
anin masi meringkuk di pelukan suaminya,,meski waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
kini usia kandungan anin sudah memasuki usia 5bulan,
perutnya mulai terlihat buncit,
dan pipinya makin cubby,
namun rendi...suaminya itu slu memperhatikannya dengan hati2,
anin juga sudah sidang skripsi dengan nilai yg sangat memuaskan.
pelan2 rendi terbangun,
lalu turun dari ranjang,
namun tiba2 anin menariknya ke pelukannya lagi.
"cup"
"sayaaang...kamu mau aku kesiangan di kantor y??"
ucap rendi.
anin terbangun dengan kagetnya,
ia lupa...sekarang suaminya sudah tidak full menjadi dosen,
hanya sesekali mengisi klo ada kelas yg perlu dia isi.
dan sekaranh rendi harus bekerja di perusahaan,karena sebulan yg lalu kakek sudah benar2 pensiun dan memilih menetap di rumahnya,
"kak...maaf ya aku lupa lagi..."
kata anin.
"tuk...auuuh",
sentilan di kepala anin.
"masak ia lupa tiap pagi yaaank",
kata rendi sambil mengecup kening yg di sentilnya tadi dan beranjak ke kamar mandi.
anin masih malas2an di tempat tidurnya ketika rendi sudah keluar dari kamar mandinya,
anin mengamati setiap geraknya,
memakai kemeja,celana yg senada dengan jas nya,
sepatu bermerk khasnya,tak lupa jam tangan kesukaannya.
kini ia makin dewasa,
benar2 makin matang.
__ADS_1
menurut istrinya.
rambutnya di pakein krim yg membentuk nya rapi.
lalu giliran memakai dasi,
ia menghampiri istrinya
"sayaaang...mau bantu aku kan??"
tanya rendi pada istrinya.
"tentu kak rend..."
sambil mengambil dasinya lalu memasang kannya.
rendi sedikit menunduk,
sedangkan anin dengan tumpuan lututnya di atas tempat tidur.
hampir setiap hari selalu seperti itu.
anin menarik dasi suaminya lalu mengecup bibirnya.
itu hal yg lumrah biasanya ia lakukan.
"inilah kegunaan dasi yg tak banyak orang tahu"
gumam anin namun di ucapkan suaminya juga bersamaan.
namun semakin hari semakin bertambah cintanya untuk istrinya,
"nanti makan siang dirumah???atau di luar kak rend??"
kata tanya anin pada suaminya.
"aku yg pulang sayang...kamu tunggui aku aja di rumah...oke?"
sahut rendi seperti biasanya.
rendi mencium kening istrinya lalu mencium perutnya.
"sayang...jagain mama ya...jangan nakal..."
bisik rendi pada ank yg di kandung istrinya.
anin hanya tersenyum sambil mengelus pundak suaminya.
"baiklah sayang...aku berangkat dulu ya..."
dan berlalu pergi meninggalkan kamar.
"nyonya...tok tok tok..."
terdengar bi ani mengetuk pintu kamar.
__ADS_1
"ia bi..."sambil beranjak membuka pintu kamarnya,
"ini nyonya...susu untuk ibu hamilnya..."
kata bi ani sambil menyerahkan segelas susu untuk ibu hamil.
"nyonya mari sarapan..."
kata bi ani lagi.
"aku malas bibi.,."
jawab anin sambil menutup pintu kamarnya.
lalu bi ani pun langsung turun.
kriiiiing....bi ana mengangkat telepon rumah yg berbunyi.
"halo...kata bi ana."
"bi...apa istriku sudah sarapan??"
tanya rendi di sela kerjaannya.
"nyonya tidak mau sarapan tuan...katanya malas...hanya meminum segelas susu saja tuan..."
sahut bi ana.
"baiik lah bi...trimakasi...oh ya bi...jangan lupa...nanti tanyai dia mau makan apa,atau mau aku bawain apa saat aku pulang nanti siang",
"baiklah tuan...nanti saya sampaikan ke pada nyonya.."
lalu rendi menutup teleponnya.
rendi tak tenang saat tahu istrinya malas untuk sarapan...padahal dia kan paling suka kalo waktunya makan,
apa aku melewatkan sesuatu??
rendi mencoba mengingat2 nya.
"aaah sudahlah...aku akan pulang sekarang".
ucap rendi.
"ta...aku mau pulang saja...nanti rapatnya lewat video call sana",
"baik pak..."
sahut ita.
ita adalah sekertaris rendi.dulu dia adalah ora g kepercayaan kakek.
ita sudah berumur 3tahun lebih tua dari rendi.
namun sebagai orang kepercayaan kakeknya ia masi di pekerjakan.
__ADS_1
dan yg penting...kerjaannya rapi dan teliti.