Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Murni kebetulan


__ADS_3

Arga usai dengan aktivitas mandi paginya, Terlihat segar, Tampan nan rupawan pagi itu, Di tambah aroma segar yang khas dari sabun perlengkapan mandinya, Membuat semua yang mencium baunya ikut segar seketika.


"Ayo bund...kakak..." Ucap Arga, Setelah ia keluar dari dalam kamar dan menuju ke arah bunda dan kakaknya berkumpul.


"Ga...tunggu...itu leher kamu kenapa?" Tanya Aditya seketika, Saat ia melihat leher Arga yang terlihat masih merah di bagian yang Nindi gigit semalam.


Namun Arga hanya menyunggingkan senyum, Tanda ia tidak ingin membahasnya, Lalu ia pun turut duduk di samping kakaknya, Dimana bundanya tengah duduk di sebelah kakak iparnya.


"Tunggu ga...ini kenapa? sudah di obati belum?" Tanya Aditya sembari menarik lengan Arga dan sedikit lebih dekat untuk mengamati, Hingga Aditya merasa aneh, Karena Arga tidak panik, Kaget atau yang lain, Melainkan baik baik saja dan terkesan biasa.


"Sssst...ini di gigit Nindi." Bisik lirih Arga di sebelah Aditya.


"Uhuuuk....uhuuk....!" Tiba tiba Aditya tersedak ludahnya dan terbatuk batuk seketika, Tatapan matanya melotot seakan tak percaya, Arga dengan santainya bilang padanya soal seperti itu. Dan dengan segera ifa memberinya sebotol air yang ada di hadapanya pada sang suami. Aditya pun langsung meminumnya.


"Ssst....jangan suruh kakak ipar untuk ngikutin ya kak...."Ucap candaan Arga pada Aditya, Dimana saat itu Aditya tengah meneguk airnya, Hingga sesaat bayanganya sang istri seperti apa yang Arga bilang.


"Brush...uhuk..." Tanpa sadar Aditya menyemburkan air dalam mulutnya, Hingga membuat Arga tertawa dengan senangnya, Karena bisa berhasil membuat kakaknya demikian.


"Sudah sudah...kalian ini...bercanda terus...ayo berangkat...nanti bunda kesiangan loh..." Ucap bunda yang mengajak para puteranya dan juga menantunya untuk berangkat, Karena saat itu sudah pukul setengah sembilan pagi.


Hingga dengan berat hati pun Arga, Aditya serta Ifa mengantar bundanya, Namun terlebih dahulu ke empatnya mampir ke rumah mama papa, Arga sengaja menyetir mobil sendiri di temani sang bunda, Sedangkan Aditya pun bersama sang istri, Mereka memutuskan naik mobil sendiri sendiri karena setelah dari rumah papa Rendi, Punya acara masing masing, Namun mereka juga harus mengantarkan bundanya terlebih dahulu.


Perjalanan lumayan macet mereka lewati, Karena kebetulah hari itu adalah hari minggu. Hingga sampailah mobil yang di kendarai di rumah papa Rendi.


Setelah mampir sebentar dan memberi hadiah kecil pada si kacil Evan, Semua pun berpamitan, Karena memang bundanya sudah hampir waktunya ke bandara untuk naik pesawat. Sedangkan Nindi itu pun ikut serta, Karena ia memang ada acara hari itu dengan Arga.

__ADS_1


Keduanya akan melihat rumah kado dari papa dan mama, Lalu menuju butik untuk memesan gaun, Dimana salah satu gaunya telah Nindi pesan dari disainer ternama di luar Negeri dan disainer tempat asalnya.


perjalanan lumayan menempuh waktu menuju ke bandara, Satu jam lebih perjalanan akhirnya sampailah ke bandara, Terlihat ifa tengah memeluk erat bunda setelah Aditya, Dan bergantian Nindi setelahnya.


"Bunda...jangan sakit ya...bunda harus hadir di pesta pernikahan kami kelak..." Ucap Nindi sembari matanya berkaca kaca.


"Tentulah sayang...bunda pasti akan datang di pesta pernikahan kalian..


bahkan sebelumnya pun pasti bunda sudah sampai...jadi jangan khawatir ya..." Ucap balasan bunda, Lalu beralih memeluk tubuh Arga.


"Bunda...jaga diri ya bund...jaga kesehatan...jangan sampai sakit lagi..." Ucap Arga di sela sela pelukanya, Dan bunda hanya mengangguk mengiyakan.


