Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kejutan manis yang benar benar mengejutkan


__ADS_3

"Pah...papa nggak apa apa pah? papa kenapa?" Tanya Anin dengan khawatirnya saat ia melihat suaminya yang begitu terkejut ketika melihat seseorang yang Arga kenalkan sebagai kakaknya. Namun Rendi hanya menggeleng sambil terus menatap ke arah Aditya tanpa menoleh ke arah Anin yang berada di sampingnya.


"Oh...baiklah...silahkan silahkan...mari...kita masuk ke dalam...jangan lama lama di luar..." Ucap Anin yang mempersilakan para tamunya untuk masuk ke dalam.


Dan semua orang menurutinya masuk ke dalam mengekori si pemilik kediaman.


Hingga tersisa Nindi dan Arga saja yang masih terdiam di tempatnya semula, Nindi menyimpan beberapa pertanyaan yang harus ia tanyakan sebelum mengajak Arga untuk masuk kedalam rumahnya.


"Oooh...ini rekan bisnis papah?" Tanya Nindi dengan ketusnya. Hatinya masih sedikit sakit ia rasakan atas permainan Arga. Namun kenyataanya memang Arga benar benar rekan bisnis papanya.


"Bapak Arga Sanjaya?" Ucap Nindi lagi dengan geramnya.


Terlihat Nindi tengan mengerucutkan bibirnya dan menyedekapkan kedua tangan ke bawah dadanya.


"Maafkan aku sayang...aku hanya ingin memberi kejutan untukmu yang manis...apa aku salah?" Tanya Arga yang masih berdiri tepat di depan Nindi. Dengan kedua telapak tangan menyatu di depan dadanya. Tanda Arga benar benar meminta maaf disana.

__ADS_1


"Ga...apakah ini yang kamu maksud kejutan manis? jujur aku sangat amat terkejut ga...sampai sampai aku merasa tercekik dan susah bernafan kau buat...apa kau senang bahwa kenyataanya kejutanmu sudah berhasil dengan sempurna?" Ucap Nindi dengan mata berkaca kacanya.


Sampai semua pengawal Arga pergi meninggalkan tempatnya dengan membawa serta mobil mobil yang tadi di kendarainya saat datang.


"Sayang...aku sungguh nggak ada maksud demikian...maaf..." Ucap Arga lagi dengan merangkul tubuh Nindi seketika, Mendekapnya dalam pelukanya untuk beberapa saat lamanya, Lalu tangis Nindipun pecah disana.


"Aku takut...aku ketakukan Arga...aku takut kehilanganmu apa kau mengerti?" Tanya Nindi yang masih dalam pelukan Arga. Saat itu Arga tidak ingin bersuara sama sekali, Bukan ia tidak mengerti perasaan Nindi, Melainkan ia bisa merasakan apa yang kekasihnya itu rasakan.


"Aku...hari ini berniat melamarmu sayang...aku ingin memintamu secara resmi pada kedua orang tuamu...tapi...sepertinya perasaanmu sedang tidak baik karena ulahku...jadi...aku akan mengundurnya jika kau tidak suka...dan aku akan selalu menunggumu sayang...kapanpun kau inginkan...aku sudah tahu isi hatimu...jadi tidak ada satupun pertanyaan yang menyangkut perasaanmu untukku...aku bisa mengerti dan menanti...sekarang sudah ayo masuk...semua pasti sudah menunggui kita di dalam." Ucap Arga sambil menyudahi pelukanya.


"Meski kau berikan sepatu hak tinggi ber merk, Pakaian, Tas dan semua perhiasan yang di bawa orang orangmu tadi...aku masih belum bisa di sogok Arga...Tapi...Setelah aku pikir pikir...dan aku amati...pakaian kamu malam ini tidak mengecewakan...bahkan aku suka...jadi aku mau menerima lamaran kamu..." Ucap Nindi sambil mengamati style pakaian Arga yang malam itu ia kenakan. Terlihat sempurna dimata Nindi. Apa lagi wangi parfum yang khas selalu Arga pakai, Nindi begitu menyukainya, Sampai Nindi sudah hafal bau yang sering ia cium itu.


Terlihat segar dan tampan ketika Arga mengenakan style tersebut.


Dengan Mata berbinar yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat, Arga tanpa sadar langsung memeluk kembali tubuh kekasihnya itu, Hingga seketika mencium bibir mungil Nindi yang ada tepat di bawah dagunya. Hingga beberapa saat.

__ADS_1


"Ga...ngapain sih...ada cctv tahu...bisa bisa papa marah kalau tahu!" Ucap Nindi yang mencoba menyadarkan tingkah girang Arga barusan. Sampai Arga melebarkan matanya dan menatap lekat ke arah Nindi.


"Kenapa baru bilang sayang? akh...kalau sampai papa kamu tahu...lamaranku bisa gagal malam ini!" Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum di buatnya.


"Udah ayo masuk..." Ajak Nindi sambil menggenggam jemari Arga dan mengajaknya untuk masuk kedalam.


Keduanya masuk bersamaan menuju ruang makan, Di sudut sudut ruangan terlihat hiasan bunga mawar merah kesukaan Nindi yang tadi di bawa oleh orang suruhan Arga, Ditata di sudut sudut ruangan oleh asisten rumah tangga yang di perintah Anin. Keduanya sejenak menatap sekeliling yang sudah di sulap seperti taman bunga nan cantik.


"Kau yang bawa?" Tanya Nindi dengan mata yang menatap ke arah Arga, Dan dengan Anggukan Arga membalasnya.


"Padahal aku pingin bunganya di taruh kamar kamu sayang...akh...jadi di tebar di mana mana...nanti aku bawain lagi ya yang lebih banyak lagi..." Ucap Arga dengan wajah yang sedih ia perlihatkan pada kekasihnya.


Hingga keduanya sampai di dekat ruang makan, Terlihat kedua orang tengah mematung dan tanpa bicara, Sedangkan Anin sudah mengajak calon istri Aditya ke dapur bersamanya, Keadaan menjadi hening saat kedua wanita tersebut tidak disana. Karena Rendi sering mendapat keluhan dari banyak teman dan rekan bisnisnya mengenai sikap Aditya Wibawa.


"Kau tahu ga...ada apa ini? kenapa sepi sekali mirip kuburan?" Tanya Nindi yang sudah tidak di gubris Arga, Arga lansung berjalan cepat menuju meja makan, Dimana ia ingin memecah kesunyian yang tiba tiba tercipta tersebut. Sedangkan Nindi yang melihat mamanya dan ifa di dapur, Segera menyusulnya kedapur.

__ADS_1


"Mah...sebenarnya ada apa sih di meja makan? kenapa papa dan Aditya tiba tiba hening tanpa bicara sepatah kata pun ma?" Tanya Nindi pada mamanya, Dan Anin hanya menggeleng menanggapi kata kata Nindi.


Anin pun merasa Aneh saat melihat suami dan tamunya tersebut saling diam, Hingga canggung yang Anin rasakan, Sampai ia berhasil menarik ifa keluar dari kecanggungan.


__ADS_2