Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
semangat setelah begadang


__ADS_3

rendi mengelus elus puncak kepala istrinya..


mengecup keningnya,


lalu anin menyudahi tangisannya.


mendongakkan kepalanya,memegang wajah suaminya di sisi kanan kirinya,


dengan ke dua tangannya.


"sayang....kamu ganteng banget si..."


lalu di pencetnya ke dua pipi suaminya sampai bibirnya monyong.


lalu di kecup kecupnya bibir itu dengan gemas oleh anin.


"sayang...kamu tahu sekarang apa yang kamu lakukan??"


tanya rendi pada istrinya.


"emang apa yang aku lakukan??"


tanya bodoh anin.


"kau sedang membangunkan macan tiduuur sayaaang..."


langsung di raupnya bibir istrinya sampai habis,


anin hanya membiarkan suaminya dan menikmatinya,


dalam hati anin,anin merindukannya,


tanpa pikir panjang,


sejenak tatapan mereka bertemu,


entah kenapa perasaan mereka begitu saling merindukan,


seperti sudah terlalu lama mereka tidak bertemu.


lalu rendi mengusap lembut kepala anin,mencium keningnya,


tak lupa rendi mengangkat dagu istrinya,mengecupnya dan terakhir di bibirnya,


anin hanya menikmati ungkapan cinta suaminya,yang begitu dalam di rasakannya,

__ADS_1


"sejak kapan sayang kamu jadi pinter gitu?"


goda anin pada suaminya.


"kenapa memangnya"?tanya rendi.


anin hanya tersenyum melihat tingkah suaminya,


"masih tersenyum....aku gigit kamu,"


kata rendi mengancam.


"gimna mau gigit...kamu udah sampai lemas gitu..."tantang anin.


rendi yang merasa istrinya kurang puas itu pun langsung memcengkeram ke dua tangan anin.


"sepertinya aku kurang memuaskanmu",


kata rendi di iringi seringaiannya yang terkesan menakutkan untuk anin.


lalu anin meronta yang langsung di lepas suaminya,berlari menuju kamar mandi,


"aku hanya bercanda kak rend...kamu ini serius terus...nanti cepet tua loh,"gerutunya sambil masuk kamar mandi.


sahut rendi dengan senyum kemenangannya.


rendi memakai bajunya lalu beranjak membuka pinru kamarnya,tiba tiba matanya tak percaya,menatap kakek nya sudah berdiri mematung disana di depan pintu kamar nya dengan senyum mengembang menghiasi bibir nya.


"kakeeekkk kapan kakek disini??eh kapan kakek pulang???kok rendi nggak di kasi tahu sih...kan rendi bisa jemput kek.."


ucapnya.


"mana ada waktu kamu,ngabari kakek aja tidak apa lagi jemput!"kata kakek.


"dasar anak nakal!kau mengadakan pesta tidak mengundang kakek???kakek malah tahu dari mulut orang lain,"ucap kakek yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


tiba tiba rendi menarik lengan kakeknya menjauh dari kamarnya.


"kek.. anin tak tahu itu...yang ia tahu hanya nanti menghadiri pesta denganku,dia tak tahu bahwa dialah bintang utamanya,"


"baiklah ini kejutan untuknya",


kata kakek mengiyakan kata kata rendi.


"terus kakek dari kapan berdiri di situ??"

__ADS_1


tanya rendi ingin tahu apakah kakeknya mendengar sesuatu.


"kakek...hanya...",


lalu clingukan terus pergi.


"hiyaaa...kakek mau kemana??kakek blm jawab",rendi mengejar kakeknya.


"kamu belum sarapan kata bibi",


tanya kakek pada rendi.


"gimana mau sarapan kek...rendi aja baru bangun...gimna sih...mata aja belom melek kek,"ucap Rendi yang nggak mau kalah dari kakeknya.


"mata kamu tu susah melek karena kebanyakan....ah sudahlah"kata kakeknya yang tidak di teruskan.


"kebanyakan apa kek??"


tanya rendi ingin tahu,


"kebanyakan begadang kamu tu..."


ucap kakek.


lalu anin keluar menyusuri anak tangga dan langsung teriak,


"kakeeek"...


"kapan kakek sampainya???'"


"tadi nak..."


kata kakek. dengan senyum bahagianya.


"gimana kabar cucuku"??


tanya kakek pada anin.


"baik kek...sekarang uda nggak mual mual lagi...mulai bisa nyium bau apa saja...tapi ya tetap...faforit nya ya..."sambil lirik suaminya.


rendi tahu...


"pasti keringatku"


gumam nya.

__ADS_1


__ADS_2