
Dengan langkah kaki bergegas dan tergesa gesanya, Arga segera berlari menuju apartemenya, Setelah mobilnya ia parkir di tempat parkir apartemen terlebih dahulu, Ia segera menuju ke apartemenya, Berusaha secepatnya, Katena ia tak tahu bagaimana kondisi sang istri saat itu.
"Sayang....aku datang...dimana kamu?" Ucap Arga yang baru masuk apartemenya dan berkali kali memanggil nama sang istri namun tidak ada jawabanya.
Segera saja ia menuju ke kamar, Namun Arga tak dapati Nindi disana, Dan segera saja ia menuju kamar mandi, Benar saja, Nindi sudah terduduk di bawah bak mandi sedang memegangi perutnya.
"Astaga sayang...sini cepat minum obatnya," Ucap Arga yang segera saja membuka botol obat Nindi dan meminumkanya, Obat biasa yang Nindi minum saat tengah datang bulan.
"Bisa pakainya kan sayang? perlu bantuan kah?" Tanya Arga lagi sembari memberikan bingkisan yang berisi pembalut dan juga celana dalam itu pada sang istri, Dan Nindi hanya menggeleng, Tanda ia bisa sendiri memakainya.
Sampai beberapa saat Nindi berada di dalam kamar mandi, Sedangkan Arga yang menungguinya di luar pintu kamar mandi tengah mondar mandir seperti sedang menunggui istri yang mau lahiran, Begitu cemas campur khawatir, Hingga segera saja ia masuk kedalam setelah culup lama Nindi di dalam namun tak kunjung keluar.
"Astaga sayang...!" Teriak Arga saat mendapati sang istri dengan pakaian sudah terlepas dan tinggal dalamanya saja yang ia pakai.
"Kenapa di situasi genting seperti ini ada saja cobaan dan godaanya sih tuhan untuku? apa salah dan dosaku tuhan?" Ucap Arga dalam hatinya, Dan segera saja ia terjaga dari pandanganya yang tanpa sadar sudah menyebar ke seluruh lekuk bagian tubuh sang istri.
"Akh...handuk...ya...pakaian handuk...dimana itu dimana?" Gerutu Arga yang tiba tiba blank seketika, Segera saja ia mengambil pakaian handuk baru dari dalam lemari khusus pakaian handuk, Dan mengambilnya segera, Menutupkanya pada tubuh sang istri.
"Maaf sayang...tadi kemeja kamu aku kenai noda darah sedikit...aku nggak sengaja...maaf ya..." Ucap Nindi dengan suara lirihnya, Dan segera saja Arga menganggguk dan langsung membopong tubuh sang istri, Membawanya menuju ke atas pembaringan. Dan Nindi pun langsung merangkul leher sang suami dengan erat, Bergelayut disana.
__ADS_1
"Akh...capek...pinggangku...beberapa jam saja sudah bopong kamu dua kali loh sayang..." Ucap Arga yang di sambut senyuman di bibir Nindi.
"Cup, Maaf suamiku....dan makasih sayang..." Ucap Nindi sembari mengecup pipi sang suami yang tengah membopongnya.
"Apa itu suatu sogokan? akh...tahu aja aku nggak tegaan kalau sama kamu sayang...aku senang kalau kamu nggak kesakitan lagi..." Ucap Arga yang sudah sampai tepian ranjang dan meletakan tubuh Nindi disana, Menyelimutinya sampai batas dada.
"Met malam sayang..." Ucap Arga sembari mengecup kening Nindi, Dan Kini ia berjalan menuju ke arah dapur, Mengambi air kemasan botol dari dalam lemari pendingin, Dan meneguknya separuh sampai habis, Ia merasa kehausan setelah berlarian tadi. Lalu ia menyusul sang istri untuk ikut istirahat malam itu, Hingga ia benar benar tertidur di samping sang istri sampai pagi menjelang.
