
Malam kian larut. Dimana laut hanya menampakan kilaun cahaya dari pantulan bulan yang mulai mengintip di balik awan, Terlihat dua sejoli tengah bergandengan tangan di tepi pantai sambil berjalan jalan dengan perlahan. Menikmati udara tepi pantai yang semilir dan suara deburan ombak yang sesekali menyapu pasir putih tepi pantai.
Sejenak angan Nindi melayang, Membayangkan betapa indahnya kelak ia akan bersanding dengan Aga di pelaminan dengan tema outdoor di tepian pantai. Pasti sangat menyenangkan dan tak akan bisa ia lupakan.
Hingga tanpa terasa ia pun cengar cengir yang sepintas Arga lihat.
"Sayang...apa yang bisa membuatmu hingga tersenyum seperti itu?" Tanya Arga tiba tiba yang membuat Nindi tersenyum sambil menatap ke arah Arga.
"Nggak apa apa Ga...kita langka aja ya berjalan berdua seperti ini di tempat yang se romantis ini...aku kepingin ntar kalau di lamar juga di tepi pantai...terus pas nikahan juga di tempat seperti ini acaranya Ga...dengan banyak bunga mawar merah disana..." Ucap Nindi sambil membayangkan betapa indahnya kelak ia bersanding dengan orang ia sayang disana. Tanpa sadar Arga pun ikut membayangkan kelak apa saja yang akan ia persiapkan untuk acara lamaranya agar Nindi terkesan padanya, Gambaran besarnya Arga sudah mendapatkanya. Dimana Nindi ingin lamaran itu terjadi di tepi pantai dengan hiasan banyak bunga mawar merah kesukaan Nindi disana.
Di tempat pojok di dalam gedung yang masih terlihat meriah meski malam kian larut hingga membuat mata makin melebar dengan irama dentuman musik yang begitu riuh nyaring memekakan telinga. Terlihat Aditya masih setia dengan segelas wine ringan di tanganya, Tanpa sadar pandanganya tertuju pada sosok gadis yang tengah celingukan seperti sedang mencari seseorang. Hingga tanpa sadar satu tanganya terangkat seketika saat gadis tersebut menatap acungan tanganya, Dan si gadispun turut datang menghampirinya. Ya...gadis itu adalah ifa, Dengan bodohnya tanpa sadar ia merasa ifa sedang celingukan mencarinya disana.
"Aku pasti sudah gila...ya...itu pasti...pasti gila!" Ucap Aditya sambil menangkupkan satu telapak tanganya ke wajahnya. Tanda dimana ia merasa begitu malu oleh tingkahnya sendiri dengan percaya dirinya mengira ifa tengah berusaha mencarinya.
"Bos!" Ucap ifa saat ia sudah berdiri di samping mejanya, Di depanya sambil mencoba duduk di kursi depanya. Dimana disana hanya ada satu meja bundar kecil dengan dua kursi bundar di kanan kirinya,
"Astaga fa...kenapa kamu ngagetin aku sih!" Dengus sedikit kasar Aditya saat ia merasa begitu terkejut di buatnya.
__ADS_1
"Maaf bos...aku lihat anda sedikit gelisah sampai mengusap usap wajah anda beberapa kali...apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya ifa sambil memberikan segelas jus melon kesukaanya di depan meja Aditya sambil menyodorkanya.
"Kamu nggak lihat? tuh aku udah bawain kamu wine...kamu malah bawain aku jus ijo...apa ini bau melon? aku nggak suka!" Ucap Aditya sambil mencium bau melon yang menguar di atas gelas yang Ifa bawa.
"Maaf bos...aku nggak tahu wine itu apa...namun jika saya melihat orang orang yang menikmatinya hanya menyeruput dan gelasnya pun hanya se besar cawan jamu...berarti itu kan nggak enak bos...atau pasti pahit bukan? enakan jus melon ini bos...dapat gelas besar pula...bisa puas deh minumnya!" Ucap ifa dengan seriusnya. "Astaga ifa....!" Dengus Aditya sambil menangkupkan telapak tanganya lagi ke wajahnya dan mengusap usap lagi disana. Dan sesekali telapaknya tanpa sadar menepuk jidatnya sendiri.
