
"ayo ikut kami sini nak..."
kata kakek mengajak anin ikut makan bersama dengannya.
anin hanya tersenyum mengangguk...
lalu ia duduk di dekat kakek dan suaminya,
"wooow...banyaknya menu hari ini..."
kata anin sekejap saat menatap hidangan yang begitu beraneka ragam di depan meja makan nya.
"cepat makan sayang...nanti kita ke butik beli baju",kata rendi pada istrinya,
anin hanya mengangguk dan tersenyum,lalu memepetkan kursi makannya pada suaminya,
"ada apa lagi sayang??"
kata rendi sambil mengelus pundak istrinya yang terlihat tidak biasa.
"aku mual lagi kak..."
kata anin sambil memasang muka sedihnya,
ia berkata sedikit berbisik hanya keduanya yang tahu.
"terus...hubungannya sama mepet mepet sini apa?"
tanya rendi sambil mengelus punggung istrinya,tidak lupa semyum menggoda terlihat di bibirnya.
"kenapa kak??risi ya aku nempel nempel?"
sahut anin dengan kata lesunya.
"bukan gitu sayang...aku kan jadi kesulitan makan",sahut rendi dengan kening berkerut nya.
"kak bajunya copot dong...sini in kasi aku...cepeeet..."
sambil tangan anin mencoba copot paksa.
"eeeh...tunggu dooong...iya...iya...aku lepaaas...sabar..."!
sahut rendi dengan sejuta tanyanya.
kakek yang melihat dari tadi hanya menahan senyum dan kadang tawanya.
"cucuku sejak kapan kalian jadi konyol begini"
__ADS_1
"tapi suatu hiburan yang tidak ada di tempat lain",kata hati kakek.
setelah mendapatkan apa yang dia mau...anin lalu sedikit menjauhkan kursi duduknya lalu menyumpat hidungnya dengan baju suaminya,
barulah rendi tahu sikap mepet mepet istrinya tadi.lalu rendi pun merasa iba,
"sikapmu absurd karena anak kita ya sayang...bahkan terkadang aku mengeluh tentang mu,kasian kamu sayang,"
ucap nya sambil mengambil jemari istrinya dan menciumnya.
lalu mereka menikmati makanannya.
anin pun bisa menikmati udang goreng kesukaannya lagi.
usai makan,
seperti biasa kakek ke teras belakang...
sambil melihat kerjaan rendi sebelumnya.
anin masih kekenyangan sambil melihat tv di ruang keluarga di temani suaminya yang sedang asyik dengan laptopnya.
"kak rend...kamu tu nggak bisa ya sedetik aja jauh dari kerjaan??"
kata anin dengan bibir sedikit manyun.
di tutupnya laptopnya sambil ikut istrinya lesehan,di sandarkannya kepala istrinya di pundak nya.
"yang bener....aku nggak bisa jauh nya dari kamu...meski sedetik saja,"
ucapnya sambil mengelus kepala istrinya.
diliriknya yang manyun tadi sudah melebar dengan senyumnya.
"gitu dong...bumil harus bagus suasana hatinya."kata rendi dengan senyum merekah.
tak begitu lama mereka menonton acara tv
"yuk sekarang saja kita ke butiknya sayang,"
kata rendi sambil menoel pipi cubby istrinya.
namun tak ada respon.
"lah ketiduran...."gumam rendi.
"baiklah...aku biarkan sebentar lagi,pundakku sepertinya terlalu nyaman kalau untuk di jadikan pengganti bantal",
__ADS_1
kata hati rendi.
lima belas menit kemudian,kakek memanggil rendi,
"laaah kakek kira sudah berangkat rend??
katanya mau beli baju?apa cukup beberapa jam saja?"tanya kakek sedikit khawatir.
"anin nggak ribet kaya yang lain kok kek...tenang aja..."sahut rendi,
dan kata kata suaminya membuat anin terbangun.dengan mata masi mengerjab ngerjab.
"kak rend...aku ketiduran..."
kata anin yang baru tersadar bahwa ia ketiduran di pundak suaminya.
"nggak apa apa sayang...cuma sebentar kok",
sahut rendi dengan tangan menggenggam jemari istrinya.
"kita jadi belanja baju kak??"tanya anin yang teringat akan rencananya tadi.
"ya jadi dong sayang...ayuuuk",
sambil berdiri dan mengulurkan tangannya membantu istrinya berdiri.
"kek...kami ke kamar dulu untuk siap siap ya..."kata rendi bebarengan dengan anin.
di perjalanan menuju kamar nya.
"kak memang acara apa si aku kok harus ikut??"tanyanya penasaran.
"ada deh...nanti kamu di temani kakek...aku berangkat dulu ya sayang,"
sahut rendi sambil membukakan pintu kamar pada istrinya.
"lhoooh kakek juga ikut kak??"
tanya anin tak mengerti.
"iya kakek ikut sayang..."
blas rendi.
"kalau kakek ikut...berarti acara besar dong...acara yang di hadiri suaminya aja pilih pilih.kalau nggak spektakuler ibaratnya, rendi nggak mau datang...hanya perwakilan saja,nah ini sampai kakek ikut pula...pasti acara nggak biasa,"
gumam anin dalam hatinya.
__ADS_1
sambil memakai riasannya dan memandang dalam kaca riasnya,suaminya tiduran menungguinya.