
hari sudah mulai sore,
matahari pun sudah tampak bergeser jauh dari semula,
namun anin dan rendi masih betah duduk di sana,
sesekali...rendi turun dari ayunannya untuk mengayunkan ayunan istrinya,
bak anak kecil yg sedang bermain...keduanya tanpa sadar di amati sepasang mata tua yg sudah sedikit cekung.kakek.
kakek duduk di teras sambil menikmati teh dan cemilan sorenya,
sembari melihat kedua cucunya bermain.
tertawa riang,
"pasti mengasikkan ditambah anak mereka kelak berlarian dari papa dan mamanya menuju kakek yg duduk sendirian di sini."
pikir kakek membayangkannya saja sudah bahagia.
"rend..."
teriak kakek.
"ajak istrimu kemari...pisang gorengnya mumpung masih anget",
sambung kakek lagi.
rendi dan anin pun menoleh ke sumber suara,
di dapatinya kakek yg tengah duduk di teras rumah,
saking asyiknya mereka bercengkerama sampai tidak melihat kakeknya duduk di sana mengawasi keduanya.
"baik kakek..."
ucap keduanya yg lalu di susul dengan langkah mereka berdua mendekat ke arah kakeknya.
rendi duduk di samping meja seberang tempat duduk kakek,sedangkan anin...ada di tengah2 keduanya.
"anin pun langsung mengambil pisang goreng yang masih hangat itu,menyuapnya ke dalam mulutnya,
sedangkan rendi masih tampak menikmati kopi hitam nya yg sudah mulai dingin,karena sepertinya sudah srjak tadi bibi membuatkannya.
namun itu juga tak masalah untuk rendi.
kakek menyeruput teh hijau dengan gula rendah kalori.
__ADS_1
anin hanya minum air kemasan botol,dan rendi dengan kopi hitamnya.
"rend...besok jadi ke vila?"
tanya kakek ingin tau.
"jadi dong kek...mungkin agak siang aja kek kesananya...toh perjalanannya tidak begitu jauh...kita masih bisa menemani kakek kan..."
ucap rendi pada kakeknya,
dan kakeknya hanya tersenyum mendengar perkataan cucunya itu.
"kau tak keberatan kan sayang?"
tanya rendi pada istrinya
anin hanya menggeleng sambil melebarkan senyumnya.
"kek...disana sudah ada kah semua yang kita butuhkan besok?"
tanya rendi ingin tau.
"tentu sudah ada rend...setiap hari kakek sudah menyuruh orang untuk mengecek nya,mungkin hanya buah yg tidak ada rend...kalau kau mau...kau besok bisa membelinya di jalan,
atau...biar bi siti saja yang membelinya sekarang."
"kak...kita beli buah nya besok saja sambil jalan..."
kata anin.
rendi pun manggut2 menyetujui apa yg di inginkan sang istri.
tiba2...
"aku minta apelnya kak rendi...yang kak rendi makan itu lo..."
pinta anin di sela2 makan apel suaminya.
"aku kira kamu tidak suka buah sayang...habisnya dari tadi yang di makan cuma pisang goreng saja,"
canda rendi pada istrinya,lalu ia pun menyerahkan apel bekas gigitannya pada sang istri.
karena rendi tau...sejak awal kehamilan istrinya,
ia suka makan bekas suaminya itu.
tanpa terasa matahari sudah benar2 sembunyi...
__ADS_1
"baik lah nak...kakek masuk dulu ya",
kata kakek lalu beranjak berdiri dari duduknya.
dan berlalu meninggalkan kedua cucunya itu.
rendi dan anin pun masih betah menikmati senja sore nya berdua.
"sayang...apa kau bisa berenang?"
tanya rendi pada istrinya,karena...sejak istrinya datang ke rumah...rendi tak pernah melihat istrinya berenang di kolam renang yang ada di rumah rendi.
rendi mengira...anin malu berenang kalau tak sengaja di lihat orang di rumahnya.
anin lebih suka ke taman belakang untuk bermain ayunan bukannya berenang.
"aku tak bisa berenang kak rend..."
kata jujur istrinya.
"gimana kalau besok aku ajari kau berenang...di vila tak akan ada yg mengintipmu...apa lagi melihatmu selain aku sayang..."
ucap rendi.
"lhoh...di sana apa tidak ada orang selain kita kak?"
tanya anin pada suaminya.
"ada...tiap hari di setiap pagi...ada yg membersihkannya,
dan saat malam ada orang yg di tugaskan kakek untuk menjaganya,tapi...saat kita disana...aku pastikan...hanya ada kita berdua disana."
ucap rendi menerangkan pada isteinya.
"baiklah...aku mau belajar berenang kak besok",
kata anin pada suaminya.
"berarti besok kita belanja dulu sebelum kita kesana ya sayang?...kita beli pakaian renang juga untukmu",
kata rendi pada istrinya itu.
"baiklah sayang...sudah gelap ini...mari kita masuk ke dalam.."
kata rendi yg lalu beranjak berdiri dari tempat nya duduk,
yang di ikuti istrinya mengekor di belakangnya.
__ADS_1