
Usai menyaksikan lukisan alam yang hidup tersebut, ketiga pasangan itu pun kembali menuju ke hotel, terlihat Satria dan Yura yang lebih dulu tiba di pintu utama Hotel, di susul Aditya dan juga Ifa yang baru tiba, namun pasangan Arga dan Nindi belum juga terlihat oleh ke empatnya.
"Loh...Arga sama Nindi mana?" Tanya Satria pada pasangan Aditya dan Ifa.
"Kami tak tahu mereka ada dimana, ayo masuk dulu ke Restoran, pesan tempat dan makan malam, sebelum kembali ke kamar masing masing!" Ucap Aditya yang mengawali masuk terlebih dahulu kedalam Hotel dan meninggalkan pasangan Satria Yura yang masih mematung di luar pintu untama Hotel.
"Tunggu! lalu gimana dengan Arga?" Tanya Satria pada Aditya yang terlihat sedikit teriakanya ke arah Aditya, namun tak dihiraukan dan tidak di jawab oleh Aditya, Ia pergi berlalu begitu saja.
"Apa kita tinggal saja mereka?" Tanya Satria pada Yura yang sedari tadi berada di sampingnya dan menggenggam jemarinya.
"Mau gimana lagi...kita tinggal aja Arga dan Nindi, paling juga mereka masih mau berduaan." Ucap Yura dengan menyunggingkan senyumanya.
Dan benar saja, Satria pun menuruti perkataan Yura, ia memutusan untuk masuk kedalam dengan menggandeng Yura untuk mengikutinya, keduanya menyusul Aditya dan juga Ifa yang sudah terlebih dahulu berjalan masuk kedalam.
__ADS_1
Di tepi pantai di bawah pohon kelapa, nampak Arga dan Nindi masih suka duduk disana dengan memandangi tengah lautan, dengan menyandarkan kepala di pundak sang suami, Nindi masih menahan rasa tidak nyamanya, ternyata ia tidak beranjak dari duduknya karena rasa sedikit nyeri di bagian perutnya.
"Sayang...mau balik sekarang?" Tanya Arga yang sudah mulai kesemutan di bagian pundak sampai tanganya yang Nindi sandari.
"Emb...boleh..." Ucap lemah Nindi, lalu Arga pun tanpa rasa curiga atau apa, langsung bangkit dari duduknya dan mencoba membantu sang istri untuk ikut bangkit bersamanya.
Hingga...Nindi mengaduh dan sedikit membungkuk dengan tangan yang mengepal menyentuh perutnya.
"Ada apa sayang? masih sakit?" Ucap Arga dengan segera setelah ia merasa ada yang salah dengan perut istrinya.
"Sini naik punggung aku...jangan minta bopong...jarak sini sampai hotel sangat jauh sayang...lebih nyaman kalau aku gendong di belakang saja." Ucap Arga dengan jujurnya, yang ia balut dengan candaanya, agar Nindi tidak merasa risi atau canggung.
"Aku berat lo ga! nggak apa apa beneran?" Ucap Nindi yang masih ragu ragu akan naik ke punggung sang suami atau tidak.
__ADS_1
"Aku lebih berat lagi, saat melihatmu kesakitan sayang...!" Ucap Arga yang menerangkan, lalu Nindi pun dengan wajah merona bersemu akhirnya memutuskan naik ke atas punggung sang suami dan Arga pun segera membawa sang istri ke arah Hotel yang di tempati.
Hingga ponsel yang ada di saku atas kaos yang dikenakan Arga berbunyi, dan dengan isyaratnya, Arga meminta sang istri untuk mengambillnya, lalu mengangkatnya, segera saja Nindi meletakan ponsel sang suami menempel ke telinganya setelah ia mengangkat panggilanya.
"Halo kak...ada apa?" Tanya Arga pada orang yang tengah menghubunginya.
"Kamu dimana? kita sudah ada di Restoran Hotel ga...cepat kesini...aku udah pesen nih!" Ucap Aditya yang mengajak Arga segera ikut gabung denganya.
"Iya kak...tunggu!" Ucap Arga, lalu panggilan itu di matikanya. Arga pun segera bergegas membawa sang istri ke tempat yang tadi kakaknya sebutkan.
Tanpa rasa risi atau malu pada pengunjung Hotel yang menatapnya, Arga dengan santai membawa sang istri menuju ruangan Restoran yang sudah kakaknya pesan.
Dan setelah sampai tempat yang di tuju, nampak ke empatnya dengan tatapan keherananya menatap Arga yang tengah menggendong sang istri.
__ADS_1
"Nindi kenapa ga?" Tanya Ifa pada Arga seketika setelah Arga menurunkan Nindi di tempat duduk dan mendudukanya disana, di samping Ifa.
"Hanya kram perut kak nggak apa apa...biasa tiap bulan...!" Ucap Nindi yang menerangkan, kemudian ke enamnya menikmati makan malam bersama sama malam itu.