
Hingga sudah hampir satu jam lagi lama perjalanan keduanya, tiba tiba Ifa tersentak dan terjaga dari sandaran lengan suaminya, ia merasa ingin ke kamar mandi lagi untuk buang hajat kecil lagi.
"Ada apa lagi sayang? ada yang kamu ingin makan lagi apa gimana?" Tanya Aditya yang merasa sedikit kaget akan tingkah sang istri barusan.
"Bby...aku ingin ke kamar mandi lagi...lagi ke belet pingin buang hajat kecil...cepet ya...udah nggak tahan nih bby tiba tiba aja!" Ucap Ifa sembari menunjukan wajah memelasnya pada sang suami.
"Pak...tolong berhenti dimana saja yang ada kamar kecilnya!" Ucap Aditya yang memberi perintah pada pak supir yang tengah menyupiri keduanya.
Dan benar saja hingga terlihat di depan terdapat sebuah pom pengisian bahan bakar, dan pak supir pun menghentikan mobil tuanya itu tepat berhenti di dekat toilet.
Ifa langsung berlari kecil menuju ke toilet yang terlihat sepi tersebut.
"Akh...kenapa istriku akhir akhir ini makin aneh saja sih...nggak nafsu makanya yang berlipat dua kali lipat, nggak tingkah konyolnya yang banyak maunya, pingin menang sendiri pula, dan ini...apa apaan coba, baru aja belum sejam tadi ke kamar kecil, sambil datang bawa cilok, eh...sekarang pingin ke kamar kecil lagi...kalau orang yang nggak tahu pastilah bawaan orok, nah ini sering nihil kalau di tes." Ucap Aditya dengan gerutunya yang memang ia sendiri menyadari keanehan keanehan yang terjadi pad sang istri namun menepisnya, begitu juga dengn Ifa, ia yang mengalaminya sendiri, lagi lagi tak ingin sakit hati saat melihat kenyataan yang selalu saja nihil.
__ADS_1
"Akh...leganya...!" Ucap Ifa sembari berjalan mendekat ke arah mobil sang suami yang masih terparkir di tempatnya semula.
"Bby...nanti jadi kan beli gaunya untuku? kita belanja?" Tanya Ifa yang baru masuk kedalam mobil, dan Aditya pun langsung mengangguk mengiyakanya.
"Kamu mau kita beli dimana sayang? mau di mall atau bitik saja? nanti aku akan tanya Arga saja yang hafal tempat bagus yang dekat dengan Resort nya.
"Emb...bby...baiklah...ayo kita jalan lagi...ntar keburu panas...aku nggak bisa nikmati perjalananya." Ucap Ifa dengan senyum manisnya.
"Iya iya aku terus yang ngajak...!" Dengus Ifa dengan kesalnya.
"Oh...oke oke maaf sayang...!" Ucap Aditya sembari merangkul pundak sang istri agar reda sedikit kesalnya.
"Pak...ayo jalan lagi...!" Ucap Aditya yang langsung di laksanakan oleh pak supirnya.
__ADS_1
Aditya segera merogoh ponsel di kantongnya, ia berusaha menghubungi Arga untuk bertanya dimana butik yang paling terpercaya untuknya dan sang istri, dimana harusnya pakaian yang ia dan istrinya kenakan bukanlah pakaian yang asal asalan atau yang pasaran, harusnya ia sudah menyiapkan gaun dan juga setelan kemeja dan jas yang akan ia gunakan ke pesta Arga yang ada di Resort, namun karena permintaan langkan sang istri itu pun, akhirnya keduanya gagal memakainya untuk ke pesta.
"Ga...halo...!" Ucap Aditya saat panggilanya sudah tersambung pada sang adik.
"Iya kak...halo...ada apa? jangan bilang kakak nggak bisa datang ya!?" Ucap Arga dengan tebakanya.
"Aku aja sekarang udah menuju kesana, mungkin duluan aku daripada kamu dan Nindi ga!" Ucap Aditya yang membuat Arga lega.
"Terus kak?" Tanya Arga lagi.
"Ga...tahu nggak tempat mall atau butik yang gaun serta pakainya untuk pasangan itu yang limited? atau paling nggak! nggak ada yang nyama nyamain." Ucap Aditya yang kemudian membuat Arga mengerti dan mengangguk serta berpikir.
"Oh...aku tahu tempatnya, di butik xxx kak...nanti aku share lokasinya deh." Ucap Arga sembari menutup panggilanya, dan jawaban sang adik itu sudah membuat Aditya merasa lega seketika.
__ADS_1