"Akh...aku kira semalam pinggangku yang mulai encok...kenapa sekarang bertambah lenganku?" Gerutu lirih Arga yang belum sepenuhnya bangun, Matanya saja masih terpejam dan belum terbuka, Namun saat ia akan menarik lenganya, Rasa berat seperti tertimpa beban berat ia rasakan. Sampai sayup sayup ia membuka mata, Ternyata sang istri tengah meringkuk di sampingnya, Membuat bantalan di lengan Arga, Karena silau cahaya mata hari yang lumayan menyilaukan masuk menusuk celah celah jendela ruang kamarnya yang sebagian besar memang dari kaca, Karena letak apartemen Arga yang terletak cukup tinggi, Membuat cahaya masuk begitu saja tanpa penghalang, Apa lagi sedikit saja celah tirai yang tidak tertutup rata.
"Oh...itu masalhanya..." Ucap Arga sembari perlahan lahan terjaga dan menarik lenganya perlahan lahan dan meletakan kepala sang istri di bantal empuknya, Segera saja ia turun dari ranjangnya dengan perlahan lahan, Menuju ke arah sumber cahaya dan menutup sempurna tirainya, Agar sang istri makin lelap tidurnya, Karena semalam cukup malam keduanya tertidur.
Tiba tiba ponselnya bergetar lalu berdering, Nampak Arga segera mengambilnya dan mengangkatnya di luar kamar,
"Halo kak...ada apa? kenapa telephone pagi pagi begini?" Tanya Arga setelah mengangkat panggilan dari kakaknya.
"Ini...aku mau ke apartemen...mau ambil barang yang ketinggalan disana, Kamu mau sekalian kakak bawain sarapan nggak? nih kakak iparmu buat sarapan lumayan banyak...kalau mau...aku bawain..." Ucap Aditya yang mendapat sambutan senang di hati Arga.
Karena mungkin seharian ini Nindi akan istirahat, Dan ia pun tidak bisa meninggalkan sang istri lama lama dendirian.
__ADS_1
"Oke kakak...aku mau di bawain sarapanya, Sekaligus yang buat makan siang ya kak...tau lah...aku nggak mau beranjak dari apartemen, Dan lagi kak...nitip koyo ya...pinggang aku sama lengan aku sakit," Ucap Arga dengan isengnya, Tapi memang kenyataanya demikian.
"Dasar ni anak...dikasih hati minta jantung...sekalian empedu ga...nyesel aku tuh ngasih tahu kamu apa lagi nawarin segala!" Ucap gerutu Aditya yang langsung mematikan panggilan telephonenya, Namun Arga tahu watak kakaknya tersebut, Pastilah ia akan membawakanya, Meski ada drama ngedumel seperti itu.
Hingga setengah jam lebih Arga menungguinya, Barulah terlihat Aditya membuka pintu apartemenya dan terlihat berjalan masuk setelah mengganti sendal yang ia pakai,
"Nih...sarapan kamu...terus...yang ini makan siangnya, Dasar pengantin baru males malesan, Tuh...koyo nya ada di sana juga, Aku pisahin." Ucap Aditya dengan kedua tangan yang menyodorkan dua bingkisan yang berbeda di kedua tanganya.
Namun...saat Arga akan menerima bungkusan itu, Ia mengeluhkan lenganya,
"Akh...lenganku..." Ucap Arga yang benar benar jelas terlihat tengah meringis menahan rasa tak nyaman.
"Emangnya polah tingkah kamu kayak apa sih ga semalam? sampai kayak gitu...?" Ucap Aditya seketika saat ia melihat Arga yang merasakan perasaan tak nyamanya.
"Semalam aku bopongin dia sampai bolak balik, Belom reda pinggangku tambah lenganku kak..." Ucap jujur Arga, Namun yang Aditya pikirkan lebih dari sekedar gendong gendongan.
"Emang itu gaya macam apa sih ga? baru tahu aku ada gendong gendongan segala!" Ucap Aditya yang membuat melongo Arga seketika.
"Akh...otak kakak sudah keracunan malam pertama kali ya..." Ucap Arga dalam hatinya.
__ADS_1
"Akh...cari aja sendiri di internet..." Ucap Arga dengan ketusnya, Karena nggak mungkin ia menjabarkan panjang lebar apa yang ia alami semalam, Malam pertama tak terlupakan.