Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Curahan hati antara lelaki


__ADS_3

Satu minggu sudah waktu berlalu, Ifa kembali bekerja di butik ternama yang dulu ia pernah bekerja disana. Itupun tanpa sepengetahuan ifa selalu ada campur tangan Aditya di segala urusanya. Dan selama itu pula Aditya belum mendengar panggilan sayang untuknya ifa sebutkan, Hingga membuat hati Aditya sedikit sedih ia rasa.


"Kamu pulang telat lagi hari ini?" Isi pesan yang Aditya kirim untuknya.


"Nggak usah jemput...aku bisa pulang sendiri kok...masih ada kerjaan dari bos", Ucap balasan ifa pada pesan yang ia kirim pada Aditya,Namun Aditya sudah terlanjur pergi dari kantornya, Mau tidak mau ia nggak mungkin balik lagi ke kantor.


"Masak iya aku pulang ke apartemen? bosan..." Ucap Aditya masih di dalam mobilnya, Hingga ia putuskan untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Arga disana.


Keduanya janjian di sebuah kafe ternama di tengah kota, Dimana Arga memang habis menemui klien disana, Dan menunggui Aditya datang menemuinya.


Arga mengangkat satu tanganya saat Aditya baru membuka pintu cafe dan masuk ke dalam.


Lalu Aditya pun menghampiri Arga yang tengah duduk di bangku tepat depan meja barista, Di depanya sudah terdapat dua gelas ice kopi latte kesukaan keduanya.

__ADS_1


"Nih..." Ucap Arga sambil menyodorkan segelas untuk Aditya yang baru duduk di sampingnya.


"Tumben...masih terang begini ngajak ketemuan, Ada apa kak?" Tanya Arga yang memang sudah penasaran dibuatnya. Dalam pikiran Aditya, Ia berharap Arga bisa memberinya sedikit pencerahan soal perasaan suka dengan pasanganya.


"Ga...kamu nggak tanya siapa calon istri aku?" Tanya Aditya pada adiknya.


"Aku udah tahu kak...ngapain aku tanya sih?" Ucap balasan Arga yang membuat Aditya menyunggingkan senyum di sebelah bibirnya saja. Arga tahu...siapa lagi kalau bukan ifa, Karena saat kemarin kemarin kakaknya ngigau, Hanya nama gadis itu yang di sebutnya. Dan Arga yakin...tidak ada satu wanitapun yang mampu menolak pesona seorang Aditya Wibawa. Tidak termasuk Nindi. Karena Nindi sudah paten menjadi miliknya, Meski Arga belum resmi melamarnya.


"Kak...wajarlah...ifa suka dalam Negeri....malah baguskan? udah nggak usah mikir yang jauh jauh kak...bikin santai aja...walau bagaimanapun...kakak udah mau fitting baju pernikahan...nah aku...di gantungin mulu sama Nindi...aku aja nggak gimana gimana....masak iya kakak baru gitu aja ngeluh?" Ucap Arga dengan nada menggoda kakanya.


"Kamu ma enak ga...kangen tinggal peluk...nah aku...kangen cuma bisa mandang doang...itu juga dari kejauhan...dari dekat gengsi..." Ucap Aditya sambil meminum ice kopinya dan melirik jam yang ada di pergelangan tanganya.


"Kak...aku mau jujur sama om Rendi dan keluarganya ya kalau kita saudaraan...bolehkan kak?" Tanya Arga terlebih dahulu pada kakaknya, Meski keduanya bukanlah saudara kandung...namun Arga dan Aditya sudah melebihi saudara kandung, Dan Arga memang ingin jujur dan terbuka pada keluarga om Rendi, Meski Arga tahu...pastilah om Rendi pun sudah mengendus bahkan mengerti akan hal itu.

__ADS_1


"Kamu mau cuma ngomong doang di depan keluarga pacar kamu? ajak aku kesana...biar sekalian mereka tahu kebenarnya, Dan ifa pasti ingin juga mengenal keluarga calon adek iparnya nanti." Ucap Aditya yang membuat Arga bahagia mendengarnya. Dengan anggukan mantap Arga menyetujui usul kakanya tersebut.


"Oke ga...baiklah...aku sudah waktunya untuk jemput ifa sekarang...aku pergi dulu..." Ucap Aditya yang hampir beranjak dari duduknya, Namun Arga mencegahnya terlebih dahulu, Dengan menarik lengan kakaknya.


"Makan dulu kak...aku lihat kamu makin kurus..." Ucap jujur Arga yang menatap tubuh jangkung kakaknya yang makin terlihat jangkungnya.


"Gimana nggak kurus ga...kalau aku kangen selalu aku nikmatin sendiri...ah sudahlah...cerita juga percuma pasti kau akan mengolok ngolokku...dan jika aku jujur juga kau tak akan bisa merasakan apa yang aku rasakan...aku nikmati sendiri saja rasa ini." Ucap Aditya dalam hatinya.


"Nggak Ga...alasanku nggak makan...agar nanti bisa makan berdua dengan ifa...ifa nggak mau lama lama berduaan ma aku soalnya...kalau aku nggak pinter pinter cari alasan nanti juga nggak bisa lamaan dikit sama dia."


Ucap Aditya sambil berlalu pergi meninggalkan Arga dengan perasaan iba disana.


Namun alasan ifa yang sebenarnya yang tidak mau berlama lama berduaan dengan Aditya adalah karena ia khawatir akan khilaf saat menatap wajah tampan calon suaminya itu. Dan bukanya ia tidak suka bersama dengan Aditya. Namun Aditya punya pikiran yang berbeda ternyata dengan sudut pandang calon istrinya.

__ADS_1


__ADS_2