
tiba-tiba terdengar ketokan dari luar pintu kamar rendi dan anin berada,
"tok....tok....tok...."
suaranya tidak begitu nyaring namun cukup membuat keduanya menyudahi aktivitasnya itu.
keduanya saling menatap bertatapan...
"sayang...tunggu di sini...aku akan membuka pintu dulu",
kata rendi sembari beranjak dari tidurnya dan berdiri berlalu melepaskan pelukan istrinya itu.
berjalan mendekat ke arah pintu,
lalu membukanya,
"bi siti...ada apa bi?"
tanya rendi pada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"tuan sepuh sudah menunggu untuk makan malam tuan...silahkan..."
kata halus bi siti mempersilakan tuan mudanya untuk ikut turun.
"trimakasih bi...sebentar lagi kami akan turun,tolong beri tau kakek bi..."
kata rendi yang langsung di angguki oleh bi siti itu.
"baiklah tuan muda...saya permisi dulu..."
ucap bi siti sembari berlalu dari hadapan rendi,.
rendi pun kemudian menutup pintunya lalu menghampiri istrinya yang masih bermalas-malasan di ranjang nya itu,
rendi berjalan mendekat,
merangkak naik ke atas pembaringan dan meraih tubuh istrinya untuk di peluknya lagi.
"heeeeemmmzzzz"...
desah rendi merasakan hangat pelukannya.
anin pun merasakan sama,
__ADS_1
saling mengeratkan pelukan...membuat nya senyaman mungkin.
"kak rend...mari keluar makan malam...kasihan kakek menunggu lama kak..."
kata anin yang mengendurkan pelukannya terlebih dahulu dari suaminya.
lalu di susul rendi yang masih ogah-ogahan merelakan lepas pelukan istrinya.
anin pun turun dari ranjangnya,yang di susul suaminya tak lupa keduanya saling bergandengan tangan menuju pintu keluar kamar,
anin terlebih dahulu lalu di susul rendi yang mengekori istrinya,
keduanya menuruni anak tangga menuju tempat dimana kakeknya berada,
di sebuah meja makan bundar besar melingkar kakeknya duduk menunggu anin dan rendi untuk ikut makan malam bersama...karena itu moment langka untuk keluarga mereka berkumpul.bahkan benar-benar langka.
biasanya kalau tidak kakek yang perjalanan bisnis...atau pun rendi yang tidak bisa hadir.
ada saja alasan pekerjaan keduanya yang tidak bisa di hindari.
dan kakek sangat bahagia seharian ini bisa berkumpul dengan cucu-cucu nya,berkumpul main catur...bersenda gurau...dan lebih menyenangkan lagi bisa mengerjai rendi karena kelakuan jahil cucunya itu.
"kakek...."
sapa keduanya saat mendekati meja makan yang sudah duduk kakek menunggu di sana.
ucap anin sengaja sambil melirik menggoda suaminya.
sedangkan rendi mendelik menelan ludahnya.
"sejak kapan istrinya jadi pinter balas gini ya",
gumam hati rendi.
sambil tatapan tertekan melirik ke arah kakeknya,
kakek pun sama...seolah mengerti maksud anin.
ia pun mengikuti alur nya,
di pandanginya rendi dengan tatapan tajamnya.
"duuuh...jangan-jangan mau kena jewer lagi ini...istriku...kau tega sekali"
__ADS_1
gumam rendi yang di sambut kakek dan anin kompak dengan cekikikannya.
"haaaaiiiizzzz....kalian ini bener-bener...sekarang punya hobi baru ya..."
kata rendi sambil mengacak-acak rambut nya yang sangat lembut itu.
"hobi apa maksudmu rend?"
tanya kakek...
"hobi
apa lagi sih kak...?"
tanya anin setelah kakeknya.
anin dan kakek berpandangan sesaat...mereka benar-benar tak mengerti yang di ucapkan rendi itu.
"hobi baru kalian itu...menindasku!!",
ucap rendi mantap,
sembari menarik kursi untuk istrinya dan mempersilahkan anin untuk duduk,
dan rendi juga menarik kursi untunya sendiri dan duduk di sana.
anin dan kakek keduanya tertawa tertahan saat mendengar kata-kata rendi barusan,
namun memang itu kebenarannya.
lalu mereka ber tiga menikmati makan malamnya malam itu.
dengan banyak candaan lainnya.
sejenak anin menatap lekat suaminya,
dan...ini sosok baru suaminya lagi...dengan keluarga nya ia sangat hangat dan penuh ceria.
anin sangat menyukainya.
ternyata sedari tadi tanpa sepengetahuan anin...rendi sesekali meliriknya.
mendapati istrinya itu menatapnya lekat-lekat.
__ADS_1
"kena kau",
gumam rendi.