
Suasana riyuh ramai saat siang waktu jam makan siang sekaligus istirahat kantor, Nindi masih setia menunggui Arga di dalam ruang kantornya, Ia terpaksa menunggui disana karena Arga masih melanjutkan satu jam lagi untuk rapat yang tadi ia tunda, Meski ia sudah meminta bantuan sahabatnya untuk memantau jalanya rapat, Namun tidak lega saat Arga tidak menyaksikanya sendiri. Hingga waktu makan siang pun sudah usai, Dan rapat Arga masih berjalan hingga tinggal beberapa menit lagi.
Nindi mulai terlihat bosan, Ia hanya menatap layar komputer Arga yang ada di depan meja kerjanya, Sedangkan Nindi tengah duduk di kursinya, Melihat lihat isi di dalam layar komputer di depanya.
Dimana disana terdapat file tak jelas, Yang Arga namai dengan file xxx, Dengan otak Nindi pun...ia mulai penasaran dan mencoba mencari tahu, Dimana dalam pikiranya, File yang tengah di sembunyikan kekasihnya dengan nama xxx tersebut adalah foto Arga dengan para mantan mantanya. Itu lah yang membuat Nindi begitu penasaran di buatnya.
Namun...saat Nindi mencoba membukanya dan mengaksesnya, Ia tidak dapat melanjutkanya. Arga begitu teliti menguncinya. Hingga dengusan kesalnya lagi lagi Nindi rasakan.
"Sayang...maaf ya...lama nungguinya..." Ucap Arga yang baru masuk ke dalam ruang kantornya, Dan tatapanya langsung tertuju pada sang kekasih yang tengah duduk di kursinya dengan bersedekap dada, Matanya menyipit dan bibirnya mengkerucut, Sungguh tak enak di pandang, Sampai Arga pun berjalan mendekat ke arahnya, Ia mencoba mencari tahu, Sebenarnya apa yang tengah Nindi perhatikan di layar komputernya, Karena se ingat Arga, Ia tidak menyimpan file penting menyangkut pekerjaan di sana.
"Kenapa manyun aja sayang?" Tanya Arga sambil menghampiri Nindi dan ikut menatap pada layar komputernya. Matanya seketika melotot saat file yang coba di akses Nindi adalah file yang memang sengaja ia sembunyikan rapat rapat.
"Eeeeh....kamu mau buka apaan sih itu...sini...nggak usah ingin tahu sayang...pamali." Ucap Arga dengan mencoba menarik kursi yang di duduki Nindi agar menjauh dari depan layar komputer.
"Nggak...aku nggak mau pergi...semakin kamu kayak gini...semakin aku ingin tahu...cepat buka...!" Ucap Nindi yang mencoba memajukan lagi kursi yang ia duduki dengan kedua kakinya, Namun Arga mencekal kursi tersebut disana, Dengan kedua tanganya.
"Ga...buka nggak?" Ucap Nindi lagi dengan suara lantangnya, Hingga sekretaris Arga yang akan mengetuk pintu dari luar pun mengurungkan niatnya, Ia hanya mematung di luar pintu ruangan bos nya dengan berkas yang ada di tanganya.
"Nggak sayang....nggak akan aku bukain." Balas ucap Arga dengan lantangnya pula.
"Buka ga...pokoknya buka...sekarang...aku maksa nih..." Ucap merayu Nindi lagi yang terdengar dari luar pintu ruangan Arga. Hingga sang sekretaris pun berbalik dan duduk kembali ke tempatnya, Membawa serta file di tanganya.
"Kenapa balik? itu harus cepat dapat tanda tangan bos kan?" Ucap salah satu sekretaris Arga, Dan yang tadi akan masuk pun hanya bisa tersenyum sambil menggeleng.
Ia merasa bos nya di dalam tengah melakukan hal yang luar biasa, Sehingga ia tidak bisa mengganggunya saat itu.
__ADS_1
"Baiklah...kalau nggak mau kasih lihat aku...aku pulang!" Ucap Nindi dengan ancamanya, Dan seketika itu pula Arga melakukan apa yang Nindi mau.
"Sayang...kau yang mau...jadi jangan salahkan aku." Ucap Arga dengan senyum devil nya.
"Awas kalau pengen...nyari aku...ingat...!" Ucap Arga lagi yang tengah menggoda Nindi.
"Apaan sih ga...ngomong apa...cepet buka...kelamaan tahu!", Ucap balasan Nindi dengan sedikit ketusnya, Ia benar benar yakin apa yang akan Arga perlihatkan padanya adalah foto foto pribadi Arga yang takut bocor ke publik.
