
Perbincangan hangat pagi itu di temani segelas kopi hangat menambah suasana makin akrab untuk keduanya, Bukan akrab seperti sesama sahabat, Melainkan akrab ke arah pembicaraan yang lebih serius bagi kedua muda mudi yang sudah merencanakan hidup bersama untuk masa depan keduanya.
"Aku mau mandi dulu...mau siap siap...kamu mau nungguin disini atau..." Ucap Aditya yang mencoba menggoda ifa, Aditya bermaksud di akhir kalimatnya akan mengucapkan..."Atau ikut mandi sekalian", Namun sudah di sahut oleh ifa disana.
"Aku milih yang atau nya aja bby..." Ucap enteng ifa seketika yang membuat Aditya tersentak terbelalak matanya tidak percaya atas apa yang di ucapkan calon istrinya barusan.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Aditya dengan nada sedikit resah dan terkesan takut.
"Iya bby...aku yakin..." Balas ifa dengan di sertai anggukan mantapnya, Ifa mengira "Atau" yang akan di ucapkan Aditya barusan adalah...atau balik ke Apartemen Aditya saja. Bukan atau atau yang lainya.
"Ayo...kalau kamu beneran mau ikut...aku dengan senang hati mengajakmu sayang...!" Ucap Aditya dengan girangnya, Hingga ia langsung berdiri dari duduknya dan langsung melepas kaos lengan panjang yang ia kenakan di hadapan ifa yang masih duduk di sampingnya.
"Astaga....bby...kamu ngapain nyopot baju seenaknya disini...nggak liat aku masih disini?" Tanya ifa dengan nada kagetnya, Sontak dengan kedua telapak tangan yang sudah menangkup ke wajahnya.
"Loh...tadi bilang milih yang atau kan...? aku lagi iseng ngajakin kamu sayang...ngajak mandi...kamu bilang yakin...mau...kok sekarang gitu?" Ucap Aditya dengan keherananya, Ia duduk lagi, Dengan tubuh yang lagi lagi ia senderkan di sandaran sofa, Dan kaos lengan panjang yang masih mengalung di tanganya.
__ADS_1
"Bby...aku tadi kira...atau nya kamu itu...pilihan untuk tetap disini...atau pulang ke apartemen kamu...ya aku pilih pulang lah...nggak disini...masak iya kamu nggak langsung tahu...bisa bisanya aku berlaku seperti itu coba...dan kamu...masak iya aneh aneh aja sih ajakanya...nggak sekarang bby...!" Ucap ifa yang menerangkan disana. Ia masih menangkupkan kedua telapak tangan ke wajahnya.
Karena saat memgintip di sela sela jarinya, Ia masih dapati dada bidang calon suaminya, Sontak membuatnya harus merapatkan kembali jari jarinya.
"Aaaakh...aku tadi mau bilang...kamu mau nungguin aku disini sampai selesai mandi...atau...mau ikut mandi sekalian...aaakh kita ma salah sangka aja...oke baiklah...mari aku antar...harusnya aku ngerti...calon istriku seperti apa...nggak asal godain aja...akkkh...kenapa kamu makin buat aku penasaran sih sayang...bisa nggak sekali aja aku meluk kamu?" Ucap Aditya yang mencoba berlagak biasa saja dan tanpa canggung disana, Lalu ia memakai kaos nya lagi dengan segera.
"Nggak sekarang bby...sabar ya..." Ucap ifa lagi. Kini ia sudah menurunkan kedua tanganya.
"Maaf ya...kamu nggak apa apa kan sayang? ayo aku antar..." Ucap Aditya sambil beranjak berdiri dari duduknya dan segera di susul ifa dengan wajahnya yang begitu bersemu karena malu. Ia sesaat tadi sempat melihat tubuh calon suaminya tanpa pakaian.
"Huuuuffffttt.....tenang ifa...sudah lewat..." Ucap ifa untuk meredakan hatinya yang masih dag dig dug, Begitu juga dengan Aditya, Ia dengan baik mampu menyembunyikan perasaan tidak menentunya, Sampai keduanya tiba di depan pintu apartemen Aditya.
"Ini...sudah aku pakai...dan masih ada lagi kok bby...kayaknya nggak usah beli...kita nanti mau kemana emangnya?" Tanya ifa yang benar benar tidak tahu.
"Ayo masuk sayang...aku masih mau ngobrol..." Ucap Aditya dengan senyum menawanya seperti biasa.
__ADS_1
"Aaahhh....jangan jangan jangan...cepat mandilah...aku akan menungguimu ya..." Ucap Ifa yang langsung menyela perkataan Aditya, Dimana perasaan yang tadi masih tergambar jelas di ingatan ifa, ifa tidak ingin keyakinan yang selama ini ia jaga goyah hanya karena senyum dari calon suaminya.
"Kita nanti akan lihat rumah baru kita sayang...mungkin...masih delapan puluh persen...dan nanti...isinya bisa kita cari saat kita sudah menikah...aku pengen kayak di drama tv...saat pasangan pengantin baru bergandengan tangan jalan di mall untuk belanja semua perabot rumah..." Ucap Aditya membayangkan dengan perasaan bahagia.
"Loooh kok pindah rumah bby? bukanya...apartemen ini sudah begitu besar dan lega...aku...aku nggak ngerti...kenapa harus pindah?" Tanya ifa dengan perasaan sedikit cemas, Ia membayangkan bagaimana jika rumah yang akan mereka tempati nanti dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat apartemen Aditya saat ini, Pastilah ia begitu kuwalahan untuk membersihkanya. Pikiran ifa terlalu polosnya,Ia tidak bisa berpikir lebih jauh lagi dengan kekuasaan dan uang yang di miliki suaminya...bisa menggaji seratus pembantu setiap bulanya. Begitulah umpamanya, Namun dasar pemikiran ifa...ia akan menjaga harta suaminya...dengan penuh tanggung jawabnya.
"Sayang...kita bahas nanti ya...yang pasti...aku nggak mau dekat dengan Arga...dia suka resek...usil...dan brengsek...itu yang aku rasakan...akunggak mau kamu ikutan setres gara gara dia." Ucap Aditya yang memang benar kenyataan yang ia rasakan.
"Haaaaachuuuu!" Tiba tiba Arga bersin di sela sela rapatnya.
"Pak Arga anda baik baik saja?" Tanya sekretaris cantik yang ada di sebelah Arga. Dan Arga hanya menggeleng untuk menjawabnya.
"Akh...siapa sih yang sedang gosipin aku pagi pagi begini...aku tahu sih...aku ganteng...pasti para staf cewek itu..." Ucap Arga dalam hatinya, Dimana memang benar semua mata wanita yang tengah ikut rapat disana, Berbisik bisik...bahwa pimpinan perusahaan Sanjaya itu begitu tampan dan masih sangat muda.
"Sayang...aku pastikan nanti ngajak kamu...aku nggak mau mereka menatap dengan mata centil seperti itu ke arahku!
__ADS_1
bukanya aku senang atau apa...tapi aku malah takut...dikiranya aku doyan apa!"
Ucap Arga yang ingin memamerkan bahwa ia sudah di miliki oleh gadis yang tidak sembarangan.