
ia menatap wajah istrinya yang begitu sumringah...sebelum melumat habis bibir istrinya,
anin mendorong pelan dada suaminya,
"kak katanya mau meeting??terlambat looh..."
ucap anin dengan bibir monyongnya.
"aku mau makan dulu sayang sebelum meeting..."
jawab rendi yang langsung melanjutkan aksinya,
satu jam sudah rendi bergumul dengan istrinya,
"ini rekor tercepat"
gumam rendi yang memakai kemeja baru dari lemari pakaiannya.dan memasang dasinya sendiri.
anin hanya melihat suaminya dari tempat tidur,memiringkan tubuhnya menghadap suaminya dan menatap setiap gerak suaminya,
lalu rendi datang menghampirinya,menaikkan selimut yang menutupi tubuh anin hingga dadanya.
tak lupa mengecup keningnya,
"sayang aku berangkat dulu ya..."
ucapnya sambil masih celingukan mencari ponsel yang di lemparnya tadi,
"nah...ketemu"gumamnya setelah menemukan apa yang ia cari cari.
anin yang melihat tingkah suaminya itu pun menahan senyumnya.
"seorang rendi yang biasanya bermuka dingin datar,dan cuek,sekarang seperti ini ..."
ucap anin sambil tertawa bangga.
"sayang...jangan lupa kirimi aku pesan ya..."
teriak anin saat suaminya hampir menutup pintu kamar.
"oke-oke,"
sahut rendi lalu menutup pintu dan terdengar samar langkah cepatnya menuruni anak tangga.
"lhoh...tuan muda bukannya tadi bilang di antar supir pukul sembilan pagi?"
sapa bi ani dengan keheranan,karena ini sudah pukul hampir sepuluh lebih.
"ada kendala bi..."
__ADS_1
ucap rendi sambil senyum cengir lalu pergi.
bi ani pun mengerti tuannya demikian merasa senang.
anin tertidur karena kelelahan,entah saat suaminya tak ada di sisinya ia merasa badannya lemas seperti tak bertenaga,
"mungkin karena perlakuan suaminya barusan,"
pikirnya.lalu ia pun tertidur dengan pulasnya,
tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu luar kamar,
"nyonya...waktunya makan siang..."
ucap bi ana membangunkan nyonyanya karena memang sudah siang dan waktunya jam makan siang.
anin yang mendengar suara sayup-sayup bibi dari luar pun langsung bergegas bangun dan membuka pintu kamarnya,
"sebentar lagi ya bi...aku mau siap-siap sekalian bi..."
ucap anin yang langsung di angguki bi ana.
setengah jam kemudian anin turun menuju meja makannya,
dilihatinya hidangan yang masih hangat itu,sudah beda menu dari tadi pagi...
"bi...aku tidak selera makan...tolong buatin sayur asem ya bi...pake mangga muda tapi...sama sambel korek tidak di goreng bi cabe nya...pasti seger...siang-siang,"
"baik nyonya...saya carikan dulu mangga mudanya,"
ucap bi ani,
tanpa terasa sudah setengah jam bibi baru balik,
"ada bik??"tanya anin dengan penasarannya.
"ada nyonya....minta dari tetangga sebelah..."
sahut bibi yang langsung bergegas membuatkan pesanan nyonya mudanya.
anin yang berbinar senang,menunggui bibi masak sampai matang.
"nyonya sayur dan sambalnya sudah jadi,"
kata bi ana.
"sini kan bi..."sahut anin yang sudah menunggui di meja makan.
"nyonya apa tidak kurang lauk ini??"
__ADS_1
kata bi ana yang melihat piring nyonyanya cuma di isi nasi sayur dan sambel saja.
"ah ia bi....krupuk..."kata anin lagi sambil menatap bi ana.
lalu bi ana yang melihat dan mendengar permintaan nyonya nya itu pun bergegas mengambilkan krupuk untuknya.
"nyonya ini bena-benar merakyat,terlalu ekonomis,"
pikir bi ani melihat tingkah istri tuan mudanya ini...
tiba-tiba telepon rumah berdering....
di sela rapatnya saat semua staf nya sedang berdiskusi satu sama lain,
rendi berdiri lalu berjalan menuju dekat jendela ruang rapatnya,agak menjauh sedikit dari para staf yang masih duduk berjajar rapi.
karena dari tadi ia melihat ponselnya,tidak ada balasan pesan dari istrinya padahal sudah banyak pesan yang ia kirimkan.
lalu ia menghubunginya namun tidak di angkat-angkat juga oleh istrinya,dan ia putuskan menelephone rumah saja.
"halo bi....istriku mana??"
tanya rendi pada seseorang yang sedang mengangkat panggilannya tersebut.
"nyonya sedang makan tuan..."
sahut bi ani yang langsung tahu itu tuannya.
"bibi pasti masak enak ya...sampai telephone dan pesanku di abaikan oleh anin karena menikmati makanannya,"
kata rendi dalam hatinya.
lalu rendi pun bertanya menu apa yang bisa membuat istrinya benar-benar menikmati acara makannya.
"apa bi menu barunya?"tanya rendi ingin tahu.
"anu....anu tuan....sayur asem sama sambel korek dan krupuk,"jawab bi ani terbata-bata takut tuannya marah.
"appaaaa!!! sayur asem sambel korek???"
rendi benar-benar terkejut tanpa sadar ia pun sedikit berteriak.
dan lebih parahnya lagi...seisi ruangan ikut terkejut pula mendengar teriakan pimpinannya itu yang tidak ada sangkut pautnya dengan rapat,sesaat semua menatap rendi sejurus searah.namun rendi tidak menyadarinya.
"baiklah bi...aku tutup telephonnya,"kata rendi dan langsung mematikan sambungan telephone.
saat rendi berbalik...tiba-tiba terdengar jangkrik di kepala rendi.
"krik krik krik"...
__ADS_1
sunyi...dengan tatapan semua orang penuh tanya menatap ke arahnya.