
"teruuuusss???"tanya nindi dengan seriusnya yang membuat arga menghentikan tawanya.
"terus apa sayang?kamu mau terusin yang bagian mananya?"tanya arga lagi dengan benar benar sudah berhenti tawa nya.
"kamu mau nya aku gimana ga?mau aku bayar pakai apaan?jangan minta yang macem macem deh,"
ucap nindi masih dengan nada penasarannya,ia khawatir apa yang di inginkan arga adalah yang tidak tidak padanya.
"tuk."ketukan jari arga yang mengenai kening nindi.dan terlihat nindi mengusap usap bekas ketukan arga.
"sayang...aku mau...kamu temani aku makan malam ya...aku udah pesan dua porsi steak kesukaan kamu."
ucap arga dengan nada lembutnya,dan membuat nindi tersipu malu,ternyata arga sangat perhatian padanya.
sontak nindi pun hanya mengangguk untuk menyetujuinya.
ia sudah tidak mampu berkata kata lagi.
"maaf sayang...aku sudah sangat egois untuk menentukan kebahagiaanmu.aku kira dengan perginya aku...kamu akan bahagia...namun tetap saja kamu nggak setia."
ucap arga sambil memeluk tubuh nindi.
__ADS_1
sontak nindi pun menepis tangan arga yang memeluknya.
saat ia mendengar kata kata terakhir yang arga ucapkan.
"ga...kamu bilang aku nggak setia...kalau aku nggak setia...ngapain aku repot capek capek nyusul kamu kemari hanya untuk bertanya kebenaran semua berita yang terbit menyangkut dirimu."ucap nindi dengan nada yang mulai meninggi,dan mata yang sudah berkaca kaca.
"akh...meleleh juga akhirnya."dengus kesal nindi saat menyadari air matanya tiba tiba menetes,dan ia khawatir terlihat bodoh di depan arga.
"sayang...gimana aku nggak cemburu...melihatmu berciuman dengan satria...sedangkan kamu udah men judge ku bahwa aku selingkuh,padahal kamu hanya lihat dari berita dan acara nggak penting...apa aku nggak boleh marah?sekarang aku akan marah lagi jika ingat ciuman yang kamu lakukan dengan satria,setiap aku ngelihat bibirmu...terbayang satria ikut menikmatinya."ucap jujur arga dengan mata ikut berkaca kaca merasa kecewa namun sudah tidak ada gunanya.
"maaf kan aku ga...kamu terlalu mendalami ciumanku dengan satria,padahal ia hanya menganggap aku saudara...ia yang mendukungku dan menyarankanku untuk kesini menjelaskan dan meminta kejelasanmu ga..."ucap nindi dengan wajah mendongak menatap arga yang berdiri dua jengkal di hadapannya.
"aku akan memaafkanmu sayang..."ucapnya sambil menunduk dengan kedua tangan meraup wajah nindi agar mengikuti kemauannya,lalu mencium bibir nindi cukup lama.
"sekarang...aku sudah nggak akan mengingat lagi kejadian itu,jangan kau ulangi...awas kalau berani...orangku dua puluh empat jam terus mengikutimu.ingat itu!"
ucap arga dengan bangganya.
"itu ga yang nggak aku suka dari kamu...kenapa selalu mengawasiku?seolah aku seorang tahanan,aku seorang yang tidak bisa kamu percaya."ucap nindi yang berlalu pergi menuju ke jendela ruangan dan membukannya penuh,ia keluar ke balkon dan menatap ke segala penjuru,
"bukan begitu sayang...kamu nggak tahu keselamatan mu itu jauh lebih penting dari apapun.aku nggak ingin kamu kenapa napa sayang...apa kamu bisa mengerti itu?"ucap arga sambil mendekat ke arah nindi dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"sayang....apa kamu udah siap menikah?"tanya arga yang membuat nindi menjadi gelagapan dan salah tingkah,nindi merasa masa mudanya masih panjang...ia juga baru lulus kuliah,
"ga...bisa nggak kamu biarin aku cari pengalaman dulu?"
ucap nindi dengan polos nya,ia ingin mengasah ilmu yang ia dapat dari bangku sekolah itu di perusahaan papa nya,
"kenapa harus nyari pengalaman sayang?pengalaman itu di ciptakan...bukan kah begitu?"ucap arga yang aneh,ia mengira pengalaman yang nindi maksud adalah pengalam dalam rumah tangga.keduanya bisa menciptakan itu dengan sendirinya tanpa mencari.
"maksud kamu apa sih ga?"tanya nindi dengan keheranannya,namun arga dengan cepat membalikkan tubuh nindi menghadapnya lalu mengecup keningnya dengan lembut.
"bukankah pengalaman yang kamu maksud itu seperti percintaan di atas ranjang?"ucap jujur arga tanpa rasa malu.
"haaaiiisszz....bukan itu ga...aduh kamu otaknya mesum deh.pengalaman itu maksudnya...pengalaman kerja arga...kok malah pengalaman gituan.aku yakin kamu nggak usah cari pengalaman juga sudah bisa kalau itu."
dengus kesal nindi dengan tangan mengacak acak rambut arga.
"kalau kita belum mencobanya...kenapa kamu sudah tahu kalau aku sudah bisa atau belum."ucap arga dengan nada halus dan tangan mencekal pergelangan tangan nindi yang membuat nindi terdiam dan dengan rahang membuka.tatapan keduanya sesaat bertemu.
"aku hanya bercanda...ayo temani aku makan."
ucap arga yang belum mengubah ekspresi nindi yang masih mematung.
__ADS_1