
Setelah mendapat telephone dari mamanya, Nindi akhirnya di antarkan pulang oleh Arga, Keduanya meninggalkan Aditya yang masih terlihat melamun di apartemen Arga.
Hingga beberapa saat mobil yang di tumpangi keduanya masuk ke halaman luas rumah Rendi Wijaya, Terlihat mobil Rendi yang kedua pintu belakangnya terbuka lebar, Para bibi pun berdatangan mengambil barang barang belanjaan dari dalam mobil, Membawanya masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Rendi tengah duduk di teras rumah dengan di temani istrinya, Terlihat di depanya papan catur dengan se cangkir kopi hitam, Di tambah cemilan yang tersaji di atas meja.
"Ma...pa...", Sapa Nindi saat sudah tiba di dekat keduanya mendahului Arga dua langkah di depanya.
"Om...tante..." Sapa Arga pada kedua orang tua kekasihnya itu. Dengan senyum ramahnya Rendi mempersilakan Arga untuk duduk di kursi depanya, Dan Nindi pun ikut duduk disana.
"Mah...kenapa mama pagi pagi belanja banyak sekali? ada acara apa nanti mah?" Tanya Nindi yang belum tahu tentang acara nanti malam yang ada di rumahnya.
"Oh...nanti malam ada perjamuan rekan bisnis papah kamu sayang...harus di jamu yang enak lah...biar nggak kecewa nanti..." Ucap Anin dengan nada lembutnya.
Disana terlihat perutnya yang sudah mulai membesar, Namun masih wajar di usia kandunganya yang ke enam bulan tersebut. Nindi sama sekali tidak tahu acara apa yang akan ada di rumahnya nanti malam, Dan Nindi begitu penasaran...namun ia tidak mau bertanya dan hanya akan menunggunya saja sampai waktu yang nanti akan datang.
__ADS_1
"Oke baiklah om tante...Arga pamit dulu ya...masih begitu repot hari ini..." Ucap Arga sambil beranjak dari duduknya untuk memohon diri, Dan dengan cepat Nindi pun akan mengantar Arga pergi.
"Ga...nggak sarapan dulu?" Tanya Anin sambil sedikit meninggikan suaranya.
"Udah sarapan burger tadi tan...makasih..." Ucapnya dengan senyum sebelum ia pergi, Dan Nindi yang mengantarpun kembali setelah mobil kekasihnya itu pergi.
"Sayang cepat mandi...bantuin mama repot di dapur..."
Ucap Anin setelah Nindi ada di dekatnya dan akan kembali duduk di depanya, Namun tidak jadi karena kata kata mamanya. Dengan kepala mengangguk ia pun pergi meninggalkan kedua orangtuanya tersebut, Ia masuk kedalam dan akan menjalankan perintah mamanya.
"Sayang...memangnya siapa yang nyuruh kamu masak? tahu gitu aku nggak nerima mereka di rumah...tapi di restoran aja." Ucap Rendi dengan tangan meraih jemari Anin yang ada di atas meja dan menggenggamnya.
"Pah...aku janji kok nggak akan kecapek an...boleh ya...cuma ngarahin aja...masak nggak boleh sih? itung itung ngasih les privat Nindi pah...biar nanti bisa masakin suaminya, Anak itu terlalu kita manjain...kapan belajarnya coba?" Ucap Anin yang dipikir Rendi ada benarnya juga,
"Baiklah sayang...kau tahu selama ini aku tak ingin kamu kesusahan...aku lebih baik ngajak kamu makan di luar daripada kamu memaksakan diri masakin buat aku, Aku nggak rela!" Ucap Rendi sambil menyunggingkan senyum di bibirnya. Dan Anin hanya membalasnya dengan anggukan dan senyum hangatnya.
__ADS_1
Siang itu begitu melelahkan bagi penghuni rumah Rendi, Sibuk dan sibuk yang ada, Semua menyiapkan hidangan yang akan di suguhkan saat Arga datang nanti malam, Dimana Arga akan membawa serta keluarganya, Namun Arga bilang bukan mamanya, Karena mamanya masih dalam tahap pemulihan setelah beberapa hari lalu jatuh sakit. Rendi belum tahu...jika keluarga yang Arga maksud adalah Aditya.
Waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, Saat Aditya tengah menunggui ifa di parkiran mobil butik tempat kerja ifa, Ia tidak langsung masuk ke dalam butik, Ia menunggu ifa memanggilnya terlebih dahulu, Karena demikianlah pesan ifa yang Aditya terima. Sampai terlihat ifa datang menghampirinya, Dengan senang Aditya pun keluar dari dalam mobil dan menyambut kedatangan calon istrinya itu.
"Maaf ya...sudah nungguin lama ya? tadi bos nggak ada...lagi keluar bby...aku nggak berani ngajak kamu masuk...sekarang bos udah disana mau masuk sekarang?"
Tanya ifa dengan senyum lembut menghiasi bibirnya.
Lalu Aditya pun mengangguk dan membalas senyum yang sama, Keduanya masuk kedalam butik tersebut.
Beberapa saat sudah keduanya berada di butik, Dan tentunya sudah dapat baju kebaya modern yang keduanya pilih, Dengan jas yang sama senada dengan gaun yang akan ifa kenakan.
"Sayang....pilih lagi gaun yang cantik...nanti malam akan aku ajak kamu ke rumah calon mertua Arga, Dia mau ngenalin kita pada keluarga kekasihnya." Ucap Aditya yang langsung di angguki ifa disana, Dan ifa pun mulai memilih baju lagi untuk ia kenakan.
"Apa aku pantas mendampinginya dengan latar belakangku yang berbeda dari semuanya? apakah tidak malah membuat malu Aditya? apa aku harus memberi alasan yang jujur padanya jika ingin menolaknya? sedangkan aku tidak bisa berbohong padanya, kebohongan malah akan menyakiti kita berdua."
__ADS_1
Ucap ifa dalam hatinya saat ia berada di ruang ganti butik, Dengan pakaian yang mengalung di tanganya, Ia begitu khawatir dengan kedepanya hubunganya dengan Aditya, Bukan karena ia tidak percaya pada calon suaminya itu, Melainkan keadaan sekitar Aditya yang akan menyudutkan Aditya sampai sudut paling mendasar nantinya.