Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bujukan pesta


__ADS_3

anin pun menikmati kripik kentangnya,


di liriknya suaminya yang sedang serius menatap layar laptopnya.


"sayang besok sore ikut aku ke acara pesta ya...di hotel X di gedungnya paling atas,pasti kamu suka..."


ucap rendi mencoba meyakinkan istrinya agar ikut.


karena pesta itu di adakan untuknya.


rendi sudah menyewa penuh hotel tersebut esok hari.


dan ia tak ingin gagal membawa istrinya pergi kesana.


"baiklah aku ikut...tapi bajuku..."


kata anin yang langsung di sahut suaminya.


"esok kita belanja..sayang.."ucap rendi masih dengan aktivitasnya.


lalu anin pun mengangguk,mengiyakan ajakan suaminya.


"sayang aku ngantuk..."kata anin pada suaminya...


"tidurlah dulu...aku masi mengecek laporan sayang..."


sahut rendi tanpa menoleh.


"tapi aku mau kamu temani..."ucap anin mulai dengan manjanya.


"nanti kamu tidak bisa tidur kalau aku mengetik di sampingmu...."balas ucap rendi agar istrinya nggak rewel.


"aku nggak tidur kalau nggak kamu temani..."


sahut anin seketika lalu memeluk kaki rendi.


"oke...ayo...aku temani sampai kamu tertidur sayang..."


kata rendi sambil mencubit pipi istrinya.


mereka pun melangkah beriringan menuju kamar.


sampai di kamar,


rendi membimbing istrinya untuk berbaring tidur,


tak lupa ia menyelimuti tubuh istrinya,

__ADS_1


mengecup keningnya lalu duduk di sampingnya dengan laptop di pangkuannya.


waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


anin terbangun karena ingin pergi ke kamar mandi,


ia bangun...namun ia masih melihat suaminya sibuk menatap layar laptopnya.


"loh kak rend...kamu belum tidur dari tadi??"


tanya anin sambil menengok laptop suaminya,


"cup",rendi mengecup pipi istrinya.


"tinggal sedikit lagi sayang...nanti aku akan langsung tidur",


ucap rendi yang membuat istrinya agar tidak khawatir.


setelah anin usai dari kamar mandi,


anin menghampiri suaminya dan duduk di sampingnya,


"kok malah duduk? ayok lanjut tidur lagi sayang..."


namun kata kata rendi tak di dengar istrinya.


kata rendi sambil menutup laptopnya.


"kak...aku pingin...makan eskrim setrowbery dan vanilla"


rengek anin pada suaminya.


"ini uda dini hari sayang...kemana carinya??"


tanya rendi dengan kening berkerutnya.


"jadi...nggak mau beliin ni critanya??"


kata anin sambil mendengus kesal.


"giliran nggak absurd eh...malah tengah malam minta ngetok pintu penjual eskrim,"kata hati rendi dengan tangan yang menggaruk garuk tengkuknya


"iya...iya....ini mau aku carikan tempat yang masih buka..."


sambil beranjak berdiri mengacak acak rambutnya yang tak tertata.


"rendi wijaya...beli eskrim tengah malam...topiknya pasti trending,"ucap rendi sambil nepok jidat.

__ADS_1


"sayang tungguin..."


teriak anin yang sudah berganti pakaiannya.


"lah kok...."


rendi tertegun melihat mahluk tuhan di hadapannya ini.


"aku pakai piyama....nah dia pake baju trendy...nggak boleh kalah dong...sama istri...dikira orang supirnya ntar aku,meski nggak ada orang seganteng aku..."


ucap rendi dengan pd nya.


"oke sayang tunggu...aku mau ganti baju dulu"


kata rendi sambil melangkah pergi.


"eiiittt"...


rendi tiba tiba berbalik lagi.


"kenapa jadi kamu mau ikut??"


tanya rendi penasaran...


"kalo aku nggak ikut....nanti esnya keburu meleleh sampai rumah kak rend..."sahut anin,


rendi bisa menerima alasan istrinya itu.


lalu rendi berganti pakaiannya,


memakai hody dan celana panjang.


rendi menyetir mobilnya pelan pelan ketika melintasi deretan toko dan mini market.namun tak ada yang buka.


"sayang bisa ganti menu nggak?"


kata rendi sedikit nyerah...


karena sudah beberapa tikungan yang biasanya ramai orang lalu lalang kalau pagi namun tidak terlihat toko eskrim.


"sayang masak nyeraaah??"


tanya anin pada suaminya.


"air liyur ku serasa udah berkumpul ingin makam itu es sayang..."rengeknya makin menjadi.


"tuhaaan berilah keajaibanmu"

__ADS_1


gumam rendi dengan mata yang sudah mulai lelah.


__ADS_2