Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
berasa inces


__ADS_3

lalu bu desi dan suaminya pun berpamitan pergi terlebih dahulu,


anin dan rendi pun melangkah menuju butik yang di tuju.


sesampainya di butik di dudukkannya anin di sofa panjang nan bagus,


mungkin cukup untu duduk tiga orang.


"sayang aku minta minuman dulu pada pelayannya ya.."


kata rendi sambil beranjak pergi mau meninggalkan tempatnya.


namun tiba tiba anin menarik lengannya suaminya,hingga suaminya terduduk di sampingnya,lalu anin menyandarkan dagunya di pundak suaminya.


"sesaat tadi...aku benar benar takut kehilanganmu kak rend..."


kata anin,


yang di sambut pelukan hangat di sertai tepukan di pundaknya oleh suaminya.


rendi mengerti kenapa istrinya seperti ini,mungkin dia berpandangan lain saat melihnya dan bu desi tadi.


"aku hanya mencintaimu sampai kapanpun sayang...jangan punya pikiran macam macam lagi ya..."


ucap rendi untuk menenangkan istrinya.


lalu kariawatinya membawakan 2 botol air mineral,menyodorkannya pada anin dan rendi.


"silahkan di nikmati,"ucap nya,


anin meraihnya ia pun langsung meminum air mineral yang di tawarkan.


"silakan lewat sini nyonya untuk melihat lihat gaunnya."


ucap salah seorang kariawati butik.


"tidak...biarkan istriku duduk disini,dia sedang mengandung,jadi kalianlah yang ambilkan gaun gaun nya kemari,kami akan memilih disini,"ucap suami anin.


"tak usah kak rend...kita kemari mau beli...biar aku yang kesana memilihnya",


kata anin yang ingin beranjak dari tempat duduknya.


"diam lah kau disini",


kata rendi dengan wajah seriusnya.


yang membuat anin patuh.

__ADS_1


lalu pemilik butik berjalan menghampiri,


"oh pak rendi",


katanya hampir tak percaya.


"halo madam..."


kata rendi pada pemilik butik.


lalu rendi menceritakan apa yang di inginkannya.


pemilik butik pun manggut manggut seolah mengerti apa yang di inginkan rendi.


lalu meminta kariawatinya melakukan seperti apa perintah rendi.


anin yang menatap suaminya dengan penuh kekaguman pun hanya bisa mengisyaratkan dengan 2 jarinya yang menyilang.


ibu jari dan jari telunjuknya.


kedua tangan di angkatnya lalu di tujukan pada suaminya.


rendi yang melihat tingkah istrinya pun sangat gemaaas.


ia mendatangi tempat istrinya dimana ia duduk,


menghimpit anin hingga membentur sandaran belakang,


dan kini wajah rendi tepat berada di depan wajahnya.


matanya melebar,


senyum liciknya terlintas di ke2 ujung bibir suaminya.


anin yang melihatnya hanya meneguk ludahnya,


hatinya dag dig dug.


dan dikatupkannya bibirnya.


ia takut suaminya khilaf di tempat umum.


"kau begitu menggemaskan sayang hingga aku ingin memakanmu"bisik rendi pada istrinya.


lalu seseorang datang dengan berderet baju di gantungan.


"tuan....ini gaun yang bisa anda pilih",

__ADS_1


ucapnya.


rendi pun berganti posisi lalu duduk di samping istrinya.


"pilihlah sesuai hatimu sayang...untuk pesta...dan ibaratnya kau adalah bintangnya nanti malam"ucap rendi pada istrinya.


anin pun semakin di buat bingung dengan tingkah suaminya,


namun dengan sendirinya ia mengikuti kemauan suaminya.


lalu anin memilih dua gaun yang akan ia kenakan.


tiga baju yang sudah anin coba semuanya pas dan terlihat anggun di tubuhnya.


benar ia sedang hamil hampir tiga bulan tapi pinggangnya masih ramping,


namun ternyata tiga gaun yang ia pilih itu tidak masuk di hati suaminya.


dan tibalah pada sebuah gaun tanpa lengan dengan motif bunga cenderung gelap,dengan tinggi sedikit naik di atas lutut namun masih wajar.


anin memakainya.


lalu keluar memperlihatkannya pada suaminya,


rendi dengan mata melototnya tak percaya istrinya yang ada di depannya.


benar benar luar biasa di tubuh istrinya.


lalu tanpa sadar ia mengangguk.


anin dan suaminya pun setuju mengambil gaun itu saja.


lalu anin memilih sepatu hak tidak terlalu tinggi yang sesuai dengan gaunnya.


"kamu yakin memakai sepatu ber hak sayang??"tanya suaminya.


dengan mantap anin mengangguk.


semuanya gaun ber merk yang keluaran terbaru.


lalu pemilik butik menyodorkan tas slempang bertuliskan chanel yang benar benar luar biasa indahnya.


"ini keluaran terbaru pak",ucapnya.


lalu rendi pun menerimanya.


"kita ambil yang ini."

__ADS_1


dan tentunya itu semua tidaklah murah.


__ADS_2