
rendi dan anin tiba di rumahnya sekitar jam10malam.
rendi memarkirkan mobil terlebih dahulu.
memasukkanya ke dalam garasi rumah,
rendi sedari kecil sudah terbiasa hidup serba ada,
namun ia bukan tipikal manja,
ia bisa saja menyuruh pak totok untuk mengantarkanya kemana,
namun ia lebih suka menyetir sendiri,
mungkin di saat2 tertentu ia meminta pak totok mengantarnya,
saat ada meeting yg jauh...keluar kota,atau saat ke kantor yg dia msi mempelajari berkas2,
rendi bisa saja menyuruh pak totok memasukkan mobil ke garasi,
tapi ia tak mau menyuruhnya,toh sekalian fikirnya,
anin masih belum masuk ke dalam rumahnya,
ia masi menunggui suaminya di depan pintu lebar depan rumah itu,karena tadi ia di turunkan suaminya tepat di depan pintu rumah.
rendi amenatap istrinya sambil tersenyum menghampirinya.
"kok masi di luar sayang?"
tanya rendi sambil mengapit pinggang istrinya yg mulai menggemuk.
rendi tahu persis seberapa pinggang istrinya sampai ia hamil 5bulan ini,
"aku menunggumu kak rend..."
kata anin sambil mengapit ganti pinggang suaminya.
mereka beriringan masuk kedalam rumah,
disana di lihatinya,bi ana dan bi ani masi terjaga menunggui tuan dan nyonyanya pulang.
"tuan...nyonya..."
__ADS_1
sapanya.
"lhoh...bibi berdua kok belum pada tidur??"
tanya anin pada bi ani dan bi ana.
"kami menunggui tuan dan nyonya...siapa tahu minta di hangatkan makananynya?"
tanya keduanya.
"kami sudah makan di luar bibi...kami masih kenyang...maaf merepotkan...!"
kata rendi sambil berlalu meninggalkan ke 2 bibi itu.
"ayok yank ",
ajak rendi pada istrinya untuk naik menuju kamarnya,
mereka berjalan beriringan menuju kamarnya.
selama perjalanan anin memegang sambil mengelus perutnya,
rendi yg meliriknya pun bertanya,
dan rendi benar2 gelisah.
"aku baik2 saja sayang...kamu jangan hawatir sayang..."
ucap anin untuk menenangkan suaminya,
yg memang tidak apa2 ia ingin mengelus2nya saja.
rendi membukakan pintu kamar untuk istrinya,
"kak rend...aku ke kamar mandi dulu ya..."
ucap anin sambil ymterus ke kamar mandinya,
rendi yg sedari tadi sudah menahan hajatnya pun menungguinya di depan pintu kamar mandi.
pintu trrbuka dan rendi pun masuk,
"sayang bantu aku menutup koper,"
__ADS_1
ucap rendi sambil berlalu begitu saja.
anin mengulak alik baju suaminya,ia melihat2 apa saja yg di bawa suaminya itu.
"kak rendi membawa pakean kerjanya hanya 3 setel saja,dan pakaian santainya dua",
"mungkin ia akan lama di luar negrinya",
fikir anin,lalu menutup kopernya,
rendi yg keluar dari kamar mandi pun menghampiri istrinya,
"sayang kenapa belum tidur",
sambil mengecup asal di kepala istrinya,
"aku menunggumu kak rend...",
kata anin sambil menarik tangan suaminya untuk duduk di sebelah tempat ia duduk,di atas ranjang.
"kak rend berapa hari kira2 kakak di luar negrinya?"
tanya anin ingin tahu .
"mungkin sekitan 5hari sampai 1mingguan yank kalo itu lancar..."
kata rendi sambil merebahkan pelan tubuh istrinya di tempat tidur.
lalu rendi memeluknya.
"kalaupun 4hari saja sudah teratasi...aku akan langsung ambil penerbangan secepatnya",
ucap rendi untuk menenangkan istrinya.
sambil mengusap usap lembut pipi istrinya.
"kau mau aku bawakan apa sayang?"
tanya rendi pada istrinya,
biasanya wanita kan suka dwngan hadiah2,apa lagi yg di beli dari luar negri.
"aku tak mau apa2 sayang...aku mau kamu berangkat dan pulang dwngan selamat sayang..."ucap anin sambil mesuk ke dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
rendi pun memeluk hangat tubuh istrinya sampai ia benar2 terlelap lalu rendi pun ikut terlepap juga.