
Perjalanan yang lumayan panjang di tempuh oleh Aditya dan juga ifa dengan mengendari mobil yang Aditya supiri sendiri. Hingga sampailah pada bangunan megah yang ternyata terlihat dari halaman luar saja sudah empat kali apartemen Aditya, Itu hanya dari luar saja, Belum area dalam yang akan keduanya masuki.
"Haaaah....ini rumah apa istanah?" Gumam ifa seketika saat ia menatap bangunan yang ada di depanya itu dari dalam mobil, Ternyata...Aditya samar samar mendengarnya.
"Ini memang istana...buat keluarga kecil kita kelak sayang...apa yang salah?" Ucap Aditya yang penasaran oleh komentar calon istrinya barusan.
"Bby...ini serius??? ini nggak lagi mimpi kan?? kelak apakah sungguh sungguh kamu akan ngajak aku tinggal disini?"
Tanya ifa dengan polosnya, Lagi lagi di otaknya tidak sampai memikirkan asisten rumah tangga yang kelak akan Aditya carikan untuk membantunya.
"Tentu...siapa lagi kalau bukan kamu...kan kamu ntar istri aku sayang...kamu nggak percaya?" Tanya Aditya lebih dalam lagi. Ia masih penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh ifa.
"Aku harus buktikan apa lagi...kalau aku hanya punya kamu...aku hanya milih kamu untuk jadi istri aku...kenapa kamu malah seperti nggak percaya gitu?" Tanya Aditya lagi, Ia berharap ifa tidak merasa nggak enak disana.
Namun ifa hanya terbengong diam saja, Ia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, Bangunan luas dengan taman yang sudah di atur sedemikian rupa di bagian halaman depan rumah, Benar benar seperti mimpi baginya.
__ADS_1
"Sayang...mau bukti apa lagi? pegang kamu aja belum bisa...apa lagi pingin meluk cium...akh...kalau rekan bisnis aku tuh pasti udah tidur sekamar mungkin saat mereka masih pacaran saja...! emang kamu mau aku cium sekaliiii....aja...biar kamu percaya...hati aku hanya ada kamu...dan aku inginya menghabiskan masa tua bersamamu...dan anak anak kita." Ucap Aditiya dengan seriusnya, Dan Ifa yang hanya mendengar ucapan Aditya di bagian belakangnya saja itu pun hanya bisa mengangguk, Ifa bermaksud memberi tahu Aditya bahwa ia benar benar percaya. Sampai...Aditya dengan senang hatinya mulai mendekat ke arah jok yang Di tempati ifa,
Mendekat sampai jarak hanya satu telapak tangan saja.
Wajah keduanya saling berhadapan satu sama lain.
Sesaat tatapan keduanya saling memandang.
"Buuuaaak!" Suara yang luamayan nyaring saat ifa menutupi wajah Aditya yang ada di hadapanya dengan tas kecil yang ia bawa di tanganya.
Gerutunya tiada henti ia lontarkan.
"Bby...lagi lagi kamu mulai lagi deh...tunggu aku halal buat kamu bi...masak nggak kuat sih...nggak akan lama lagi kok...jangan mesum napa...aku jadi takut kalau dekat kamu...kalau kamu kayak gitu terus...! dan maaf...aku nggak niat nyakiti kamu bby...aku hanya refleks kaget...wajah kamu tiba tiba di depan aku..." Ucap ifa dengan wajah yang memelas. Sebenarnya ia kasihan pada calon suaminya...tapi mau gimana lagi...itu sudah menjadi komitment nya yang selalu ia jaga sampai detik ini.
lagi lagi Aditya seperti tidak menggubrisnya dan melanjutkan aksinya mendekatkan tubuhnya hingga wajahnya, Sampai sampai ifa melengos dengan menutup kedua matanya rapat rapat di tambah bibirnya yang mengatup rapat untuk menghindarinya, Kali ini ifa tidak melawan atau menggebuk wajah Aditya.
__ADS_1
"Ceklik", Suara sabuk pengaman yang baru saja Aditya lepas dari samping ifa. Dengan senyum yang tersungging di bibir Aditya, Dihatinya merasa bangga pada pendirian calon istrinya tersebut, Bahkan meski baru pertama kali ada seseorang yang berani menggebuknya apa lagi di bagian wajah tampanya...Aditya tetap merasa senang di buatnya. Ia tidak sedih atau marah sama sekali.
Adit menepuk puncak kepala ifa dengan tanganya untuk mengajaknya turun.
"Sudah...menghayatinya...ayo cepet turun...kita lihat lihat...apa yang menurutmu kurang suka...kamu bilang aja sayang..." Ucap Adiya yang membuat ifa tersipu lagi di buatnya. Keduanya berjalan ber iringan masuk kedalam rumah megah yang masih terlihat banyak pak tukang yang sedang sibuk. Sibuk di area dalam, Luar...dan area pagar.
Sesekali ifa melirik ke arah Aditya yang wajahnya datar tanpa ekspresi saat semua orang pekerja yang menatap ke arahnya saling menyapa keduanya, Namun Aditya terlihat tidak menyunggingkan senyum balasan atau pun senyum ramah pada semuanya. Malah ifa yang membalas sapaan semua orang yang tertuju pada calon suaminya itu.
Sampailah keduanya di area samping rumah, Dengan kolam renang yang berbentuk meliuk panjang membentang dari sudut rumah belakang ke sudut rumah depan. Meski belum di isi air, Namun sudah pasti kolam tersebut begitu indah. Dengan taman yang masih belum sempurna di sekelilingnya. Tanpa terasa pandangan matanya tidak bisa berkedip di buatnya. Ia benar benar terpesona.
"Kau suka?" Tanya Aditya yang ternyata dari tadi tengah memperhatikan ekspresi wajah ifa yang begitu menyenangkan saat di pandang. Ifa hanya mengangguk dan sesekali menoleh ke arahnya.
"Syukurlah kalau kau suka...aku pun pasti menyukainya sayang..." Ucap Aditya dalam hatinya,
"Hari ini...nggak usah lihat kamar ya...aku yakin kamu pun pasti akan suka..." Ucap Aditya lagi, Namun malah membuat bingung ifa. Kenapa malah kamar yang baginya sebuat inti rumah yang akan keduanya tempati tapi tidak di perlihatkan...padahal sudah datang jauh jauh.
__ADS_1
Ifa tidak tahu isi hati Aditya, Dimana Aditya sebenarnya takut khilaf saat hanya berduaan disana. Otak aditya yang sering menghayal yang tidak tidak itu...begitu khawatir menyalurkan apa yang sedang ia hayalkan saat berada di kamar yang sama dengan istrinya kelak.