Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bad mood


__ADS_3

"deg...."sesaat jantung rendi tiba tiba berhenti,nafasnya sesak dan matanya menjadi serius menatap panggangan daging di depannya dengan mata menyipit dan memicing keduanya,


anin dan nindi pun ikut menatap ke arah rendi yang ekspresi wajahnya tiba tiba berubah,menjadi sangat dingin dan terlihat sadis.


"apakah kak rendi tersinggung atas kata kataku barusan?"


tanya dalam hati anin yang tiba tiba merasa khawatir.


"papah kenapa?kenapa jadi se serius itu sih?menakutkan,"


ucap nindi dalam hati,yang baru beberapa kali melihat ekspresi wajah papa nya seperti itu.


"pah...papah...papah nggak sedang marah kan?papa nggak tersinggung dengan ucapanku kan?"


tanya anin dengan perlahan pada suaminya,karena ekspresi wajahnya belum berubah.


"tidak sayang...aku tidak sedang marah atau tersinggung...jangan khawatir ya..."ucap rendi seketika membalas pertanyaan istrinya,dan legalah hati anin dan juga puterinya itu.


"nindi....jawab papa...kamu ketemu sama aditya wibawa di mana?kenapa kamu bisa kenal dan berbicara omong kosong dengan dia tadi?"tanya rendi serius sambil menatap tajam ke arah nindi.


nindi yang dari tadi makan dan memgunyah daging panggangnya itu sesaat mendelik menatap pada wajah papa nya yang mulai serius bertanya padanya.dan ia tahu...jika papanya sudah seperti itu...berarti itu bukan main main lagi,melainkan pertanyaan yang serius.

__ADS_1


seketika pula nindi menelan seluruh kunyahannya dengan sekali telan meski ada yang belum ***** semua.


"emmmmz....anu pah...itu...saat itu...nindi di minta mama untuk mengirim makan siang ke kantor arga pah...namun...nindi saat itu menjumpai arga sudah pergi begitu saja,karena nindi kesal...arga nindi panggil panggil nggak dengar dan berlalu naik mobilnya,alhasil nindi pun memakan makanan untuk arga itu di taman dekat dengan kantor arga pah...nah saat nindi menikmati makanan itu...tiba tiba si songong itu muncul...ia...tidak terlihat kelaparan...tapi ia meminta makanan nindi pah...jadi nindi kasikan separuh untuknya yang mulanya bagian arga,seperti itu pah ceritanya...."ucap serius dan detail nindi pada papanya.


"deg,"lagi lagi jantung rendi seakan berhenti berdetak.


"kenapa ia mengincar nindi,kenapa harus puteriku?"


ucap dalam hati rendi yang begitu khawatir,karena rendi tiba tiba teringat siapa itu aditya wibawa,penguasa muda yang sama kuat nya seperti arga sanjaya.


"kenapa putriku bisa berurusan dengan laki laki seperti arga dan aditya...jika arga aku bisa mengerti...aku bisa menerima...karena...aku melihat ia tumbuh besar dan dewasa.sedangkan aditya...si misterius dengan tampang dingin yang tidak segan segan menghancurkan lawannya,"


"papah nggak apa apa?papa baik baik saja?"


tanya anin sambil tangannya menyentuh lembut lengan suaminya,sontak rendi tersadar dari lamunannya,


namun ia bukannya menjawab pertanyaan sang istri ia malah bertanya pada puterinya.


"nindi....kamu masih ingat....apa yang aditya ucapkan waktu itu?"tanya rendi dengan khawatirnya.


dan anin menatap tajam ke arah suami dan puterinya itu,ia masih tidak mengerti kenapa suaminya begitu terlihat khawatir pada sosok aditya wibawa itu.

__ADS_1


"anu pah...dia hanya bilang...rindu masakan rumahan...yang nggak ada di restoran...dan ia juga bilang...masakan mama enak...dan ia terlihat lahap memakannya,"ucap nindi sambil mengingat ingat apa yang di ucapkan laki laki yang tadi baru di temuinya lagi.


"hanya itu nak?"tanya rendi lagi....


"iya pah...hanya itu saja...nggak ada yang lain...tapi...sepertinya...dia juga bilang...."


ucap nindi yang ter potong dan sambil mengingat ingat lagi.


"deg..."lagi lagi jantung rendi seakan berhenti berdetak.


"apa nak dia bilang apa?"rendi begitu khawatirnya.


"dia bilang...lain kali...dia mau minta makanan lagi padaku jika bertemu,"ucap nindi dengan nyantainya,namun ia tidak tahu...jantung papah nya sudah hampir berhenti berdetak.


"huuuft...kirain apa nak nak...bikin papa jantungan saja,"


dengus rendi sambil berkata dalam hatinya.


sesaat rendi pun menatap ke arah istrinya,ia tampak makan dengan lahap nya,rendi tidak tahu saja,anin seperti itu bukannya kelaparan...ia hanya merasa bad mood karena sikap rendi yang mengacuhkannya,


maklum lah bumil.

__ADS_1


__ADS_2