
"Sat...panggil Aditya gih...! ntar kebablasan disana kan nggak banget. Aditya kalau sudah termakan cinta ma dunia seakan gelap gulita, dia kira nggak ada yang akan melihatnya, kita kita dikira kembaranya pohon kelapa noh yang berjajar di belakang kita!" Ucap Arga yang meminta Satria agar memanggil sang kakak yang berada agak jauh di ujung pandangan matanya, Arga tahu benar, saat pasangan sudah berpelukan lengket kayak gitu kelanjutanya gimana, dan tadi Arga tidak bisa menolaknya dan sudah mempraktekanya, sampai Satria dan Yura memergokinya, di tambah lagi kakak iparnya itu pastilah benar benar malu karena setahu Arga, ia memang pemalu, apa lagi sampai ke pergok teman temanya sendiri yang sedari tadi sudah menonton adegan drama nya dan Aditya sedari tadi, termasuk Arga yang ikut serta, hingga sampai sampai Arga terinspirasi oleh perlakuan kakaknya itu.
"Ogah ga...kamu aja sono yang panggil...pakai nyuruh nyuruh orang segala...kan dia kakak kamu!" Ucap songong Satria, jangankan songong karena melakukan apa yang arga suruh, Satria malah songong karena menolaknya.
"Aiiizzz....kau ini Sat! dasar!" Ucap balas Arga sembari menyungirkan sebelah bibirnya naik sedikit ke atas, dengan sinisnya.
Alhasil Arga dengan sedikit canggungnya pun akhirnya memberanikan diri untuk memanggil sang kakak.
"Hoi kak...sini!" Ucap Arga sembari berdiri dari duduknya dan melambaukan tanganya sembari berteriak lantang memanggil sang kakak.
__ADS_1
Sedangkan di tempat Aditya dan Ifa, nampak Ifa terjaga dari dada suaminya, ia sedikit memfokuskan pendengaranya yang samar samar mendengar suara memanggil dan ber campur suara deburan ombak ringan yang pecah di bawah kakinya dan kaki sang suami.
"Ada apa sayang?" Tanya Aditya pada sang istri yang tiba tiba melepas pelukanya.
"Bby...dengar nggak? kayaknya aku mendengar suara deh..." Ucap jujur Ifa, namun Aditya hanya menggeleng dan kembali mendekap tubuh sang istri agar menempel lagi padanya, Aditya memeluknya lagi.
"Udah...nggak ada alasan kalau kamu nggak mau aku peluk! aku terlanjur nggak bisa merelakanmu pergi apa lagi lari larian lagi, jika kamu masih bandel...aku ajak basah basahan tuh masuk ke air di depan kita, mau?" Ucap ancaman ringan Aditya yang membuat Ifa berhenti berontak dan diam di dalam pelukan sang suami.
Namun sang suami hanya makin mengeratkan pelukanya saja sembari menikmati hari yang menjelang sore dengan di temani hembusan angin laut yang semilir memainkan rambutnya, dan percikan ombak yang menggulung dan pecah di bawah kaki keduanya.
__ADS_1
"Ga...suara kamu kurang kenceng tuh...mereka malah makin lengket kan!" Ucap Satria yang tengah mengejek suara lantang Arga yang baru di teriakanya tadi.
"Coba deh kamu! pingin tahu aku se lantang apa suara kamu." Ucap sebal Arga karena ejekan Satria.
"Kalian ini ngapain sih? kenapa malah debat gara gara manggil Aditya? biarin aja kenapasih, emangnya kalian mau juga di panggil panggil gitu saat sedang bermesra mesraan sama pasangan?" Ucap Nindi dengan lantangnya karena begitu geram dengan tingkah kedua lelaki di dekatnya itu.
"Nggak!" Jawab Arga dan Satria yang kompak bersamaan.
"Nah kan nggak mau juga! gitu pakai acara ngerecokin Aditya sama Ifa lagi, nggak berperasaan kalian para lelaki!" Ucap Nindi yang sudah benar benar kesal dan nggak ngerti dengan pola pikir suami dan sahabatnya itu.
__ADS_1
Hingga terlihat Yura terkikik menyaksikan kehebohan Satria dan dua sahabatnya, selalu ada aja yang membuatnya terhibur jika berkumpul dan bersama semuanya, menjadi hiburan tersendiri untuknya.