
"sayang...pelan pelan sayang...kita nggak akan minta loh..."ucap rendi sambil menatap ke arah istrinya,dan hanya di balas lirikan istrinya sesaat saja dan langsung...membuang muka menatap makanannya lagi dan menikmatinya,tanpa menghiraukan suaminya.
rendi pun mengernyitkan dahi menautkan alisnya yang tebal itu dengan pandangan sedikit heran,kenapa istrinya bisa se cuek itu terhadapnya,tumben sekali.
"sayang...kamu kenapa?kamu marah padaku?apa aku melakukan kesalahan yang salah?yang membuatmu tidak suka?maaf...."tanya rendi sambil tangannya mengelus punggung tangan istrinya yang ada di atas meja.dengan ucapan maaf yang tulus.
"enggak...aku nggak marah pah...cepat makan mumpung masih panas...nanti keburu dingin loh,"ucap anin berusaha menyimpan ketidak sukaannya yang lebay untuk orang normal itu.dan tatapan keduanya beradu saling memandang.
tanpa anin dan rendi sadari sepasang mata tengah memperhatikannya,menatap keduanya dengan lekat,
dengan bibir nyungir nya.
"berasa nonton live drama korea deh...ayo...ayo pah mah...lanjutin dong...romantis tahu..."ucap nindi yang membuat keduanya menoleh memandang dengan mata menyipit ke arah nindi dengan kompaknya.
"nindi......!"ucap keduanya bersamaan yang membuat nindi melotot ke arah mama dan papa nya.
"kok kalian sewot sih...mah...pah...nindi kan berkata jujur...nanti biar nindi praktekin deh,"
__ADS_1
ucap nindi yang makin membuat melotot mata mama dan papa nya itu seketika.
"nggak boleh!!"ucap kompak mama dan papa nya serentak.dengan sedikit nada tingginya.
"kenapa nggak boleh?nindi mau praktekin sama suami nindi kelak lah...."ucap nindi dengan dengusan jahil dan terus menyantap makanan di mejanya.dan ucapan nindi itu pula membuat anin dan rendi lega seketika.
"ddddrrrrttt....dddddrrrt....."ponsel nindi bergetar lalu berbunyi,sekilas nindi meraih ponselnya dan menatap layar ponsel tersebut,senyumnya mengembang saat di lihatinya itu adalah pesan dari arga,
"sayang....disini baru waktunya makan siang...disana harusnya sudah kelewat kan...kamu cepat makan gih...jangan sampai membuat cacing cacing di perutmu kelaparan,"ucap pada pesan arga untuk nindi.
dan di saat bersamaan pula pesan dari satria pun masuk,
ucap pesan satria yang membuat nindi ingin membalas nya dengan olokan yang sama.
padahal ia belum membuka pesannya,hanya sekilas saja yang ia baca pada layar atas ponselnya.
"dasar satria kompor meleduk...cabe giling...aku udah nggak cungkring ya...awas ntar kalau jadi pulang....aku becek becek deh,"ucap balasan nindi yang harusnya untuk satria namun terkirim pada arga,dan terlanjur arga terima dan baca seketika,karena kebetulan ia sedang menunggu pesan balasan nindi.
__ADS_1
"aduuuh....kenapa bisa salah kirim sih..."dengus khawatir nindi sambil menggaruk garuk rambutnya yang tidak gatal.
"sayang kenapa?"tanya anin pada puterinya,
namun nindi hanya mengangkat kedua bahunya,dan dengan senyum kecut membalas pertanyaan mama nya.
"ada apa nindi?kenapa?tadi selera makanmu lumayan bagus...sekarang kenapa garuk garuk aja sih?"
tanya rendi pada puterinya pula.
"anu ma....pa...."ucap nindi sebelum selesai ia ucapkan.ponselnya sudah bergetar lalu berbunyi.
"duh pesan arga,"ucap nindi dengan dengusan khawatir nya.
"apa maksudmu?siapa yang kamu maksud?itu pesan benar untukku?"tanya pesan yang baru nindi terima.
nindi pun terlihat garuk garuk tengkuknya lagi yang tidak gatal.hatinya pun merasa bersalah atas apa yang ia lakukan.
__ADS_1
"ga...maaf...aku lagi balas pesan satria juga...maaf ya ke kirim padamu...kamu percaya kan padaku?kamu mau kan maafin aku?"ucap jujur nindi yang tertulis pada pesannya itu.
"kamu yakin?jangan jangan kamu salah kirim ke dia sambil nyebut sayang pula,dan nungguin dia pulang ya,"ucap balasan pesan arga yang mulai membuat nindi frustasi.