Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
oh ternyata


__ADS_3

"tuuuut....tut....tut...."ternyata dari tadi arga ngoceh sendiri karena nindi keburu mematikan panggilan telephone nya.


"nindi...kamu tu ya...lagi lagi mematikan telephone ku..."


dengus kesal arga lagi lagi.


arga mondar mandir di dalam kamarnya,ia mengira pasti nindi akan marah padanya,


"aaah...sial...kenapa harus di waktu seperti ini sih...aku kan jadi nggak bisa nemui dia...aku telephone juga nggak di angkat,"dengus arga lagi lagi di sela sesak dadanya.


hingga arga tertidur di atas sofa dalam kamar hotelnya.


"tok tok tok,"suara ketokan di luar pintu kamar hotel menyadar kannya.


ia pun terbangun,mengucek ucek matanya yang masih sepat,karena baru beberapa menit lalu ia memejamkan matanya.


"siapa sih ganggu aja,"dengus kesal arga seraya bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat menuju pintu.


ia mengintip ke luar melalui lubang kecil di tengah tengah pintu kamar hotel nya.

__ADS_1


"aditya wibawa."ucap bibir arga seketika.


dengan mata menyipit dan menatap tajam hampir tidak percaya dengan apa yang di lihatinya.


ia pun langsung mengambil ponsel di kantongnya dan mengetik sesuatu di sana yang ia tujukan pada para pengawalnya yang siap dua puluh empat jam melindunginya.


arga pun membuka pintu kamar hotelnya dan berdiri mematung di depan pintu.


"apa kabar bro....lama tidak berjumpa,"


ucap arga dengan ramahnya dan merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan orang besar yang sudah ia anggap kakak kandungnya itu.


"adik...apa kabar...."ucap aditya yang memeluk erat arga.


arga pun mempersilakannya masuk ke dalam kamar hotelnya.


"kak...kenapa saat di negara B kakak tidak mampir ke apartemen?"tanya arga ingin tahu sambil mempersilakan kakaknya untuk duduk di sofa,tidak lupa ia mengeluarkan minuman dingin dari dalam lemari pendingin di dalam kamar hotelnya.


"ini kak minuman adanya ini di sini..."ucap arga sambil menyodorkan minuman dinginnya itu pada kakaknya di depan meja.

__ADS_1


"aku sengaja ga...nggak mampir...aku cuma pingin kenalan sama cewek incaranmu saja...seperti apa dia aku penasaran...begitu banyaknya wanita yang rela mengantri untukmu dengan jiwa raganya tapi tidak pernah kau gubris...paling lama juga seminggu...kau campakkan...kenapa kau bisa bertekuk lutut pada cewek yang tampangnya sama saja...dan menurutku yang beda darinya...ia tidak tertarik sama cowok kaya,"


ucap aditya dengan seriusnya.


"iya kak...aku juga nggak tahu kak...mulanya aku nggak mengenal dia itu puteri om rendi wijaya kak...aku memgenalnya malah cewek blangsak yang menghargaiku seratus lima puluh ribu,"ucap arga sambil mengenang pertemuan manis keduanya apa lagi saat nindi menamainya cowok belel...


"ga....ga....kamu...."ucap aditya yang melihat arga menerawang ke atas sambil senyam senyum sendiri.


"kenapa kak?kamu juga mau bilang aku lupa minum obat?"ucap arga lagi dengan dengusan sedikit kesalnya yang terlihat di bibir nya.


"sejak kapan ga kamu pinter buat orang tertawa?"


ucap aditya yang terpingkal pingkal...bukan karena kata kata arga,melainkan ekspresi wajah arga yang lucu saat ia bilang barusan.


"sepertinya cewek itu sudah mengerjaimu habis habisan ga sampai kamu menjadi seperti ini,"kata aditya yang membuat arga terbelalak heran,karena memang benar...nindi selalu membuatnya seperti orang bodoh saat bersamanya,ia selalu kalah oleh apa yang di ucap nindi,padahal ia ingin sekali marah,namun marah itu berubah menjadi gemas tatkala menatap senyum manis yang menghiasi bibir nindi.


"kau ngelamun lagi ga?"tanya aditya lagi saat melihat arga bengong.


"aku kangen kak..."sahut arga tiba tiba,

__ADS_1


"sama arga...kakak juga kangen..."balas aditya,namun malah membuat arga melongo,yang ia maksud kangen itu kangen nindi...kangen berat.tapi di kira aditya ia kangen aditya.memang arga kangen kakaknya,tapi yang ia maksud kangen barusan adalah kangen kekasih.


__ADS_2