontak nindi pun tidak melanjutkan perkataannya dan meraih wadah wadah isi daging yang sudah teriris tipis itu dan membukanya lalu menatanya di atas pembakaran daging.

__ADS_1


sesaat nindi pun langsung mengeluarkan ponsel dari tas nya,ia terlihat sibuk memotret beberapa foto daging danging panggang itu.


"apaan sih nindi ini,"dengus anin yang melihat puterinya lebay seperti itu.


"biarin napa ma...nindi mau kasi lihat arga sama satria,"


ucapnya sambil terus memotret makanan yang tersaji.


"sayang...kamu tahu kamu sudah dewasa?"tanya rendi sambil terus memanggang daging.


"tentu nindi tahu pah...kenapa?"tanya nindi yang belum tahu apa yang akan di katakan papa nya selanjutnya.


"kamu sudah milih arga nak...tapi kamu masih dekat dengan satria....apa kamu nggak takut arga sedih atau cemburu mungkin?"tanya rendi serius dengan ucapannya.


sesaat nindi menatap papa nya,anin pun sama,


"pah...nindi yakin kok arga bukan tipe cowok pencemburu seperti itu,"ucap nindi menimpali ucapan papa nya.


"mana kamu tahu...cowok cemburu nggak pernah ngomong sayang...."ucap anin tiba tiba sambil melirik ke arah suaminya.dan sesaat tatapan mereka bertemu.

__ADS_1


"apa?kenapa menatapku?"ucap rendi seketika saat melihat istrinya dengan lekat menatapnya.dan rendi terus memanggang dengan salah tingkahnya.


__ADS_2