Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kerinduan yang menyiksa


__ADS_3

Di pojok Restoran mewah di salah satu sudut kota, Yang terlihat begitu santai dan begitu damai rasanya, Makan siang yang begitu menyenangkan dan membahagiakan bagi pasangan muda Arga dan Nindi.


Arga sengaja mengaktifkan mode senyap pada ponselnya, Karena ia tidak ingin makan siangnya kali ini teeganggu satu pesan atau pun telephone masuk.


Hingga tanpa terasa sudah ada berpuluh puluh pesan masuk di ponsel Arga yang tanpa ia sadari, Dan beberapa telephone yang tidak ia angkat dari nomor yang sama.


Ya itu dari Aditya Wibawa, Dimana ia tengah frustasi agaknya, Bayangan ifa dimana mana ia lihat, Mulai dari kamar mandi...tempat kerja...hingga tempat tidur, Bayangan ifa slu mengikutinya dan membuatnya hampir gila.


"Kamu ngapain disini? bukankah kau sedang liburan ke luar negeri?" Ucap Aditya yang tengah berada di meja makanya dan menikmati makan siangnya, Ia sampai saat itu tidak bisa menelan makanan karena ia lihat ifa di hadapanya tengah tersenyum sambil menatapnya, Wajah imut nan lugu itu selalu membayanginya, Hingga tanpa sadar ia pun bicara bercakap cakap pada bayangan yang ia lihat di depanya itu. Bak orang gila yang tanpa ia sadari para asisten rumah tangganya pun merasa heran di buatnya. Bayangan yang ia ajak bicara tersebut hanya tersenyum menatapnya tanpa membalas perkataanya.


"Ga...kamu tega sekali...aku ingin bilang sama kamu...kenapa aku selalu melihat ifa? apakah ifa sudah menjadi hantu? kenapa aku ajak bicara ia tidak menyahut?" Ucap Aditya yang ingin sekali bercerita pada Arga, Namun sampai detik itu tak kunjung juga di angkat oleh Arga, Panggilan telephone nya, Apa lagi pesanya, Tak ada satu pun yang di balas olehnya.


Dengan langkah gontainya Aditya berjalan menuju ke tepi jendela kaca apartemenya, Disana ia membawa beberapa kaleng minuman dengan kandungan alkohol yang lumayan tinggi, Ia merasa tidak mabuk namun ia seperti sedang mabuk.


Hingga ia putuskan untuk membuat tubuhnya mabuk sepenuhnya agar saat ia tersadar bayangan Ifa sudah pergi dari pikiranya.


"Aaah...astaga sayang...aku telephone Aditya sebentar ya...nggak apa apa kan? ini dia mencoba menghubungi aku dari tadi ternyata, Kamu nggak beberatan?" Ucap Arga saat ia melihat pada layar ponselnya bahwa Aditya sudah berkali kali mencoba menghubunginya.

__ADS_1


"Nggak apa apa ga...aku tunggu di mobil aja ya kalau gitu..." Ucap Nindi sambil melempar senyum pada Arga sebelum ia pergi meninggalkan kekasihnya itu...


"Hallo kak...kakak dimana sekarang? Kenapa kakak menelephonku banyak sekali?" Tanya Arga saat ia dapati panggilanya sudah di angkat oleh kakaknya tersebut.


"Ga...kesini...aku di rumah..." Ucap Aditya dengan suara bergetar disana, Dimana perasaan Aditya saat itu melihat ifa tenfah duduk di depannya dengan kedua tangan yang menopang dagunya, Terlihat begitu manis sekali.


"Ah...kak...tunggu ya...aku akan antar Nindi ke kantor dulu kak...baru datang kesana." Ucap Arga sambil memutus panggilan telephonenya, Ia sudah tahu apa yang tengah di hadapi Aditya tersebut hingga seperti itu pastilah sedang memikirkan ifa. Gadis pertama yang membuat Aditya seperti orang gila. Tidak butuh waktu lama saat Arga mengantarkan Nindi sampai ke kantornya.


"Sayang...nanti aku nggak bisa jemput kamu pulangnya lo...ingat ya...jangan nungguin aku..." Ucap Arga sebelum Nindi membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil.


Arga pun segera melajukan mobilnya menuju ke apartemen Aditya, Dimana Arga sudah mengetahui berapa nomor pin pintu apartemen Aditya.


"Kak...kamu di dalam?" Ucap Arga saat ia sudah masuk kedalam apartemen Aditya namun ia tidak dapati Aditya di mana mana, Sampai...


"Duak...." Suara tangan Arga yang menghantam meja di depanya saat kakinya tiba tiba tersandung sesuatu yang keras di bawah sofa. Dan teenyata iru adalah kaki Aditya.


"Astaga...kakak...kamu ngapain nyungsep? atau ketiduran disitu kak?" Ucap asal asalan Arga saat ia sadari Aditya tengah berada di sana dengan posisi terlentang.

__ADS_1


Hingga Arga melihat beberapa kaleng minuman beralkohol di dekatnya tengah berserakan.


"Kenapa kau merusak hidupmu sampai sedemikianya kak? Jika memang kau mencintainya...kenapa tidak kau pertahankan? kenapa malah kau lepaskan kak..." Ucap Arga sambil mencoba memapah Aditya untuk naik ke atas tempat tidur. Arga melonggarkan dasinya, dan mulai mengurus kakaknya. Jujur baru kali ini ia melihat Aditya se kacau itu.


Tanpa sadar ia pun ikut tertidur di samping Aditya, Keduanya tertidur dengan pulasnya. Hingga hari mulai gelap dan waktu sudah petang, Keduanya masih tertidur.


Sedangkan asisten rumah tangga Aditya sudah pulang dari siang tadi, Ia hanya bertugas untuk bersih bersih dan mengambil pakaian kotor Aditya,


"ifa...kamu disini ternyata...aku melihatmu lagi saat aku terjaga dan benar benar tidak sedang mabuk ifa..." Ucap Aditya sambil membelai wajah ifa yang Aditya yakini.


Namun ternyata adalah wajah Arga sebenarnya.


"heiii kak....ini aku, Ini wajahku..." Ucap Arga yang tengah protes disana, Karena pipinya telah di elus oleh Aditya.


"Aaah...kenapa jadi kamu sih ga?" Dengus kesal Aditya sambil memalingkan wajah dan tubuhnya memunggungi Arga. Tiba tiba tanpa ia sadari bulir bening telah menetes dari pelupuk matanya dan cepat cepat ia seka.


Ia takut Arga melihatnya dan mulai mengkhawarirkanya.

__ADS_1


__ADS_2