Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
goyang lidah


__ADS_3

ibu-ibu hamil yang ada di ruangan serta pasangannya itu pun seketika langsung menoleh menatap ke arah anin saat mereka mendengar jika suara yang menyatakan suami anin adalah seorang sales.


lalu terdengar bisik-bisik...samar-samar anin mendengarnya,


"masak sih suaminya sales?pakaiannya saja bermerk itu sepertinya..."


ucap entah ibu-ibu yang sebelah mana dengan suaminya.


"iya ya...masak sales kok peke berlian gede gitu?imitasi mungkin ya?"


ucap seseorang lagi.namun lagi-lagi anin tidak ambil pusing...terserahlah mereka mau bilang apa.


lalu kelas senam ibu hamilnya pun di mulai tepat pukul sembilan pagi,


lalu tiba-tiba...


"huuuh...huuuh...huuuh..."


seseorang datang dengan nafas tersengal-sengal seperti habis berlarian.


anin pun langsung tahu...sosok siapa itu yang sedang mengatur nafas dan berjalan mendekat ke arahnya,


iya...itu adalah rendi...suaminya.


maaf sayang...aku sedikit telat...lalu memposisikan tubuhnya berdiri di belakang sang istri dengan memeluknya dari belakang.


"masak iya itu sales?kok ganteng banget nya...?"


bisik salah seorang yang terdengar oleh rendi,


dan seketika pula lirikannya menatap tepat ke arah sumber suara.


dan tiba-tiba....


"loh...pak rendi...anda disini juga pak??ini nyonya nya ya pak?"ucap suami ibu-ibu yang di lirik rendi tadi,


"loh yah...kamu kenal sales ini?"


tanya ibu-ibu itu pada suaminya.


"sales apa kamu ini jangan asal bicara...ini pak rendi bos aku...pemilik tempat aku kerja,"


ucap laki-laki yang mencoba berjalan menuju ke arah rendi dan anin yang berada di urutan paling pojok belakang.


lalu mengulurkan tangannya dan mencoba menyalami pak rendi tersebut.


"saya tidak kenal...anda siapa dan dari divisi mana.


silahkan lanjutkan...niat saya kesini untuk istri saya,bukan berkenalan dengan orang tidak penting,"


ucap rendi dengan nada sedikit angkuhnya,


karena ia tanpa sadar mendengar istri orang itu menggunjing istrinya tadi.


dan dengan langkah lunglai laki-laki itu pun kembali ke posisinya semula.


"kamu itu di jaga bicaranya...syukur-syukur besok aku tidak di pecat,"gumam lirih laki-laki itu.


lalu anin mengelus tangan suaminya,

__ADS_1


"kamu ini ya...masih saja sama...galak tau nggak si.."


bisik anin lirih yang hanya di dengar suaminya seorang.


"sudah ah...ngadep depan dan lihat instrukturnya...salah gerak...aku cium di tempat ya..."ucap rendi seketika.


"mau nya kamu itu ya..."ucap anin lagi.


lalu keduanya pun mengikuti setiap instruksi dari instruktur mereka.


tepat pukul setengah sebelas kelas sudah usai...pak totok terlihat datang dengan membawa air kemasan botol untuk nyonyannya dan tuannya itu.


keduanya dengan senang menerimanya,


"terimakasih pak totok..."ucap anin pada supirnya itu.


"sama-sama nyonya..."sahut pak totok.


lalu dari arah depan pintu...datanglah seorang ibu-ibu dengan suaminya yang ternyata adalah pegawai rendi di kantor.


"nyonya...maafkan perkataan saya tadi ya...saya sedang hamil tapi tidak memikirkan perkataan saya dan bagaimana perasaan anda...maaf ya..."


ucap ibu-ibu itu.


"maaf pak rendi atas kelancangan istri saya...saya akan memperhatikannya lebih lagi..."ucap suami ibu-ibu.


"kenapa minta maaf nya ke saya...ke istri saya dong harusnya...!"ucap rendi seketika.


lalu keduanya pun meminta maaf pada anin.


"maafkan kami nyonya...kami tidak akan melakukannya lagi atau ke orang lain..."


ucap keduanya dan langsung di sambut senyum oleh anin.


lalu keduanya pun di persilahkan untuk pergi dari hadapan rendi dan anin.


"sayang...maaf ya..."ucap rendi pada istrinya.


"jika aku tidak telat hari ini...kau pasti tidak akan mendengar kata-kata yang menyakitkan seperti itu,"


ucap rendi lagi.


"sudah lah kak...tidak apa-apa...lalu kenapa kau bisa tahu aku ikut kelas senam ibu hamil pukul sembilan sayang?"


tanya anin ingin tahu.


