Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
permainan tanpa ujung


__ADS_3

"loh tuan...apa yang anda bicarakan sama ibu saya?kenapa anda bisa sampai lebih dahulu dari pada saya?padahal tadi duluan saya pergi,dan saat saya meninggalkan anda disana anda masih belum bergerak sama sekali,"ucap ifa dengan nada menyelidiknya.


"apa itu penting?apa ibumu juga harus tahu kenapa kau meninggalkanku tadi?"tanya laki laki itu dengan nada datarnya,namun malah membuat ifa sedikit ketakutan.


"tidak...ibu ku nggak perlu tahu tuan...biarkan ini menjadi masalah antara kita,"ucap ifa lagi sambil menghampiri ibu nya yang sudah bisa duduk di atas ranjang.


"ifa...kenapa kamu begitu galak sama nak aditya?ia sudah menghibur ibu nak...dan lagi...kamu punya pacar ganteng gini kenapa nggak bilang ibu sih nak?kamu takut ibu jantungan kalau dengar kamu punya pacar ganteng?kalau begini kan ibu malah kaget nak..."ucap ibu ifa yang membuat ifa terpaku terdiam.ia hampir tidak percaya atas apa yang di ucapkan ibu nya barusan.


"ibu....sejak kapan ibu tahu kalau ifa punya pacar?ibu tahu sendiri kan...ifa nggak mungkin pacaran...ifa nggak suka pacaran bu...ifa ingin kelak langsung nikah aja bu..."


ucap ifa dengan seriusnya.

__ADS_1


"difa...kamu menodongku di depan ibu mu?kau ingin aku melamarmu sekarang?saat ini?oke baiklah....ibu....saya ingin menikahi puteri ibu yang bernama nadifa ini..."


ucap aditya yang makin membuat ifa melongo,lidahnya kelu seketika,seperti mati rasa...sepertinya setiap ucapannya malah menjadi umpan untuk laki laki yang ifa baru kenal tadi.


"tuan...kita baru kenal...kenapa anda seperti itu...anda tahu ibu saya sakit darah tinggi di sertai jantung,ibu tidak bisa mendengarkan hal hal yang tidak tidak seperti itu,saya mohon...hentikan saat ini juga...masalah di antara kita...saya akan mengurusnya sendiri tanpa bantuan anda,"


ucap ifa sambil kedua tangan nya memeluk pundak ibu nya dan mengelus untuk menenangkannya,ifa takut ibu nya langsung syok atas apa yang laki laki itu barusan katakan.


dan di depan ifa ia menatap laki laki berwajah dingin itu hanya menyunggingkan separuh senyum di bibir nya.


"pak aditya...bisa kita bicara berdua saja di luar?"

__ADS_1


tanya ifa sambil berdiri dan berjalan melewati aditya begitu saja tanpa tahu aditya mau atau tidak ikut dengannya.


aditya pun ikut mengekori wanita berbusana tertutup itu menuju ke luar dari dalam kamar rawat inap.


"tuan...apa yang anda inginkan?saya tahu saya salah...saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya,bagaimanapun caranya,lalu kenapa anda bisa bicara seperti itu pada ibu saya?ibu saya sedang sakit tuan...tolong..."ucap ifa dengan nada tercekik di tenggorokannya,suaranya seperti sudah tidak bisa keluar lagi.


"difa...itu lah yang membuatku ingin bermain denganmu,kau begitu jujur dan polos,gadis langka yang baru aku jumpai...dan aku ingin bermain lebih lama...mungkin sampai kau tidak sanggup,"


ucap dalam hati aditya dengan senangnya karena mendapatkan mainan baru yang langka.


"difa...perkataan itu semua tadi benar adanya...aku ingin menikahi mu dan aku akan menganggap lunas semua,"

__ADS_1


ucap enteng aditya dari bibir nya.


__ADS_2