"Baiklah semua...bunda pergi dulu ya...kalian baik baik ya sama pasangan masing masing...jangan berantem..." Ucap bunda sebelum meninggalkan kedua pasangan putera puteranya tersebut. Dan Semua yang mengantarnya terlihat melambaikan tangan hingga bundanya benar benar tidak terlihat lagi oleh pandanganya.


Arga lalu menggandeng tangan Nindi agar mengikutinya, Berjalan menuju ke arah parkir mobil, Dan segera masuk kedalam mobilnya, Sempat sesaat terlintas senyum Nindi yang terkesan janggal Arga lihat.


"Ada apa sayang? kenapa senyum terus? kamu sadar kalau kamu itu cantik saat senyum?" Ucap Arga yang masih belum mengerti arti senyuman sang kekasih di sampingnya itu. Namun Nindi tetap saja masih terus tersenyum yang membuat Arga makin penasaran di buatnya.


"Sayang...aku nggak akan jalankan mobilnya kalau kamu nggak mau bilang, Kenapa kamu senyum terus?" Dengus Arga yang mulai kesal di buatnya.


"Ah...itu ga...bekas gigitan aku kemarin...kok belum ilang ya ga? tapi...warnanya makin bagus..."Ucap Nindi dengan polosnya, Dimana saat itu, Arga ingin sekali membalasnya.


"Kenapa? bagus? mau nambahin lagi? yang sini nih...sebelahnya, Atau atasnya...bawahnya juga boleh...apa lagi yang samping sini...!" Ucap Arga sembari jari telunjuknya menunjuk ke arah lehernya, Ke tempat tempat yang ia sebutkan tadi.


"Ah apaan sih ga...nggak ah...udah ayo jalan..." Ucap Nindi yang merasa malu dan langsung di angguki Arga, Dimana Arga langsung menancap gas mobilnya menuju ke arah yang di tujunya.

__ADS_1


Hingga satujam sudah keduanya mengendarai mobil dan meninggalkan bandara, Namun Arga begitu penasaran, Selama perjalanan, Ia merasa ada mobil yang tengah mengikutinya, Dan mobil itu begitu familiar menurutnya, Bahkan Arga hampir berhenti dan turun untuk menyapanya.


Sampai...mobilnya masuk ke gang khusus rumah barunya.


Dan mobil tersebut masih mengikutinya juga.


Segera saja ia menepikan mobilnya, Dan akan memaksa pemilik mobil di belakangnya yang tengah mengikutinya tersebut untuk turun dan menjelaskan kenapa ia mengikutinya terus sedari tadi.


"Ada apa ga? kenapa berhenti mendadak disini?" Tanya Nindi yang penasaran dan bercampur kaget, Saat Arga menghentikan mobilnya secara mendadak.


"Tenang sayang...kamu di dalam mobil saja ya...apapun yang terjadi..." Ucap Arga yang mencoba membuat Nindi untuk tenang disana. Lalu Arga pun turun dan menyetop paksa mobil tersebut yang melaju lumayan kencangnya, Hingga terpaksa mobil tersebut pun berhenti tepat di belakang mobilnya.


"Tok tok tok", Arga mulai mengetok kaca jendela mobil itu.


"Arga...ada apa?" Tanya seseorang yang baru membuka kaca dendelanya, Karena Arga mengeruknya barusan.


"Kakak ngapain ngikutin kami kemari sih?" Tanya Arga yang penasaran, Kenapa Aditya dan istrinya menuju tempat yang sama denganya.


"Akh...rumah kami disitu tu...kelihatan kan..." Ucap Aditya sembari menunjuk rumah megah di hadapanya. Hingga membuat Arga melotot dan menganga tak mengerti. Ia begitu kaget di buatnya. Saat menyadari rumah mereka bersebelahan.


"Terus kamu? mau ngapain kesini ga?" Tanya Aditya balik pada adiknya tersebut.


"Kak...rumah aku dan Nindi tuh...di sebelah rumah kamu pas kak..." Ucap Arga dengan pikiran tidak percayanya.


Dan entah itu suatu kebetulan atau di sengaja papa Rendi dan Aditya, Mengapa keduanya seperti janjian saja. Namun yang pasti di sana...semua murni kebetulan dan tanpa di sengaja.

__ADS_1


__ADS_2