Dengan mata tajamnya, Nindi sudah bersiap siap menyaksikanya, Kedua telapak tanganya sudah mengepal penuh di pangkuanya,
"Awas ya...jika sampai masih menyimpan foto para mantan...aku habisin deh!" Ucap Nindi dalam hati, Disana ia merasa cemburu bercampur dengan penasaran, Nindi ingin tahu se sempurna apakah gadis gadis yang pernah kekasihnya kencani, Sedangkan sosok Audry saja se cantik foto model kelas luar Negeri.
"Jeng jeng.....! tuh pantengin sampai habis...mau gaya yang bagaimana...kalau kepengen...panggil aku...dasar di bilangin ngeyeel...!" Ucap Arga sambil memutar satu video yang berdurasi cukup panjang, Ia lalu meninggalkan Nindi di kursinya dan matanya tengah melotot menatap pada layar komputer di depanya.
aku nggak mau lihat!" Teriak heboh Nindi dengan sangat lantangnya, Hingga sayup sayup terdengar sampai ke luar ruang kerja Arga, Dan kedua asisten Arga pun bisa mendengar dengan jelas teriakan kaget tunangan bosnya tersebut.
"Heleh...tadi penasaran...aku putarin yang hot tuh...liat liat deh ampe puas." Ucap Arga dengan tawa kemenanganya.
Hingga dari arah belakangnya Nindi menubruk ke arahnya, Kedua tanganya memukul mukul punggung Arga hingga bertubi tubi.
"Ga...kenapa nggak bilang kalau itu film biru? kenapa nggak kasih tahu aku terlebih dahulu?" Tanya Nindi dengan kedua tangan yang masih menabok nabok sedapatnya tubuh Arga yang bisa di tabok.
"Lah kamu yang ngeyel sayang...masak nggak ingat? baru aja loh itu tadi...belum juga ada sepuluh menit...nikmatin gih." Ucap Arga dengan kedua tangan yang menghadang tangan kekasihnya yang tengah terlihat begitu ringan melayang layang menghujani dadanya dengan tabokan tabokanya.
"Mana bisa aku lihat yang begituan...emangnya kamu...mesum!" Ucap Nindi lagi yang mencoba menyanggah perkataan Arga barusan.
__ADS_1
"Mesum tapi ngangenin kan? noh...kamu aja sampai nyamperin aku kesini karena kangen...bilang jujur aja napa...!" Ucap Arga lagi yang masih nggak mau ngalah.
"Kamu tuh ya...bilang ia aja kenapa sih ga? apa susahnya sih? seandainya aku minta naik kapal pesiar pun masak iya kamu mau nyanggah gini terus?" Ucap Nindi yang tengah berusaha menarik kedua tanganya yang ada di kurungan kedua tangan Arga.
"Jangankan minta naik kapal pesiar...kamu minta kapal pesiarnya juga aku belikan kalau kamu mau!" Ucap Arga lagi yang memang ia tidak mau kalah debat disana.
Hingga teriakan keras nyaring Nindi memekakan telinganya, Dan menggema di seluruh ruangan yang keduanya tempati.
"Argaaaaaaaa!" Teriak Nindi dengan melengkingnya.
"Aaakhhhn iyaaaa....iyaaaa...aku disini...maaf maaf sayang...oke...aku lepas tapi udah jangan main nabok aja...sakit tahu!" Ucap Arga yang melepaskan perlahan kedua tangan Nindi yang masih ia pegangi.
"Tuh...matikan...!" Ucap Nindi lagi yang sudah mulai tenang.
" Tapi...aku laki sayang...kalau siang siang lihat begituan meskipun cuma sekelebat aja aku pingin loh...!" Ucap jahil Arga yang belum tuntas.
" Masa bodo...!" Ucap Nindi yang sudah menarik lengan Arga menuju kursi depan meja kerjanya dan memintanya untuk segera mematikan adegan yang ada di dalam layar komputernya. Dan dengan segera Arga pun mematikanya.
"Lagian...kenapa juga mesti nyimpan video begituan sih!"
Ucap asal Nindi sambil berlalu pergi menuju ke sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Yang namanya laki...kalau nggak nyimpan video gituan...namanya buka laki sayang...!" Ucap Arga yang berlalu menyusul Nindi dan ikut duduk di sampingnya.
"Alasan macam apa itu!" Dengus Nindi lagi. Dan keduanya masih belum usai dengan perdebatan konyol yang mereka bahas.
__ADS_1