
saat dokter baru saja melangkah kan kaki ke luar dari pintu ruang kamar hotel arga,yang di ikuti si petugas hotel pula,di sana sudah ada dua orang yang menyambut dan akan mengawal keduanya,
"silahkan dokter..."kata seorang lagi yang baru datang,
itu adalah asisten arga,dia yang akan mengurus semua pembayaran untuk dokter tersebut.
"oh...tidak perlu tuan...ini sudah kewajiban saya...saya dokter khusus yang di tugaskan di hotel ini tuan...jadi...anda tidak perlu repot repot."ucap pak dokter tersebut yang menolak ajakan si asisten,lalu asisten pun mengerti dan mempersilakan pak dokter tersebut berlalu pergi,dengan si pegawai hotel pula yang melanjutkan tugasnya kembali.
dengan sigap dua pengawal tersebut pun kembali mematung di depan pintu ruang kamar hotel yang di tempati arga.
sedangkan asisten arga pun kembali ke tempatnya,ia akan tiba dengan segera saat arga membutuhkannya kembali.
arga meraih selimut nindi yang tersingkap,lalu menaikkannya sebatas dada,sesekali ia menatap wajah putih bersih kekasihnya,tampak damai dalam tidurnya.
__ADS_1
"kamu itu bodoh atau gimana sih sayang...kamu jelas tahu disini lagi musim dingin...kenapa kamu berpakaian se tipis ini...dan lagi...otak kamu ngilang kemana sih...nggak bekerja saking begonya apa,di lorong itu dingin...terbuat dari marmer...udah berasa kaya di lemari pendingin...sok sok an tegar kaya patung di depan kamar sana...kalau sampai terjadi apa apa sama kamu gimana aku mempertanggung jawabkannya pada om rendi?dan lagi...nggak ada cewek se bawel kamu yang bisa gantikan kamu di hati aku.jangan khawatir aku kepincut wanita disini."dengus arga dengan kata kata menyesalnya.karena nindi sampai seperti ini karena ulahnya.
"sayang...kau tahu..."ucap arga lagi sembari duduk di samping tepian ranjang tempat nindi baring.
"tanpamu...hati ini hampa...kamu malah se enaknya tidur tanpa rasa berdosa...baiklah tidurlah sayang...semoga besok kamu udah baikan..."ucap arga dengan lembut dan menundukkan tubuhnya,sesaat kecupannya mendarat di kening nindi,lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi,meski di cuaca dingin namun arga merasa gerah,gerah karena khawatir hingga peluh bercucuran dan membasahi kemeja nya,
hingga terdengar pintu kamar mandi tertutup dan guyuran air mulai terdengar.
nindi membuka matanya dan membuang selimut yang menutupi tubuhnya,sontak hidungnya mencium bau familiar yang membuat air ludahnya berkumpul.
ucap nindi seketika,sambil pandangannya menatap ke penjuru arah,akhirnya sejurus mata belok nindi itu menyipit memicing memandang ke satu titik saja,
ya...meja dorong dengan full makanan di atasnya yang masih tertutup rapi.
__ADS_1
pelan pelan ia berjalan mendekat ke arah meja itu,berjinjit mengendap endap.
lalu perlahan membuka penutup makanannya dengan hati hati tanpa suara.
matanya terbelalak lebar saat ia dapati steak daging kesukaannya yang sangat berukuran jumbo disana,dengan stik kentang goreng dan juga pelengkap lainnya,nindi pun langsung melahap steak daging tersebut tanpa ampun,hingga terdengar suara air mengguyur dari kran sudah berhenti.cepat cepat ia menutup kembali makanan itu dan ia secepat kilat kembali ke ranjang dengan posisi semula.
berbaring dengan selimut sampai ke dadanya,ia lupa mengelap mulutnya yang terdapat sedikit saus steak masih tertinggal disana menghiasi pucuk bibirnya yang klimits karena sisa sisa minyak dari steak daging yang ia makan barusan.
arga keluar dari dalam kamar mandi,mengenakan pakaian handuk yang menutup tubuhnya,terlihat segar karena tetesan air masih tersisa sedikit di dadanya,pelan pelan ia mendekat ke arah makanan yang ia pesan tadi,
lalu membuka penutupnya,ia sedikit tersentak dan kaget...
perasaan ia masih lapar dan belum memakannya,kenapa bisa sisa sedikit dan juga berantakan.
__ADS_1
"apa di hotel internasional dan berbintang seperti ini ada tikus yang lolos dari pengawasan petugas hotel?"
ucap dalam hati arga dengan tercengang dan menggaruk garuk tengkuknya.