Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Tanpa jeda dan spasi


__ADS_3

Di sudut Restoran hotel, Nampak Nindi dan Arga tengah menikmati hidangan sarapan yang mereka pesan, Nampak canda tawa terlihat bahagia terpancar dari wajah keduanya.


"Sayang...makasih ya...dari yang aku lihat, Kamu udah ngabulin semua keinginan dan kemauan aku..." Ucap Nindi dengan pandangan bahagianya menatap sang suami di depanya.


"Sudah kuajiban aku sayang...kamu kan istri ku..." Ucap arga dengan senyum tampan balasanya.


"Sudah? mau jalan jalan lagi sayang?" Tanya Arga yang menawari Nindi jalan jalan lagi, Dan kini ia dengan senang menemani sang istri.


Namun...sebelum ia beranjak dari duduknya, Nampak Satria dan Yura yang baru tiba, Keduanya sengaja datang awal hari itu, Namun kembali awal pula setelah acara di resort usai, Acara di resort di laksanakan sehari setelah acara di pantai, Dan acara disana, Hanya mengumpulkan keluarga dan kolega dekat saja, Dan acaranya lebih kekeluargaan, Namun temanya tetaplah pesta pernikahan.


"Hai...kalian...pagi sekali sampainya...mana tante Neta?" Ucap Nindi sembari melambaikan tangan ke arah kedua sahabatnya, Namun saat itu...Nindi serta Arga belum tahu bahwa kedua sahabatnya itu sudah menikah, Dan Yura tengah dalam kondisi hamil.


"Hai...iya...kami ambil penerbangan awal...dan memang langsung menuju kemari, Kan istirahatpun kalau sudah sampai sini nggak takut ketinggalan lah..." Ucap canda Satria yang memang benar kenyataanya.


"Ya sudah...cepat pesan kamar dulu...lalu istirahat..." Ucap Nindi lagi, Setelah ke empatnya bersalaman sambil berpelukan.


"Eh...tunggu tunggu...tante Neta mana?" Tanya Nindi lagi yang masih penasaran pada keberadaan teman akrab mamanya tersebut.

__ADS_1


"Akh...mama...mungkin nggak bisa hadir...tapi ntar pas di resort pasti dia datang...udah pesan tiket pesawat tanggal itu soalnya..." Ucap Satria dengan jujurnya, Dan terlihat senyum yang ia paksakan di bibir Nindi, Karena ia sudah sangat merindukan tantenya itu, Tante yang sudah di anggapnya sebagai mama kedua baginya.


"Akh...ya sudah...kalian selamat istirahat ya..." Ucap Nindi yang mengiringi kepergian kedua sahabatnya.


"Sayang...kamu nggak apa apa?" Tanya Arga saat ia lihat wajah sang istri yang sedikit murung disana.


"Emb...nggak apa apa kok sayang..." Balas ucap Nindi, Dan tersungging senyum manisnya.


"Mau jalan lagi?" Tanya Arga, Setelah ia rasa makanan sarapanya sudah tercerna di perutnya. Dan Nindi pun langsung menggeleng gelengkan kepalanya.


"Enggak ga...mau istirahat aja di kamar...nanti pasti capek kan? istirahat aja ya..." Ucap Nindi sembari beranjak berdiri dari duduknya dan menarik tangan sang suami disana, Mengajaknya ikut serta.


"Sayang...aku mandi dulu ya...aku belum mandi..." Ucap Arga sembari mengambil kaos berkerah warna putihnya, Serta celana pendeknya, Dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Nindi, Hanya tengkurap di atas ranjangnya dengan membuka laptop milik sang suami, Lalu mencari cari derama yang ia sukai, Lalu melihatnya.


Hingga beberapa saat Arga keluar juga dari dalam kamar mandi, Nampak segar, Bau mint bercampur menthol segar menguar saat pintu kamar mandi terbuka, Bau khas milik Arga. Hingga samar samar Nindi suka mengendusnya, Dengan mata terpejam menikmati bau yang menurut Nindi ia sukai, Begitu maskulin menyegarkan di penciumanya.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar, Arga sudah berjongkok disana, Dan wajahnya mengamati wajah Nindi tepat di depan wajahnya.


"Kau bisa memeluku...agar bau tubuh kita menyatu...ku lihat...kau begitu menyukai wangi miliku," Ucap Arga seketika yang membuat Nindi terjaga dan membuka matanya menatap kearah depanya, Dimana senyum segar sang suami memenuhi pandanganya.


"Kalau aku peluk...kau pasti meminta lebih, Dan aku belum bisa memberikan itu sayang...jadi...aku akan sedih bila melihatmu tersiksa...dan sekarang, Biarkan aku menikmati bau ini dengan caraku sendiri, Okay?" Ucap Nindi dengan jujurnya, Dan Arga pun hanya bisa menatap lekat wajah cantik di hadapanya, Mengamati setiap lekuk disana, Sangat luar biasa, Hingga tanpa sadar, Jemari Arga meraih dagunya, Menahanya sampai bibirnya berhasil mengecupnya lembut disana, Lalu di lepaskanya, Namun...entah mengapa, Keduanya seakan akan seperti magnet yang saling menarik satu sama lain, Setelah mata keduanya saling terbuka dan saling menatap satu sama laian pula. Hingga kecupan kedua pun turut mendarat lagi, Tanpa jeda dan tanpa spasi, Intens dan sangat menggoda.


Hingga tanpa sadar, Pakaian Nindi sudah dilepas olehnya, Barulah ia tersadar, Bahwa sang istri masih dalam masa tanggal merahnya.


"Akh...maaf sayang..." Ucap Arga yang kini hanya mendekap tubuh Nindi dalam pelukanya, Memeluknya erat disana.


Sedangkan di kota tempat asal Nindi.


Di sebuah butik langganan, Di tengah pusat kota, Terlihat Anin yang tengah menggandeng lengan sang suami, Entahlah...baginya seperti itu dimanapun tempat terasa sangat nyaman, Dan lagi sudah menjadi kebiasaan.


"Sayang...mumpung Evan sama bibi...sekalian kencan yuk..." Ucap Rendi dengan senyum manisnya, Karena memang setelah sang istri melahirkan, Ia jarang keluar berdua saja dengan sang istri.


"Pah...kok kencan...kesiangan ntar ke tempat acara...kasihan Nindi ntar nungguin pah..." Ucap Anin yang tengah menolak ajakan suaminya dengan nada halusnya.

__ADS_1


Dan keduanya melanjutkan aksi belanjanya, Sampai barang yang mereka cari sudah ia dapatkan.


__ADS_2