Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
monster


__ADS_3

"duuuuuuaaaaarrrrr,"petir tiba tiba menggelegar,


"aaaakhhh....."teriak nindi dengan seriusnya.kali ini ia ketakutan tidak main main,semua orang mencoba untuk menenangkannya,tidak terkecuali satria yang kelihatan begitu panik terlihat pada layar laptop nindi,namun berbeda dengan arga.


ia membalikkan badan menuju tangga depan dan menuruninya,ia sepertinya sudah tidak menggubris lagi apa yang di alami nindi,ia tidak peduli.karena sudah jelas nindi di kelilingi orang orang yang peduli padanya dan yang bisa membuatnya tersenyum bahagia.


arga terus berjalan di tengah guyuran air hujan.meski tidak begitu deras,namun cukup membuat basah tubuhnya yang hanya memakai kemeja lengan panjang yang lengannya ia sing sing sampai batas siku,dengan warna kemaja biru laut dan celana panjang kerja nya.


semua terlihat basah...hingga menempel pada kulit tubuhnya,terlihat tubuh sempurna bak foto model artis k-pop.


"tuan...anda basah semua..."ucap si satpam saat arga keluar dari pintu samping gerbang yang melewati pos satpam kecil di sebelahnya.


namun tanpa jawaban dari arga,ia terus diam berjalan pelan menuju mobil nya yang terparkir di depan.


air menetes dari ujung ujung rambut nya,membasahi tubuh dan juga seluruh hatinya.


"andai air hujan mampu mengalirkan perasaan sakit yang aku rasakan,mungkin saat ini akan jauh lebih baik."


gumam arga dalam hatinya.dengan baju basah kuyupnya ia pun masuk ke dalam mobil lagi.

__ADS_1


lalu melajukan mobil itu ke tempat pesawat yang sudah menungguinya.


"duuuuuaaaar...."lagi lagi petir menyambar,sontak nindi menjerit,namun perasaannya entah tidak karuan...ia pun lalu seketika menatap pintu utama rumahnya.wajahnya celingukan dan hampir lupa akan ketakutannya.


"perasaan tadi seperti ada yang mengawasiku...tapi siapa ya?"gumam dalam hati nindi.lalu ia pun bangkit dan berjalan perlahan menuju jendela samping pintu utama.dimana di depan jendela itulah arga menatap nya lekat lekat dan pergi dengan kepiluanya tadi.


nindi berdiri mematung di depan nya,memastikan tidak ada siapapun yang ada di sana.


"nindi....tenanglah....tidak ada siapapun disini...manamungkin orang yang kamu rindukan itu tiba tiba muncul di sini,"ucap nindi dalam hatinya.ia berharap arga saat ini pula muncul di hadapannya dan menenangkannya dengan pelukan.


"mana mungkin ia ingat padaku saat di sana ia bertemu dengan wanita wanita cantik."dengus kesal nindi tiba tiba saat mengingat pose arga yang sedang berciuman dengan lawan jenisnya yang ia lihat dengan mata kepalanya kemarin.


"baiklah semua...terimakasih,sudah pukul sepuluh malam...waktunya aku istirahat ya...selamat malam semua..."


ucap pamit nindi pada semua asisten rumah tangganya.


lalu terdengar sahutan "mari non..."dari semua yang berkumpul.


nindi menutup laptopnya dan melihat pada layar ponselnya,tidak ada satupun pesan dari arga,membuatnya ingin sekali membanting ponsel itu.kemudian ia membawa dua benda itu di tangannya,ia berjalan menyusuri anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya,ia melempar benda benda itu dan tubuhnya sekaligus ke atas ranjang besar miliknya.

__ADS_1


"ini nyata....arga melupakanku,"ucap dalam hati nindi dengan lelehan air mata di pipi nya,ia menenggelamkan wajahnya ke atas bantal dan terlelap.


di tempat arga.


"tuan...anda basah kuyup,"ucap asisten pribadinya,sambil membawakan handuk tebal yang lebar dan panjang,untuk menutupi seluruh tubuh arga.


lalu memapahnya masuk ke dalam pesawat.arga hanya membalas senyum samar di bibirnya kemudian duduk di kursi penumpang dengan di temani asisten pribadi dan juga para pengawalnya.


"buang ponsel itu."perintah arga dengan nada dinginnya.


dan asistennya pun tidak mampu menolaknya.


mungkin saat ini nindi sudah tidak berarti lagi untuknya.


meski hatinya sakit namun ia tidak bisa berbuat apa apa lagi.ia lebih bahagia jika tidak bersamanya.dan itu yang arga inginkan.nindi berbahagia.


jika ia paksa terus bersamanya...hanya akan ada tekanan dan perdebatan yang entah kapan akan usainya.itu malah akan membuat luka baru.sedangkan luka lama masih segar dalam ingatan.


"monster."satu kata itu cukup untuk menggambarkan arga saat ini.

__ADS_1


__ADS_2