
Nindi keluar dengan pakaian yang di pilihkan Arga, Ia keluar dari dalam kamar mandi, Terlihat sangat mempesona, Dengan Dress selutut warna biru muda yang bergaris garis, Ber kerah dan berlengan se sikunya, Membuat Nindi tampak canti dan elegan, Di tambah sabuk yang terikat melekat pada drees...membuat dress biasa itu tampak elegan saat Nindi kenakan.
"Haaaah...ini kamar ku?" Ucap Nindi dalam hatinya, Dimana ia melihat kamarnya yang tadi berantakan kini telah rapi kembali, Pakaianya kembali pada almarainya lagi.
"Ga...makasih..." Ucap Nindi saat melihat Arga tengah duduk di sofa kamarnya dan terlihat dengan setia menungguinya.
"Nggak apa sayang...ayo berangkat sekarang...nanti kesiangan...bakal kena macet saat bertepatan dengan jam istirahat kantor", Ucap Arga dengan tangan yang menggenggam jemari Nindi, Mengajaknya untuk keluar saat itu juga.
"Akh...ini sepatumu sayang...kaki kamu paling cantik saat memakai heels...apa tak masalah?" Tanya Arga sembari menyerahkan sepasang heels warna peach pada sang kekasih, Bahkan ia bersedia menunduk untuk memakaikanya di telapak kaki Nindi.
"Makasih Arga..." Ucap Nindi lagi, Ia tak tahu harus berucap apa lagi selain ucapan terimakasih pada calon suaminya itu.
"Kenapa bilang makasih terus sih sayang? kayak apaan aja...aku senang ngelakuinya..." Ucap balasan Arga, Hingga keduanya keluar dari kamar dan berjalan bergandengan menuruni anak tanga.
"Ga...sebenarnya aku nggak enak...kamu yang beresin kamar aku, Meskipun nggak kamu bantuin juga...aku akan beresin sendiri nanti...aku udah terbiasa dengan segala yang ada di dalam kamar aku...aku sendiri yang beresin..."
Ucap Nindi sembari berhenti sejenak di tengah tengah anak tangga yang keduanya pijak.
"Sayang...kalau kamu pingin ngucapin makasih...nanti aja...saat aku dan kamu...sudah memiliki kamar sendiri, Aku pastikan kelak kamu yang akan atur disana...mengerti?" Ucap Arga yang membuat Nindi mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Apa aku perlu pamitan sama mama?" Tanya Arga sembari mengajak Nindi untuk melanjutkan jalanya kembali.
"Kayaknya nggak perlu ga...mama lagi nidurin Evan...takutnya ntar dia kebangun kalau nyium bau kamu sayang..." Ucap Nindi yang ada benarnya menurut Arga, Ia bisa menemui Evan nanti nanti, Sekarang sudah ada janji dengan pemilik butik, Bahkan pemilik butik sudah beberapa kali mencoba menghubunginya.
Hingga Arga dan Nindi putuskan untuk meneruskan langkahnya, Dengan mobil yang di kendarai sang kekasih, Melewati jalanan lengang dan tak nampak macet sama sekali, Hanya berhenti saat lampu menyala merah saja.
Dan akhirnya sampailah keduanya di parkiran butik yang sebulan lalu ia pesani gaun pengantin.
Setelah baru melangkahkan kaki masuk ke dalam butik, Nampak pemilik sekaligus disainer kondang itu pun menyapa ramah keduanya, Lalu mempersilakan Nindi untuk mencoba gaun yang sudah ia pesan sebelumnya,
Sedangkan Arga hanya terlihat duduk saja di sofa depan ruangan yang berkelambu biru tua, Dimana Nindi nanti akan keluar disana dengan gaun yang ia coba.
Cukup lama Arga menunggu, Hingga terlihat kelambu itu terbuka, Tirai padat yang tidak tembus pandang di depanya itu akhirnya menyisih ke sisi sisinya juga.
"Huuuufh..." Dengusnya seketika, Saat ia sadari sikap konyolnya barusan saat menatap Nindi bak bidadari, Padahal saat itu ia tidak memakai riasan, Arga membayangkan saat riasan dan gaun putih sempurna itu melekat di tubuhnya, Pastilah Arga tak bisa mengalihkan pandanganya sedetikpun dari calon istrinya itu.
Hingga tanpa sadar...Nindi sudah berulang kali melambai lambaikan tanganya padanya dan bertanya beberapa pertanyaan padanya pula, Namun Arga masih betah dengan imajinasinya,
"Sayang...kau mengacuhkanku ya?" Tanya Nindi dengan tangan mengenggam jemari Arga, Barulah ia tersadar dari lamunanya barusan.
__ADS_1
"Kau cantik sekali sayang...maaf..." Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum dan kembali lagi ke tempatnyanya, Hingga sudah empat gaun yang ia coba hari itu, Dan semua sudah pas dengan ukuran bentuk tubuh Nindi, Keduanya memesan empat gaun, Dan satu gaun lagi adalah hadiah dari bundanya.
Hingga tanpa terasa...waktu sudah sore saja kala itu, Akhirnya keduanya memuruskan untuk mencari tempat makan, Setelah selesai fitting pertama kalinya, Dan ternyata semua sempurna tanpa kendala sedikitpun disana.
Dan saat Arga mengantarnya pulang ke rumah, Setelah menyapa mama dan papa, Arga segera menuju ke kamar si kecil Evan, Entah mengapa ia begitu kangen pula padanya setelah dua hari tidak melihatnya, Nampak Evan masih bermain kedua kakinya yang mungil di dalam box bayinya.
Dengan segera, Arga pun mengambilnya dari box bayi dan menggendongnya, Menimang nimangnya dengan penuh kasih sayang, Ia teringat...saat masih kecil...ia sudah kehilangan kasih sayang seorang ayah, Karena ayahnya meninggal, Dan setiap ia melihat anak kecil...ingin sekali ia mencurahkan kasih sayangnya.
Hingga tanpa sadar, Sikap Arga yang penyayang itu pun sudah mencuri perhatian tersendiri dari calon mertuanya.
"mah...pah...Arga pamit ya..." Ucap Arga sembari bersalaman pada mama papa nya, Setelah berhasil menidurkan Evan,
"Hati hati di jalan ya..." Ucap mama dan papa, Sedangkan Nindi bergegas turut mengiringi sang kekasih, Mengantarnya sampai teras depan rumahnya.
"Aku pulang dulu ya...sampai besok sayang..." Ucap Arga sembari melambaikan tangan dan bergegas menuju ke dalam mobilnya.
"Tunggu....!" Ucap Nindi sembari berlari turun menghampiri Arga yang sudah berada di dalam mobilnya, Sontak Arga pun menurunkan kaca mobilnya dengan segera.
"Ada apa sayang? apa ada yang tertinggal?" Tanya Arga sambil terlihat celingukan mencari cari di sebelah duduknya, Mungkin bisa menemukan barang yang kekasihnya mau ambil, Pikir Arga demikian.
__ADS_1
Namun dengan lembut Nindi meraih dagu Arga dari luar kaca jendela yang terbuka, Menariknya perlahan hingga menghadap ke arahnya, Tepat di depanya.
"Cup, Ini yang ketinggalan sayang...makasih ya untuk hari ini...dan hati hati di jalan...jangan lupa kasih kabar setelah sampai apartemen", Ucap Nindi sembari menambah kecupanya, Lalu melepasnya dan terlihat senyum bahagia keduanya seketika tersungging di bibir masing masing.