
Lalu Arga pun berjalan mendekat ke arah Nindi yang meringkuk di ranjangnnya dengan kedua tangan yang menekan perut nya.
"Sayang kamu mau makan? aku suapi mau?" tanya Arga seketika.
"Nggak mau Ga...perutku sakit Ga...kamu nggak rasain sih..." ucap Nindi seketika.
"Noh...dari pada kamu bujuk aku makan, balikin lagi bajuku ga, ke tempat semula...aku sendiri tuh yang naroh lemari...kamu kalau mau bantu...bantuin tuh masukin." ucap Nindi lagi.
"Loh...kok aku sih sayang? biar bibi dong yang masukin..." ucap Arga.
"Ga...nggak usah bawel deh...mau nggak kamu nolongin aku? kalau nggak ya udah... perutku sakit saat aku ngomong," ucap Nindi seketika yang langsung di laksanakan Srga, lelaki itu tidak tahu kalau nindi bukan tipe pemalas, Anin mengajarkan puterinya itu untuk tidak bergantung pada bibi atau asisten keluarga lainnya, apa lagi saat ini bi Ani dan bi Ana sudah cukup tua untuk memasukkan baju ke dalam lemari pakaian dan menatanya. Dan rupanya setelah pakaian Nindi sudah di setrika asisten rumah tangga yang lain. Nindi lah yang membawa dan menatanya sendiri di lemari pakaiannya.
__ADS_1
"Semoga nggak ada yang lihat...nggak ada yang tahu Arga sanjaya si ganteng perfect ini mungutin baju dan nata baju cewek di lemari pakaiannya, aaaaakkkkhhh...memang benar pepatah bilang cinta itu gila...cinta itu edan...cinta itu yang membuat orang berantakan..." gerutu Arga dalam hatinya karena baru se umur-umur dan pertama kali untuknya melakukan pekerjaan wanita.
"Udah nih yang...sekarang kamu minum jamu buatan mama gih..." ucap Arga yang sudah menyelesaikan tugas dari Nindi dan berjalan mendekat ke arah gadis itu.
"Nggak mau Ga...itu jamu buatan mama sendiri pahitnya minta ampun Ga...nggak mau..." ucap rengek Nindi lagi.
"Kalau di film yang aku lihat tuh...cara biar kamu minum nih jamu...harus pakai mulut aku dulu nih sayang? jamunya aku suapin pake mulut aku, aku coba ya...? siapa tahu jadi manis..." ucap Arga sambil mengambil jamu dari mangkuk kecil dan menyeruputnya sedikit. Arga melakukannya dengan cool saat itu.
"Huuueeeekkk...ooohooook....ohoooookkk....kkkkuuuueeek..." suara Arga yang tidak sengaja menelan jamu pahit plus, plus, plus, plus pahit poll yang baru ia rasakan.
"Kok di film-film bisa cool banget sih...? lah aku nyobain kok kaya kecekik begini sih tenggorokan aku?" gerutu Arga yang tanpa sadar membuat Nindi tertawa terbahak di ikuti tetesan air mata di pojok matanya karena saking lucu nya tingkah Arga.
__ADS_1
"Ga...kamu tu ya...? itu di film...! kenapa juga kamu ngikut-ngikut...? di film mana ada jamu asli buat di minum...? gitu aja nggak tahu sih...?" ledekan Nindi yang seketika membuat Arga terbangun dari imajinasi bego nya.
"Kata Johan, cinta itu seperti marshmallow...empuk nyus-nyus ngangenin, apaan...! dari jadian aku ketiban sial mulu, walau begitu kenapa aku suka? aku terima...? aku bego...?" ucap Arga dalam hatinya yang merasa bodoh di hadapan Nindi yang hanya lulusan s1 itu.
"Sayang...aku ingin kamu tersenyum saja...tapi nggak tahu nya kamu malah ketawa sampai nangis-nangis gitu!"
ucap bohong Arga, agar tidak terlihat bego nya di depan kekasihnya itu.
"Ouh...sayang...makasih ya...kamu mencoba menghiburku ya...? maaf ya...aku nggak tahu...malah ngetawain kamu."
Ucap Nindi tulus yang membuat Arga gemas di buat nya. Lalu Arga pun duduk lebih merapat kearah Nindi dan memeluk nya, tangannya mulai jahil, perlahan meraih dagu Nindi dan menaikkannya, Arga ingin mencium gadis itu. Namun tiba-tiba...
__ADS_1
"ehem...." deheman om Rendi yang baru masuk tiba-tiba membuyarkan keinginan nakal Arga barusan.
"Ya....lagi-lagi gagal deh..." dengus kesal dalam hati Arga.