"Gadis bodoh! Aku pasti sudah gila jika memikirkanya...benar benar standart nya begitu di bawah rata rata." Ucap Aditya lagi lagi yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata kata lagi. Dan ia berpikir pasti sudah salah jika ia sampai bisa memikirkan gadis seperti itu.
"Oke...baiklah....ifa...kau minum sendiri ya itu jus buah kamu...aku sudah ada!" Ucap Aditya sambil beranjak pergi meninggalkan ifa yang tengah menikmati jus melon di gelasnya dan menyedot isinya sesekali.
"Dasar bodoh...nggak mungkin! aku pasti salah...otakku nggak mungkin di penuhi oleh gadis itu...gadis yang terlampau jauh standart ku...aku nggak rela...nggak akan rela...pasti ada yang salah dengan otakku." Ucap Aditya sambil terus berjalan yang tanpa sadar ia sudah sampai di tepian pantai. Hingga samar samar ia temui sepasang manusia tengah asyik main air disana di bawah cahaya bulan yang terlampau cerah malam itu.
"Dasar bodoh...kenapa pasangan sekarang pada nggak bisa mikir! ngapain juga malam malam begini orang orang itu malah main air...akh...cinta? yang ada cinta itu bullshit!
daripada main air mending main game."
Ucapnya dan terus putar balik menuju tempatnya semuala. Ia melanjutkan jalan jalanya yang sendirian di tepi pantai. Hingga beberapa saat ia berjalan jalan sampai pandanganya tertuju pada sosok gadis yang mungkin ia kenali tengah berusaha akan masuk kedalam air.
__ADS_1
"Apa lagi itu...Gadis bodoh...putus cinta kenapa juga mau bunuh diri? akh...dasar otak udang." Dengus Aditya sambil akan berbalik pergi meninggalkan si gadis yang berusaha akan masuk ke dalam air.
"Tunggu! pakai kerudung gold? akh...nggak mungkin kan...dia tadi aku tinggal di dalam gedung sana...nggak mungkin dia frustasi karena nggak nemuin aku lalu mau nyemplung ke laut kan? nggak....itu pasti halusinasiku...aku yakin." Ucap Aditya yang menganggap ifa sudah menghantuinya. Hingga tanpa sadar ia pun langsung berlari menuju gadis tersebut. Langkah kakinya dan tubuhnya refleks mendekat ke arah gadis itu dengan sendirinya. Tanpa mempedulikan penolakan perasaanya.
"Hai...bodoh...ngapain kamu mau bunuhdiri segala?haaah!!" Ucap Aditya sambil ikut masuk kedalam air sambil melempar sepatu mahalnya entah kemana dan menuju ke arah ifa lalu menarik lenganya tanpa ampun menuju ke pasir tepian pantai, Bajunya basah kuyup karena cipratan kakinya sendiri yang berlarian cepat masuk ke dalam air.
"Ngapain kamu hah!?" Ucap Aditya sambil ngos ngosan.
"Bos...aku tadi lagi nyari bos...saking senangnya aku berjalan di tepi pantai...aku jinjinglah sepatu heals aku bos...hingga tanpa sadar sepatu itu terlempar saat aku melonjak lonjak...dan kebawa arus sedikit ke tengah pantai." Ucap ifa sambil terus meminta maaf pada bosnya karena sepatu mahal pemberian bosnya itu hilang sebelah.
"Astaga kamu!!!" Ucap Aditya dengan suara mengerasnya dan menahan marahnya.
"Aaakh!! sepatuku...itu limited edition....hilang keduanya gara gara satu sepatu nggak guna!" Ucap Aditya lagi dengan kedua tangan yang berada di atas kepalanya semua dan mulai mengacak acak rambutnya hingga terlihat berantakan. Kini malah dia yang seperti orang bodoh dengan rambut awut awutan, Kaki telanjang, Dan pakaian yang setengah basah.
"Kau membuatku benar benar mirip orang gila sekarang!"
Ucap Aditya dengan teriakan yang lantang dan ifa yang hanya bisa menutup separuh matanya dengan kedua tangan menangkup kedua telinganya.
__ADS_1