Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
trimester akhir


__ADS_3

"sayang...apa kau tidak mau ke toilet terlebih dahulu sebelum tidur?"tanya rendi pada istrinya yang mulai ber baring.


sejak usia kandungan anin yang memasuki trimester akhir ini...rendi sendiri yang menjaga istrinya mulai dari bangun tidur,makan,minum,sampai ke kamar mandi,selalu rendi yang mengawasinya,


"kak...belum pingin ke kamar mandi...ayo tidur saja ya..."


ucap balas anin.lalu keduanya terlelap,


anin yang dengan perut besarnya itu hanya bisa tidur miring saja,dan suaminya hanya bisa memeluknya,


sudah hampir satu minggu rendi menahan apa yang biasa ia lakukan...karena itu untuk kebaikan istri dan calon anaknya.


tepat tengah malam,anin terbangun dan ingin sekali membuang hajat kecil nya..


"sayang...bangun...ayo...bangun..."ucap anin sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu.


"iya-iya sayang...ada apa?"ucap rendi sambil bangun dan mengucek matanya,


"antar ke kamar madi kak..."ucap anin pada suaminya.


sambil mengelus perutnya,


"ayo sayang..."ucap rendi sambil menggenggam tangan anin dan membantunya berdiri,lalu berjalan memasuki kamar mandi.


rendi sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah menemani istrinya,pekerjaan sesekali ia kerjakan di rumah,ita sekertarisnya selalu membawakannya ke rumah,dan hanya sesekali ia kekantor,hanya untuk rapat dan urusan yang penting dan mendesak,


setelah dari toilet...anin menuju dapur,ia ingin mengambil air minum,


"sayang...tunggu di kamar saja...aku akan ambilkan untukmu,"ucap rendi,dan anin pun dengan senang menurutinya.hingga suaminya kembali dan ia meminumnya,kemudian keduanya pun melanjutkan tidurnya.


tanpa terasa pagi sudah menjelang...matahari masih mengintip belum muncul seutuhnya,


"sayang...mau jalan-jalan pagi tidak?"tanya rendi pada istrinya yang masih belum bangun sepenuhnya,


"tentu kak...agar makin mudah kan waktu persalinannya..."ucap anin,dan rendi pun hanya tersenyum.


rendi dan anin menuju pintu utama,ia terlihat sangat segar hari ini,


"pagi bi..."sapa anin pada semua pembantu dan terutama bi ani dan bi ana.


"iya nyonya...selamat pagi..."ucap bi ani dan bi ana.


kemudian keduanya pun keluar menuju luar rumah,terlihat masih petang di luar,dan belum terang,anin berjalan pelan dengan di dampingi suaminya,menyusuri jalan depan rumah menuju jalan besar komplek perumahan...sebelum ke jalan besar utama,


keduanya berjalan-jalan dan sesekali di sapa pejalan kali lainnya,udaranya masih sejuk untuk pagi hari,anin menyukainya.


"kak...ajak aku ke taman kecil itu ya..."kata anin pada suaminya,


"iya sayang..."ucap rendi sambil memapah istrinya ke tempat yang di inginkan.

__ADS_1


sesampainya di taman,rendi berusaha mencarikan tempat duduk untuk istrinya,


dilihatinya ada satu bangku kosong pinggir taman,namun saat rendi mendekatinya,ia di dahului seorang wanita cantik yang begitu montok dengan kaus lengan pendek merah yang ketat hingga bra nya mengecap di sana.dan celana pendek se paha atasnya,


"aduh...kenapa juga di dahului sih..."gumam rendi dan berbalik lagi menuju istrinya dengan ludah mengumpul dan di telannya,namun akal sehatnya masih berfungsi dengan benar,lalu ia pun punya ide,


ia mendekati wanita cantik itu dan berbincang-bincang padanya.


anin yang melihat suaminya berbicara pada wanita lain pun mengerutkan dahinya.


"sayang....kamu itu kenal sama wanita tadi?"


tanya anin pada suaminya yang baru datang menghampirinya.


"tidak,"sahut rendi pada istrinya,


"kalau tidak kenal kenapa kamu berbicara padanya sayang?"tanya anin pada suaminya itu.


"kenapa?apa kamu cemburu?"jawab rendi,karena sudah sejak lama rendi tidak melihat istrinya seperti itu,


"ayo lah kak...ada apa?"tanyanya lagi...


