
Malam itu...saat ifa dan Aditya mulai memasuki kamar hotel yang keduanya tempati, nampak Ifa terlihat sedikit khawatir, wajahnya sedikit muram saat Aditya tanpa sengaja meliriknya.
"Kenapa sih sayang? apa ada yang mengganggumu?" Tanya Aditya pada istrinya.
"Kamu bby...kamu yang ganggu aku!" Ucap jujur sang istri.
"Lah kok aku sayang? aku kenapa? aku ngapain kamu?" Ucap tanya Aditya dengan semangatnya, pasalnya ia tidak merasa telah mengganggu sang istri.
"Tadi...yang di bahas Arga sama Nindi! bukanya kita kan bby? bener nggak? tuh kamu kan bby!" Ucap Ifa sambil mendengus kesal, dan Aditya tampak heran, karena sang istri tidak seperti biasanya, kini ia lebih sensitif menurutnya.
"Akh...iya...itu memang kita...tapi mereka nggak tahu kok...lagian suasananya tadi mendukung banget...apa lagi kamu manja gitu...pas kan waktunya sayang...!" Ucap jujur Aditya, yang kemudian berlalu dari hadapan sang istri untuk mengambil handuk, dan akan membawanya ke arah kamar mandi.
"Ngomong ngomong...mau ikut nggak? mau aku mandiin mungkin? atau...lanjutin yang tadi...kan sayang ke pending!" Ucap nakal Aditya yang tengah menggoda sang istri, dan Aditya pasti tahu jawaban sang istri apa, Ifa pasti menolaknya, karena ia jarang mau kalau Aditya ajak mandi bersama.
__ADS_1
"Akh...boleh boleh...ayuk!" Ucap Ifa seketika, sambil melangkah menuju lemari yang ada di dalam ruang kamar hotelnya dan mengambil satu handuk dari sana.
"Hah...apa! istriku apa ke tukar tadi di tempat pesta? apa yang aku bawa pulang bukan Ifa yang biasanya? biasanya ia selalu menolak saat aku ajak mandi, apa lagi berhubungan di kamar mandi, lah ini langsung main iya aja! kok aku jadi takut ya!" Ucap Aditya dalam hatinya, dengan ekspresi mata melotot tidak percaya dan mulut sedikit nganga, ia terbengong tanpa kata di depan pintu kamar mandi, masih mematung disana.
"Cup." Kecupan tiba tiba mendarat mengecup bibir bawahnya yang sedikit terbuka.
"Sudah...ayo masuk bby...nunggu apa lagi? katanya ngajak mandi bareng? kebetulan kan?" Ucap Ifa sembari menarik jemari sang suami agar ikut masuk kedalam kamar mandi denganya.
"Akh...aku kaget!" Ucap Aditya seketika saat ia rasa sesuatu yang beda, sang istri lebih agresif dari biasanya, dan saat itu keduanya belum menyadari bahwa Ifa tengah berbadan dua, mungkin sang janin yang menginginkan lengket dengan papanya.
"Ada apa bby?" Tanya Ifa yang sedikit keheranan di buatnya, sedangkan Aditya hanya ingin memastikanya saja, dengan tangan yang sudah membuka kran air dan mengisi bak mandi yang akan di gunakanya.
"Aku mau asah ingatan sebelum melanjutkan mandi kita sayang...oke jawab aku yang jujur ya...!" Ucap Aditya.
__ADS_1
"Oh...oke...mau main tebak tebakan atau apa? kenapa mau mandi aja ribet banget ya bby? pakai asah ingatan pula!" Ucap Ifa yang sedikit protes, mamun ia hanya bisa mengikuti permainan sang suami.
"Emmmb...kapan pertama kali kamu inisiatif meluk aku duluan?" Tanya Aditya dengan seriusnya, pasalnya moment itu hanya Aditya dan sang istri yang tahu dan mengingatnya.
"Ditaman...dekat apartemen Yura bby...pas malam minggu, aku kira itu hanya bayanganmu bby...nggak tahunya bayanganya bisa ngomong, bisa balas meluk pula, dosa terindah deh pokoknya!" Ucap Ifa dengan entengnya, dan membuat Aditya manggut manggut di buatnya, karena yang di ucapkan sang istri di depanya ternyata tepat sekali.
"Masih ada lagi kah? mau mandi aja pakai tanya jawab segala sih bby...aneh deh...!" Ucap Ifa yang sudah tidak sabar dengan acara mandinya, dengan cepat ia pun menanggalkan bajunya satu persatu.
"Eh...jangan main lepas dulu...tunggu...satu lagi sayang...ini penting banget, menurut kamu...hal konyol apa yang aku pernah lakukan saat bersamamu?" Tanya serius Aditya dengan mata menyelidiknya.
"Emb...saat kamu mencoba menghiburku, ketika ibu ku baru tiada, di depan rumah...kamu menyetop dan memesan nasi goreng dari penjual keliling yang biasanya lewat di depan rumah, saat itu...aku lihat kamu menikmatinya, dan konyol saja menurutku bby...seorang Aditya Wibawa yang aku tahu...nggak doyan masakan dan makanan jalanan, tapi saat itu mau makan nasi goreng keliling, seumur umur aku jadi bawahan kamu...paling nggak enak makanan yang kamu suruh belikan itu spaghetti sama burger...itu yang aku tahu bby...konyolkan saat itu? udah ah aku mau mandi sendiri kalau kamu masih mau tanya jawab...noh panggil asisten kamu aja bby...!" Ucap Ifa yang langsung masuk kedalam bak mandi besar yang sudah terisi air hangat dan sudah full sampai tumpah tumpah saking lamanya waktu tanya jawab barusan.
Ifa pun langsung masuk kedalam setelah semua pakaianya terlepas sempurna, sedangkan Aditya dengan sunggingan senyum di bibirnya, dan kedua tangan yang bersedekap di dada, hanya bisa mengawasi tingkah menggemaskan sang istri, kini ia yakin istrinya benar benar menjadi sangat menggoda.
__ADS_1
"Baiklah sayang...kamu yang mulai ya...kamu yang menggodaku...jangan salahkan aku jika tidak memberimu waktu istirahat!" Gumam Aditya dalam hatinya, kini matanya yang berbinar senang itu berubah menyipit dan terkesan memicing, lalu ia pun ikut menanggalkan pakaianya dan masuk ikut serta sang istri disana, hingga terdengar gemericik air tumpah dan suara suara syahdu Ifa yang mengiringi aktivitas mandi keduanya malam itu.