Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
tertangkap basah


__ADS_3

arga lagi lagi terlihat sedikit celingukan,menatap kesana kemari seperti orang bodoh,dia belum sadar bahwa nindi lah yang memakan makan malam yang ua pesan.


perlahan ia mendekat ke arah ranjang dimana nindi berbaring di atasnya,arga kemudian duduk di dekatnya sambil mengusap usap rambut basahnya,terlihat sedikit cipratan air mengenai wajah nindi hingga membuatnya sedikit menggerakkan matanya,dan tanpa sadar arga melihatnya,arga sedikit terkejut,lalu perlahan ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah nindi,mengamati setiap inci di sana.


betapa terkejutnya arga saat menyadari bahwa bibir nindi sedikit aneh,ada cairan yang menempel disana,


seketika arga memicingkan matanya dan mengernyitkan alisnya,tanpa aba aba ia pun langsung mengecup separuh bibir nindi,tepat di tepian bibir itu yang membuat arga penasaran.


"heeeemzzzz....seperti saus steak...."ucap arga dalam hati.


"ouh...kau mau main tebak tebakan ya sayang...baiklah...kau jual...aku beli."ucap arga dalam hati lagi,lalu ia beranjak dari duduknya,berdiri kemudian melangkah menuju meja depan sofa,ia meraih ponselnya,


dan terlihat menghubungi seseorang.


"huuuft...."dengus nindi dengan hati bergejolak tak karuan,syukur syukur ia tidak teriak atau menggigit bibir arga yang lancang menciumnya tanoa izin.

__ADS_1


mungkin bagi arga sudah biasa saat nindi tidak sadar ia menciumnya,namun...bagi nindi ia tidak terbiasa dan malah ingin marah marah karena privasinya di langgar begitu saja.


"tok tok tok."terdengar ketokan di luar pintu kamar hotel arga,seketika arga pun berjalan mendekat ke arah pintu dan membukanya.


"tuan...ini steak pesanan anda...silahkan anda nikmati tuan..."ucap petugas hotel yang lagi lagi datang membawa meja dorong dengan penuh makanan di atasnya.


"tunggu...bawa juga meja ini pergi,aku sudah memakannya."tunjuk arga pada meja yang sudah kosong hidangannya,ucap arga bohong pada petugas hotel...


lalu petugas itu pun pergi dengan membawa meja dorong yang di tunjuk arga.


ucap arga dengan sedikit keras,ia sengaja agar nindi mendengarnya.


"hemmmz...sepertinya aku harus mematikan lampu juga agar tikus itu tidak datang di saat aku sedang di kamar mandi."ucap arga lagi lalu mematikan lampu yang menyala terang keseluruhan,hingga terlihat sangat gelap gulita...dan terdengar pintu kamar mandi terbuka lalu menutup.


sontak nindi pun langsung terjaga,ia terduduk di atas tempat tidur.tubuhnya serasa kaku berbaring terus.

__ADS_1


"dasar arga playboy...kenapa nggak pesan dari tadi sih...aku bener bener masih lapar...steak tadi belum habis aku makan tapi dia udah buru buru keluar kamar mandi.pake acara cium cium segala lagi...dasar..."


gerutu nindi sambil menyingkap selimut tebal yang menitupi tubuhnya.ia kemudian menurunkan kakinya satu persatu dari atas ranjang,lalu ia pun berjalan perlahan menuju meja dorong yang berisi makanan di atasnya.


"cklak...."tiba tiba lampu menyala dengan sendirinya,betapa terkagetnya nindi saat tahu yang menyalakannya arga,ia tidak mendengar pintu kamar mandi terbuka namun arga sudah mematung sambil bersedekap di samping saklar lampu.


rupanya...arga hanya pura pura membuka pintu kamar mandi saja lalu menutupnya kembali,seolah olah ia sudah masuk ke dalam lalu menutupnya.


"oh....jadi ini tikus yang lolos dari pengawas hotel...membuatku membayar makanan yang tidak aku makan..."ucap arga sambil berjalan mendekat ke arah nindi.


"kamu itu ya ga...itung itungan segala sama pacar sendiri...aku makan semua juga kenapa...aku ganti kalau aku udah pulang."ucap nindi dengan nada sewotnya.


"kalau aku mau di ganti tapi bukan dengan uang?soalnya aku sudah bosan melihat uang..."ucap arga sambil mendekat sangat dekat ke arah nindi dengan tatapan memicing namun tajam nya.


"a...aaa....apa yang kau inginkan?jangan macam macam dengam nindi wijaya ya...papa ku bisa ngrebus kamu hanya dengan sekali jentik saja."ucap nindi dengan sedikit gemetar.karena ia tahu...beberapa hari ini arga sedikit berbeda dari arga yang ia kenal sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2