"sayangku...aku itu bicara padanya karena aku meminta bangkunya untuk mu loh...apa masih ingin tahu lagi?"


jawab rendi.


"kamu duduk disini ya sayang...aku tinggal sebentar...aku mau beli minum dulu,"ucap rendi pada istrinya itu.


dan anin hanya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.


anin melihat punggung suaminya itu semakin menjauh dari hadapannya,


"uh...sayang...lihat papamu...ia sudah hampir seminggu hanya berada di sisimu dan di sisi mama...gimana?kamu suka?kamu betah di dalam ya?"ucap anin sambil mengelus-elus perut nya yang semakin besar itu.


dan di lihatinya dari kejauhan,istrinya sedang mendengarkan musik untuk anaknya,di tempelkannya headset itu di perutnya dengan riang.


rendi pun datang menghampiri istrinya,ia membawa dua kemasan botol air mineral...dan dua sandwich isi daging di dalamnya.


"sayang...aku tadi lihat penjual sandwich di pinggir jalan...jadi aku juga ingin ikutan beli...apa kau mau?"


ucap rendi sambil menyodorkan satu sandwich ke tangan istrinya itu dan satu lagi untuknya.


dan dengan senang hati anin pun menerimanya,


keduanya menikmati pengganjal perutnya hingga habis.


"kak rend...nanti kakek jadi datang kan?"


tanya anin pada suaminya karena sudah satu bulan ini ia belum melihat langsung kakeknya dan hanya melihatnya pada layar ponselnya.

__ADS_1


"tentu sayang...kakek akan datang sayang...kenapa??kakek dari luar kota,kamu mau di bawakan apa sih?"


tanya rendi pada istrinya.


"aku hanya ingin bertemu kakek saja sayang...kamu ini aneh-aneh saja tanya nya itu..."ucap sewot anin.


"ya sudah...ayo pulang sayang...keburu panas nanti ayo..."


ajak rendi pada istrinya itu.


dan anin pun mengiyakan ajakan suaminya dan berlalu pergi bersama.


keduanya berlalu pergi berjalan menuju rumah,


pelataran itu terlihat sangat rindang meski sedang teriknya panas matahari,


dengan pepohonan yang tertata dan rindang serta bunga dan tumbuhan hijau yang membuat mata memandang tidak jemu.


di rumah...rendi langsung mengajak istrinya menuju meka makan,disana terdapat bermacam hidangan dan semua khas jawa,rendi sadar...mungkin karena kakeknya akan datang...masakan serba ayam kampung dan juga kesukaan anin yang tidak pernah lupa,


udang goreng jumbo yang super krispi.


mereka makan meski perut mereka sudah di ganjal sandwich tadi.karena masakannya benar-benar menggugah selera.entah sekarang berat anin yang mulannya hanya empat puluh lima,sekarang mungkin sudah naik sepuluh kilo.


namun bagi rendi...ia makin tampak menggemaskan.


anin yang dari tadi menatap ke luar jendela kamarnya itu pun tidak sadar rendi yang sudah keluar masuk mulas di perutnya,


sedangkan anin masih teetegun di sana.


"kak kenapa dari tadi kok keluar masuk kamar mandi sayang?"tanya anin pada suaminya.


"tidak tahu sayang...mungkin gara-gara makan pedas tadi di taman perutku tidak karuan sekarang."ucap rendi,


"baiklah kak...aku akan meminta obat pada bibi...sekarang kamu buat istirahat ya..."ucap anin sambil akan berlalu pergi.


"sayang...kamu ini sudah membawa perutmu yang berat begitu masih ngeyel saja,aku yang lihat kamu jalan saja berasa nggak karu-karuan...aku bisa kok minta bibi biar di bawakan obat.kamu istirahat saja ya..."


ucap rendi sambil melangkah berjalan keluar dari kamar,


anin hanya menuruti kata-kata suaminya,


karena memang benar kandungannya sudah memasuki delapan bulan akhir,harus ekstra lebih hati-hati lagi.


tidak berselang lama rendi sudah kembali dan ia juga sudah meminum obat nya,kini rendi menuju tempat tidur dimana istrinya sedang tertidur.


ia pun merebahkan tubuhnya di samping anin.


dan keduanya pun tertidur waktu menjelang siang itu dengan di temani guyuran air hujan yang sejuk di luar jendela kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2