
rendi dan anin masih di tempat yg sama,menikmati cuaca pagi yg cerah,
rendi mengajak istrinya duduk di bangku usang dekat kolam,
meraih tangan istrinya,menggenggam.
"apa kau baik2 saja 3hari ini?"
tanya rendi padanya.
"aku tidak baik2 saja",
ucap anin pada suaminya,
"kau harus bertanggung jawab kak rend..."
kata anin lagi.
"oke baiklah...kau mau aku tanggung jawab seperti apa?"
tanya rendi terheran2.
"kau janji mau ngejakku berlibur kan??kau harus tepati janjimu,itu sudah cukup untuk menebus nya"
kata anin dengan sungguh2.
"baiklah sayang...aku akan lakukan...tapi...."
kata rendi terputus dan seperti memikirkan sesuatu.
anin yg melihatpun tampak getir memikirkannya.
"apa kau akan kembali ke luar negeri lagi kak rend?"
tanya anin seketika,karena fikiran anin mungkin suaminya hanya pulang sebentar saja.
"ke luar mana??kenapa aku harus ke negara orang?kalau di negara ini ada istriku",
jawab mantap rendi.
anin terperanjat suka...tanpa terasa anin pun mengecup bibir suaminya dengan singkat.
rendi yg menyadari tingkah istrinya pun dengan cepat menangkap dagu istrinya,
"tidak semudah itu sayang....kau harus menyeleseikannya..."
ucap rendi,
lalu sedetik kemudian bibir keduanya menyatu.
anin merasa geli...sesuatu menggelitik di dalam mulutnya namun anin menikmatinya,
baru kali ini suaminya demikian.
__ADS_1
keduanya merasa puas dengan apa yg sudah di lakukan di tempat itu.
anin yg merasa malu dengan tingkah suaminya pun tersipu sambil mengatupkan rapat2 bibirnya,
matanya melihat sekeliling,
apakah ada mata yg mengawasi mereka?
di lihatinya sekali lagi,
pak totok juga sudah pergi...
"huuuft...."
desah lega anin saat melihat sekeliling tak ada siapapun.
namun berbeda dengan rendi,
ia tidak peduli ada siapapun jika ada.
yg ia tahu...ia menikmati punyanya...terserah mau dimana ia menikmatinya.
"hei...kau melihat apa?"
tanya rendi saat dilihatinya istrinya nengok kesana kemari.
namun anin tak menjawabnya.
kata rendi yg langsung meraih dagu istrinya,
jempol nya mengusap lipstik istrinya yg agak belepotan.
anin hanya terdiam merasakan tingkah suaminya.
"apa kau sudah sarapan?"
tanya suaminya pada anin.
"aku sudah sarapan tadi kak rend..."
jawab anin.
"tapi aku belum aarapan sayang...sampai rumah aku bergegas mencarimu kemari...apa kau mau menemaniku sarapan?"
tanya rendi pada istrinya.
"anin merasa bersalah...ia merasa ia yg sudah di abaikan suaminya...namun suaminyalah yg harusnya merasa di abaikan...bukan anin...tapi suaminya tak pernah mengeluh..."
gumam anin dalam hatinya.
tanpa sadar ia menoyor kepalanya sendiri
"bodo2 banget",
__ADS_1
gumam anin.
"heeey....kau hanya harus jawab mau apa tidak sayang...jangan menoyor2 kepalamu seperti ini",
kata rendi yg menyadarkan anin dengan tingkah konyolnya.
"apa kak...tadi kak rendi tanya apa?"
tanya ulang anin,
karena dari tadi ia tak menghiraukan kata2 suaminya.
dia hanya bermain dalam pemikirannya sendiri.
"temani aku sarapan sayang...aku belum sarapan tadi..."
kata ulang rendi.
"baiklah sayang....aku temani...mau makan apa??"
kata anin dengan nada lembutnya.
"aku lagi pingin makan bubur sayang...yukk ikut aku ke tenpat biasa aku dan kakek kunjungi",
kata rendi mengajak istrinya.
"bubur apa yank?"
tanya anin.
"bubur ayam...tapi enak kok yank...nanti kamu coba deh..."
ucap rendi.
"tapi aku kan udah makan kak dirumah tadi..."
jawab anin.
"yaudah penting ikut dulu aja deh..."
kata rendi.
anin pun beranjak dari duduknya,dengan sigap rendi membantu istrinya berdiri,
merangkulkan tangan istrinya di tangannya,lalu beriringan mengajak istrinya berlalu pergi meninggalkan taman kecil itu.
"aku akan berusaha membuatmu tidak ke tempat ini lagi sayang..."
ucap rendi dalam hati.
rendi teringat...di tempat inilah istrinya benar2 bersedih hingga ia mau menikah dengannya hanya karena himpitan hutang.yg akhirnya tempat ini pula yg menyatukan mereka,
menumbuhkan cinta antara mereka.
__ADS_1