
mobil yg di kendarai anin dan rendi mulai bergerak menuju tempat yg di tuju,
tak sekali 2 kali mobil berhenti karena lampu merah,
rendi terus menggenggam saru tangan istrinya,yg membuat anin kikuk.
akhirnya beberapa menit pun berlalu,
mobil berhenti tepat di restoran mewah,
sejak rendi tiba,ada petugas yg menghampiri untuk memarkirkan mobilnya,
rendi masuk dengan anin di gandengannya.
anin melihat para kariawan nya berjejer menunduk pada rendi,
lalu dari dalam berjalanlah seorang laki2,
"ia cef disini",
bisik rendi.
"pak rend...kenapa tidak kasi kabar...saya akan siapkan tempat khusus...'
kata laki2 paruh baya itu.
rendi hanya tersenyum,sedangkan anin apa lagi...ia tak mengerti sama sekali...
"kenalin ini chef arif...dia yg mengelola restoran ini,"
ucap rendi
chef arif pun mengulurkan tangannya menjabat tangan anin,
anin pun dengan senang hati menerima jabatab tangan chef itu.
"ini istriku chef...anin",
kata rendi menerangkan status wanita di sampingnya itu.
"oh nyonya...maafkan aku yg tidak mengenali anda",
ucap chef itu.
"oh tidak apa2 chef..."
kata anin.
__ADS_1
lalu rendi mengajak istrinya masuk,ia mengikuti chef arif yg menunjukkan tempat duduk mana yg harus ia duduki.
anin masih ke heran2nan dengan tingkah semua orang disini.
apakah semua restoran mewah selalu bersikap seperti ini?
dengan masih penasaran yg menyelimuti hatinya.
"sayang...aku pesankan ya...ini resep bubur turun temurun dari nenek aku sayang",
ucap rendi menerangkan.
anin pun terheran2,"kok bisa resepnya di masak di restoran sini??"
namun sebelum ia mengira2 lebih jauh...rendi meraih tangan anin di atas meja yg membuat anin terkejut.
"aku punya saham disini sayang...lumayan paling banyak,"
ucap rendi.
makanya aku bisa memasukkan menu turun temurun nenek disini,
"kamu wajib coba y..."
kata rendi.
anin hanya mengangguk,
lalu tidak begiti lama pesanan mereka sudah tiba,
"wooow...ini bubur ayam kah,indah banget dilihat mata sampai aku tak tega memakannya",
ucap anin dalam gati,
sambil mengatupkan mulutnya,
ia tadi sudah sarapan...namun ia ingin sekali mencicipinya,bubur resep nenek rendi",
rendi yg melihat tingkah istrinya pun mengambil 1 suapan lalu menyodorkannya ke depan mulut anin.
"cobalah sayang..."
kata rendi.
lalu anin pun tak bisa menolaknya.
anin membuka mulutnya,
__ADS_1
"bum",
rasanya meledak di mulut anin,
"hemmmz....nikmatnya...."
anin pun tanpa tersa menyendok bubur miliknya,menyuapnya dengan lahap,
rendi yg melihat mulut istrinya terus di suapi dengan penuh pun merasa senang...tanpa terasa ia pun tersenyum...
anin yg melirik suaminya pun ikut tersenyum.
tanpa terasa anin sudah habis aja satu mangkuknya.
anin melihat mangkuknya kosong pun jadi tersipu kikuk di depan suaminya.
"bodo2...bodo...gumamnya dalam hati sambil membuang mukanya",
"kau mau lagi sayang?"
ucap suaminya yg menyodorkan mangkuk miliknya.
"makasi kak...aku sudah kekenyangan kak..."
sahut anin dengan senyum kecut nya.
anin benar2 malu pada suaminya.
"ibu hamil...harus sehat dan kuat dong sayang...jangan seperti itu memandang suamimu ini...aku bisa mengerti...aku bahagia melihat nafsu makanmu,"
kata rendi yg membuat anin meleleh tak malu lagi.
"trimakasi suamiku..."
jawab anin...
"tapi ingaaat...aku masih belum menghukmu lho..."
kata anin pada suaminya.
"siyaaap sayang...aku akan ingatkan lagi nanti..."
kata rendi.
rendi berdiri dari duduknya,mendekat ke kursi istrinya,
lalu menunduk dan mengecup pipi istrinya.
__ADS_1
"aku suka melihatmu antusias seperti ini sayang...teruslah jadi aninku."
bisiknya di telinga anin yg membuat bulu kudu merinding.