Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Tanpa sadar sudah berbeda


__ADS_3

Satria dan Yura masih terlihat menikmati acara, Arga Nindi pun masih terlihat disana, Sedangkan Rendi terlihat mojok di sudut ruangan dengan sang istri, Karena puteranya sudah tidur di dalam kamar hotel yang di tunggui bibi pengasuhnya.


Sedangkan Aditya dan sang istri nampak sudah lelah, Hingga Aditya terlihat mengajak ifa untuk beristirahat duduk di tempatnya.


"Sayang...aku ambilkan makanan ya...tunggu disini sayang..." Ucap Aditya yang kemudian berlalu pergi meninggalkan sang istri saat sudah mendapat anggukan darinya.


Dari kejauhan Aditya mengawasi ifa yang tengah duduk sendiri, sedangkan ia masih sibuk mengambil beberapa makanan untuknya dan sang istri disana.


Tiba tiba seketika Aditya terlihat mengerutkan alisnya, dan mengernyitkan dahinya, serta menyipitkan matanya,


saat ia melihat seorang lelaki tengah mendekat ke arah istrinya dan duduk di sebelahnya.


Terlihat keduanya berbincang bincang sangat akrab dan sesekali senyum ifa tersungging di bibirnya, apa lagi si lelaki tersebut juga.

__ADS_1


Hingga Aditya tergesa gesa untuk menghampirinya.


"Hei...minggir!!!" ucap Aditya saat ia baru saja tiba di dekat sang istri, Perasaanya sudah campur aduk dan tanpa sadar bumbu cemburu sudah mulai muncul.


Sontak membuat si lelaki di samping ifa pun terperanjat kaget, ia pun langsung bangkit dari duduknya.


"Akh...bby...ada apa? ini saudara jauh dari paman bby...dia nggak bisa ikut datang saat acara pernikahan kita..." Ucap Ifa dengan nada yang sedikit geram pada suaminya, karena Aditya datang tiba tiba sedikit membentak pada orang di sampingnya, dan terkesan tidak suka sebelum ia tahu siapa orang tersebut.


Hingga beberapa saat nampak keduanya berbincang bincang dan membiarkan Ifa menikmati makananya sendiri.


Sedangkan Ifa yang merasa hatinya masih sedikit ngedumel pun hanya bisa menikmati makananya sampai habis. Ifa tak sadar bahwa makanan yang ada di piringnya adalah porsi untuk dua orang, sengaja Aditya mengambil makanan itu untuk dirinya dan sang istri, namun ternyata habis tak tersisa dimakan oleh ifa sendiri.


Hingga lelaki saudara jauh dari Ifa itu pun berpamitan dan pergi, nampak Aditya begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya, piring yang tadi menjulang penuh makanan kini telah kosong, dan yang tersisa tinggal sisa sisa daging yang masih tinggal sedikit saja.

__ADS_1


"Sayang...kamu tumpahin kemana makananya? kamu buang?" Tanya Aditya pada sang istri yang merasa keherananya.


"Apa sih bby? bukanya tadi ngambilin makanan untuk aku ya? ya aku makan lah...kok di tanyain sih? nggak ikhlas...!"


Ucap Ifa dengan gerutunya, Dimana hatinya masih merasa tak enak.


"Maaf sayang...maaf ya...nggak ada maksud nggak ikhlas kok...sungguh...sini piringnya...aku mau ambil lagi...kamu mau aku ambilin makanan lagi nggak?" Tanya Aditya lagi pada sang istri, Hatinya masih sangat heran melihat tingkah sang istri, Dan saat itu Aditya serta Ifa tidak menyadari bahwa hormon lain sudah ikut berperan dalam tingkah Ifa.


"Akh...istriku jadi kuat makan?" Ucap Aditya dalam hatinya saat ia sudah mulai beranjak pergi meninggalkan sang istri di tempat duduknya.


"Bby...sekalian mau di bawain kue nya ya...!" Ucap Ifa dengan sedikit lantangnya, Dan membuat Aditya menoleh kearahnya dengan senyum yang ia paksakan.


"Istriku...hari ini benar benar banyak kejutan yang kau tunjukan sayang...tapi aku tetap menyukainya...selagi kamu bahagia sayang...sehat terus ya...!" Ucap Aditya dalam hatinya, Dan dengan senangnya ia pun segera menuju ke tempat hidangan yang tersaji, dan mampak masih banyak para tamu undangan yang juga ikut menikmatinya.

__ADS_1


__ADS_2