"aku tanya bibi dan juga pak totok sayang...makanya aku tahu dan aku langsung kemari,pak totok aku suruh pulang saja tadi,nanti...aku akan mengantarmu jalan-jalan...mau kemana sayang?"tanya rendi seketika.


"sebelum kamu melahirkan...kamu pasti ingin jalan-jalan bukan?mau kemana sayang?hari ini seharian aku akan mengantarmu..."ucap rendi seketika.


dan langsung di sambut senyum merekah di bibir anin.


"sayang...ayo jawab...jangan buat aku menggigitmu dulu baru kamu mau bicara ya sayang...!"


ucapnya lagi dengan begitu gemasnya.


"aku bingung mau jawabnya sayang...mau ke taman juga males...panas...mau ke mall apa lagi...males nya jalan itu lo...kita pulang saja deh kak..."


ucap anin lalu meminta bantuan suaminya untuk berdiri.

__ADS_1


lalu rendi pun berdiri seketika memapah istrinya keluar ruangan sanggar dan menuju ke parkiran mobil.


rendi membantu istrinya masuk ke dalam mobil,lalu ia pun berlalu masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kemudi.


"baiklah sayang...mari kita pulang..."ucap rendi tiba-tiba.


mobil mulai berjalan meninggalkan tempat parkir itu dan mulai memasuki jalan raya jalan besar dan memecah kemacetan yang mulai siang itu.


sesekali rendi melirik istrinya yang sedang tertidur itu,


terlihat sangan capek nya,


"pasti begitu berat ya sayang...kau sampai kelelahan seperti itu..."ucap rendi dalam hati,


dan lemudian mobil berhenti di sebuah pom bensin,ternyata suaminya sedang mengisi bahan bakar mobil.


anin yang terbangun pun melihat sekeliling.


disana di seberang jalan...terdapat kerumunan orang yang berjejal,ani penasaran orang sedang apakah itu?lalu ia pun melihat barner "bakso",di atas warung.


saat rendi sudah menghidupkan mobinya...anin menarik-narik baju di lengan yang di sing-sing suaminya,


"ada apa sayang?"tanya rendi pada istrinya itu.


"kak...mau bakso itu kak..."ucap anin sambil menunjuk ke arah warung bakso pinggir jalan.


"sayang...kita ke restoran biasanya saja ya...kita tidak tahu ke higienisannya warung itu."ucap rendi.


"aku pingin itu kak...biasanya murah dan banyak kak...pasti puas makannya...ayo kak..."ajak anin dengan rengekannya.


"baiklah sayang...ayo kita kesana...aku akan antri dulu kamu nanti tunggu di mobil ya...baru kalau sudah dapat tempat...aku jemput,"ucap rendi pada istrinya.


"tu rend...belajar dari istrimu...seleranya benar-benar suka yang banyak dan murah...tahu di restoran biasanya bakso nya enak tapi dapat sedikit dan sedikit lumayan harganya,eh...suka yang murah dan banyak dia."


gumam dalam hati rendi.


hampir limabelas menit rendi mengantri...lalu ia mendapatkan tempat duduk di paling depan dengan dua porsi bakso banyak...seketika rendi pun menghampiri istrinya yang masih berada di dalam mobil,


dengan senang anin ikut turun dengan suaminya menuju ke dalam warung bakso tersebut.


di meja depan anin duduk...ia dapati dua porsi bakso semangkuk penuh dengan satu botol air mineral.


lalu anin mulai mengambil sambal dan kecap,


ia tidak suka saus...suaminya pun sama,


lalu ia pun mulai mengaduk-aduk bakso di mangkuknya,


terdapat bakso yang berbentuk kotak besar...dan bakso bulat-bulat kasar tiga biji,dan tiga biji lagi bakso halus yang ukurannya lumayan besar hingga penuh semagkuk,


plus bakso satu tahu dan keripiknya.


keduanya menatap gundukan bakso itu di depannya sebelum melahapnya.


mata rendi berbinar melotot merasakan sensasi rasa yang baru ia rasakan.


"bener-bener luar biasa...harga terjangkau dengan rasa yang menggoyang lidah dan porsi kuli,"


ucap rendi dalam hati.

__ADS_1


tanpa sadar rendi pun melahap habis seketika,sedangkan anin masih menikmatinya dan sesekali melirik suaminya yang bermandikan peluh menyantap bakso pedas panas itu.


tanpa sadar...para gadis yang berada di tempat itu pula menatap pada rendi,sosok ganteng yang bermandikan keringat.dan anin merasa tidak suka suaminya ikut di nikmati banyak mata.


__ADS_2