Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kenyataan yang tak sama


__ADS_3

"cewek mana yang bisa menjeratmu arga?"tanya audry lebih mendekat ke arah arga dan lebih intens,sambil sedikit berbisik di telinga arga,dengan tangannya menepuk pundak arga.


sekilas arga memiringkan kepalanya melirik sesaat gadis cantik mantan ke kasihnya itu,arga sudah menganggapnya teman dekat,karena sejauh ini audry tidak macam macam atau menuntut apapun.


namun arga tidak tahu,pose nya itu membuat orang yang melihat nya menjadi salah sangka.pose itu mirip seperti orang sedang berciuman.arga pun tidak tahu...saat ini ia lah yang menjadi pusat perhatian.


"cewek...."ucap arga terpotong karena menyadari ponselnya bergetar.


"ddddrrrrrrrtttt.....dddddrrrrrrtttt...."ponsel arga bergetar lalu berbunyi,seketika ia pun mengambil ponsel itu dari saku jas nya,ia melihat itu telephone dari nindi.


arga tidak mau menerimanya,ia masih sebal dengan kelakuan nindi yang seperti tidak bersalah sama sekali.padahal arga sudah menungguinya seharian hingga mood nya hilang.


"rasain juga apa yang aku rasain,"ucap arga saat me non aktifkan ponsel nya.arga tidak tahu,saat itu pula nindi dengan wajah merah padamnya memperhatikan arga dan wanita ganjen dari layar laptopnya,bahwa arga dan wanita itu sedang ciuman.


"oke arga...kau pasti akan mengelak dan mau bukti bukan?playboy tetaplah playboy,"ucap nindi dengan dengusan kesalnya kemudian mengambil ponselnya dan mengambil beberapa foto dari layar laptopnya.

__ADS_1


"saat kau tahu foto foto ini...kau pasti akan mengakuinya arga.kau tidak mengangkat telephone ku karena sibuk kencan.aku tahu itu arga..."ucap nindi lagi dengan nada marah nya.


di kamar anin dan rendi.


"sayang sudah masuk semua?jangan bawa barang banyak banyak...secukupnya aja..."ucap rendi sambil membantu istrinya mengepak pakaiannya ke dalam koper.ia berniat mengajak istrinya berlibur berdua esok.sebenarnya rendi ingin menunggu keberangkatannya ketika arga pulang,namun...sepertinya cuaca cerah...beberapa hari sudah tidak hujan atau pun mendung...jadi rendi putuskan esok pergi berlibur nya.


"tiga baju saja cukup sayang...jangan semua se lemari kamu masukkan..."ucap rendi saat anin menata pakaian banyak di sana.


"pah...kan aku nggak bisa nyium pakaian baru...atau pakaian orang lain...buat jaga jaga pah..."ucapnya menimpali perkataan suaminya.


"sayang...ini yang bener dong...bajuku nggak ada tempat kan jadinya..."gerutu rendi sambil tangannya menyumpal nyumpalkan pakaian di sela sela pakaian,namun tetap saja hasilnya nihil.


"pah...papa bawa tas sendiri saja deh...atau...papa bawa aja di mobil...gitu aja kok repot,"ucap enteng anin menimpali ucapan suaminya.dan rendi pun hanya cemberut dengan dengusannya.


di tempat aditya.

__ADS_1


ia berada di mobil pinggir jalan,menatap ke dalam butik yang kacanya transparan dengan lampu menyala terang meski sudah pukul lima sore.di lihatinya seorang gadis yang masih cekatan memadu padankan pakaian di manekin butik.


ifa...ya...gadis itu entah kenapa mendapatkan perhatian aditya,hingga sampai ia menatapnya dari kejauhan.


"aku benci wanita itu,karena membuat alur hidupku yang tenang menjadi konyol dan tidak beraturan."


dengus kesal aditya sambil meminta sopirnya untuk menjalankan mobil nya.


"apa perlu saya pinta seseorang untuk mengawasi nona itu tuan?"tanya si supir dengan sedikit khawatir.


"terserah saja,dia bukan barang berharga untukku,"


ucap aditya lagi lagi dengan nada merendahkannya.


dan sekilas...ia pun mengingat perkataan gadis itu,bahwa tidak semua orang bisa di beli dengan uang,termasuk gadis sepertinya,namun mungkin fisiknya,tidak hatinya.

__ADS_1


ucapan gadis itu yang begitu mengena di hati aditya,karena perkataan itu nyata,selama ini semua orang yang dekat dan mendekatinya semuanya ada mau nya...bukan secara tulus ingin berada di disinya.


__ADS_2