Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
di tinggal lagi


__ADS_3

rendi terbangun mendengar bunyi hp nya,


ia melihat istrinya terlelap dalam pelukannya,


lalu rendi mencium pundak istrinya dari belakang,


kecupan lembut yg membuat istrinya menggeliat,


rendi tak hiraukan teleponnya yg sedang berdering,


ia meringkus lagi tubuh istrinya dalam pelukannya fengan gemas,


tak tahu mengapa ia benar2 sangat merindukannya.


meski saat ini dia berada di dalam pelukanya.


rasa rindunya makin menjadi.


lengan tangan kanannya di tindih oleh istrinya,


dang tangan kirinya menyibakkan rambut istrinya,


rendi sedikit terjaga untuk melihat wajah istrinya yg tertidur lelap.


di kecupnya pipi ranum anin,


tanpa terasa dengan jahilnya bibirnya menelusup ke telinga anin,


membuatnya kegelian,


namun anin masih tidak bangun.


rendi semakin gemaaas dengan tingkah istrinya,


tangan kanan rendi yg di tindih istrinya itu di naikkanlah,


hingga leher sang istri terpampang leluasa di depannya.


tanpa aba2 rendi menikmatinya,


anin yg merasakan tingkah jahil rendi pun terpekik cekikikan karena geli,


ia terbangun membuka matanya sambil *** rambut kepala suaminya yg wajahnya menancap di bawah dagu anin.


"kak reeend....geliii",


desah anin karena tingkah suaminya.


anin pun merubah posisi tidurnya,kini ia miring ke arah suaminya,menatap lekat wajah suaminya yg memerah,

__ADS_1


tangan anin mengelus wajah suaminya,


"kau kenapa sayang?"


tanya anin pada suaminya,


karena anin melihat wajahnya sayu memerah.


"kau masih tanya kenapa sayang?"


jawab rendi.


padahal anin benar2 tidak tahu suaminya kenapa.


"ada apa?apa kau sakit?"


tanya anin lagi yg masih belum mengerti.


"kau terlalu menyiksaku sayang..."


ucap rendi sambil menaikkan dagu istrinya dwngan tangannya,


mencium paksanya namun sesaat saja berubah menjadi lembut hingga saking lembutnya...anin terhanyut menikmati.


anin tak tahu...suaminya jadi sebuas itu,


anin ingin mencoba mengimbangi,namun rendi selalu mengerti dan mencegahnya dengan gerakannya.


bisik rendi.


dengan wajah sayu nya.


anin tak tahu sudah berapa lama dan berapa kali ia melakukannya dengan suaminya.


tiba2 hp rendi berbunyi lagi,


kali ini anin memintanya untuk menjawab.


dengan malas rendi meraih hp nya dan menjawabnya,


"halo..."


kata rendi.


"pak...bapak harus siap2...1jam lagi kita akan meninjau ulang",


kata orang bawahan rendi yg mengingatkan,


karena rendi sendiri yg menyuruhnya.

__ADS_1


sambil menatap istrinya yg meringkuk tertutup selimut setengah badannya,


"aku ada di rumah sekarang,aku tak mungkin bisa tiba


disana hanya dalam waktu 1jam."


ucap rendi.


"tapi pak...."


kata seorang di dalam telephon.


anin mendekat ke tubuh suaminya yg ada di sampingnya,duduk bersender atas ranjang.


rendi menyambut istrinya kedalam pelukannya.


"sayang...kembalilah...mereka lebih membutuhkanmu dari pada aku dan anak kita,


aku akan terus menunggumu selalu",


ucap anin sambil menempel di dada suaminya.


sesaat rendi mengambil nafas dalam2,menghembuskannya,seakan terasa berat keputusan yg ia ambil...namun ia harus memilih...


"baiklah sayang...aku akan kembali dengan segera menyeleseikan pekerjaanku dan kembali pulang",


sambil mengecup puncak kepala istrinya.


lalu rendi menelfon orang yg mengingatkan rendi tadi.


"halo...kau atur 4sampai 5jam lagi,aku akan siap disana,"


kata rendi dalam telfonnya.


lalu mematikannya,


ke2 tangannya kini memeluk erat istrinya,


pelukan hangat yg akan ia rindukan lagi pastinya.


"huuuuuh..."dengusnya kesal.


anin yg mendengar nya pun mengelus dada rendi.


"sabarlah sayaaang...kita akan saling merindukan lagi...meski aku tak suka...namun saat bertemu seperti ini..sepertinya kadar cintaku makin bertambah padamu",


kata anin untuk menyemangati suaminya.


rendi hanya tersenyum mendengar kata2 istrinya,

__ADS_1


mengangkat dagu istrinya dan mengecupnya.


__ADS_2